<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ganjar Sebut Gagasan Sat Set untuk Kurangi Impor Bahan Baku Pupuk</title><description>Partai Perindo Ganjar Pranowo menyatakan gagasan sat set untuk mengurangi impor bahan  baku pupuk.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/04/320/2949615/ganjar-sebut-gagasan-sat-set-untuk-kurangi-impor-bahan-baku-pupuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/04/320/2949615/ganjar-sebut-gagasan-sat-set-untuk-kurangi-impor-bahan-baku-pupuk"/><item><title>Ganjar Sebut Gagasan Sat Set untuk Kurangi Impor Bahan Baku Pupuk</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/04/320/2949615/ganjar-sebut-gagasan-sat-set-untuk-kurangi-impor-bahan-baku-pupuk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/04/320/2949615/ganjar-sebut-gagasan-sat-set-untuk-kurangi-impor-bahan-baku-pupuk</guid><pubDate>Kamis 04 Januari 2024 16:53 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/04/320/2949615/ganjar-sebut-gagasan-sat-set-untuk-kurangi-impor-bahan-baku-pupuk-jTXiCQWeqk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo Bicara Gagasan Sat Set Kurangi Impor Bahan Baku Pupuk (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/04/320/2949615/ganjar-sebut-gagasan-sat-set-untuk-kurangi-impor-bahan-baku-pupuk-jTXiCQWeqk.jpg</image><title>Ganjar Pranowo Bicara Gagasan Sat Set Kurangi Impor Bahan Baku Pupuk (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wMy8xLzE3NTc2OC81L3g4cjRoODQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Calon Presiden (capres) nomor urut 3 yang didukung Partai Perindo Ganjar Pranowo menyatakan gagasan sat set untuk mengurangi impor bahan&amp;nbsp; baku pupuk. Menurutnya, impor bahan baku pupuk bisa dikurangi dengan cara memprioritaskan ketersediaan bahan baku di dalam negeri.
Kendati begitu, Indonesia dapat menggandeng negara lain sebagai pemasok bahan baku yang tidak dimiliki Indonesia.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Ungkap Solusi Pupuk Subsidi yang Langka

&amp;ldquo;Bahan baku pupuk tidak bersifat tunggal. Salah satu bahan baku yang diperlukan adalah gas. Dan, ini tersedia di Indonesia,&amp;rdquo; kata Ganjar menjawab pertanyaan media perihal bahan baku pupuk bersubsidi impor dari Ukraina, saat ditemui di Blora, Jawa Tengah, Kamis (4/1/2024).
Ganjar mengungkapkan, bahan baku gas bisa diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan produksi pupuk. Dan, bahan baku lainnya bisa diperoleh dengan cara menjalin hubungan dagang luar negeri atau bermitra dengan negara lain, yang bersifat mutual.

BACA JUGA:
Satukan Tekad Dukung Ganjar-Mahfud, Ribuan Orang Hadiri Pesta Rakyat di Karanganyar

&amp;ldquo;Material pupuk tidak tunggal, maka perlu kerja sama internasional untuk kepentingan nasional,&amp;rdquo; papar dia.Ganjar juga akan mendorong kemandirian  memproduksi pupuk untuk memenuhi kebutuhan para petani di berbagai daerah.
Menurutnya, jika dari sisi sarana produksi pertanian (saprotan) dan sarana produksi (saprodi) cukup, dan pemerintah menjamin itu, maka petani akan berproses. Soal keahlian, para petani di Indonesia sudah jago semuanya, tinggal kesempatan dan manajerial saja.
Capres berambut putih ini pun menyinggung soal target produksi nasional atas kebutuhan pangan yang bisa dihitung, maka sedapat mungkin swasembada pangan.
&amp;ldquo;Kalau sudah swasembada kan beres. Kalau tidak, nanti kita berdebat lagi, impor, tidak impor, seperti kondisi hari ini, apalagi ada anomali cuaca El Nino, maka antisipasinya  harus dengan pola-pola intensifikasi,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wMy8xLzE3NTc2OC81L3g4cjRoODQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Calon Presiden (capres) nomor urut 3 yang didukung Partai Perindo Ganjar Pranowo menyatakan gagasan sat set untuk mengurangi impor bahan&amp;nbsp; baku pupuk. Menurutnya, impor bahan baku pupuk bisa dikurangi dengan cara memprioritaskan ketersediaan bahan baku di dalam negeri.
Kendati begitu, Indonesia dapat menggandeng negara lain sebagai pemasok bahan baku yang tidak dimiliki Indonesia.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Ungkap Solusi Pupuk Subsidi yang Langka

&amp;ldquo;Bahan baku pupuk tidak bersifat tunggal. Salah satu bahan baku yang diperlukan adalah gas. Dan, ini tersedia di Indonesia,&amp;rdquo; kata Ganjar menjawab pertanyaan media perihal bahan baku pupuk bersubsidi impor dari Ukraina, saat ditemui di Blora, Jawa Tengah, Kamis (4/1/2024).
Ganjar mengungkapkan, bahan baku gas bisa diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan produksi pupuk. Dan, bahan baku lainnya bisa diperoleh dengan cara menjalin hubungan dagang luar negeri atau bermitra dengan negara lain, yang bersifat mutual.

BACA JUGA:
Satukan Tekad Dukung Ganjar-Mahfud, Ribuan Orang Hadiri Pesta Rakyat di Karanganyar

&amp;ldquo;Material pupuk tidak tunggal, maka perlu kerja sama internasional untuk kepentingan nasional,&amp;rdquo; papar dia.Ganjar juga akan mendorong kemandirian  memproduksi pupuk untuk memenuhi kebutuhan para petani di berbagai daerah.
Menurutnya, jika dari sisi sarana produksi pertanian (saprotan) dan sarana produksi (saprodi) cukup, dan pemerintah menjamin itu, maka petani akan berproses. Soal keahlian, para petani di Indonesia sudah jago semuanya, tinggal kesempatan dan manajerial saja.
Capres berambut putih ini pun menyinggung soal target produksi nasional atas kebutuhan pangan yang bisa dihitung, maka sedapat mungkin swasembada pangan.
&amp;ldquo;Kalau sudah swasembada kan beres. Kalau tidak, nanti kita berdebat lagi, impor, tidak impor, seperti kondisi hari ini, apalagi ada anomali cuaca El Nino, maka antisipasinya  harus dengan pola-pola intensifikasi,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
