<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cuci Darah Tanpa Biaya, Pria Ini Andalkan Program JKN untuk Jaminan Kesehatan Keluarga</title><description>Tidak terasa sejak 1 Januari 2014 BPJS Kesehatan telah hadir untuk memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/04/320/2949626/cuci-darah-tanpa-biaya-pria-ini-andalkan-program-jkn-untuk-jaminan-kesehatan-keluarga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/04/320/2949626/cuci-darah-tanpa-biaya-pria-ini-andalkan-program-jkn-untuk-jaminan-kesehatan-keluarga"/><item><title>Cuci Darah Tanpa Biaya, Pria Ini Andalkan Program JKN untuk Jaminan Kesehatan Keluarga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/04/320/2949626/cuci-darah-tanpa-biaya-pria-ini-andalkan-program-jkn-untuk-jaminan-kesehatan-keluarga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/04/320/2949626/cuci-darah-tanpa-biaya-pria-ini-andalkan-program-jkn-untuk-jaminan-kesehatan-keluarga</guid><pubDate>Kamis 04 Januari 2024 17:13 WIB</pubDate><dc:creator>Arfiah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/04/320/2949626/cuci-darah-tanpa-biaya-pria-ini-andalkan-program-jkn-untuk-jaminan-kesehatan-keluarga-r6iDBgqssz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasien Cuci Darah Gratis (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/04/320/2949626/cuci-darah-tanpa-biaya-pria-ini-andalkan-program-jkn-untuk-jaminan-kesehatan-keluarga-r6iDBgqssz.jpg</image><title>Pasien Cuci Darah Gratis (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wMy8xLzE3NTc2OC81L3g4cjRoODQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANJARMASIN - Tidak terasa sejak 1 Januari 2014 BPJS Kesehatan telah hadir untuk memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat. Sudah banyak masyarakat yang menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan memanfaatkan pelayanan kesehatan dengan mengandalkan program ini.
Hal tersebut dirasakan oleh Fauziannoor (41), peserta JKN yang menderita gagal ginjal dan mengharuskan dirinya untuk menjalani terapi hemodialisis secara rutin.

BACA JUGA:
BPJS Kesehatan Buka Lowongan Kerja 2024, Cek Syarat hingga Cara Daftarnya

Layanan hemodialisis merupakan terapi cuci darah di luar tubuh. Terapi ini umumya dilakukan oleh pengidap masalah ginjal dimana ginjalnya sudah tak berfungsi dengan optimal.
Pada dasarnya, tubuh manusia memang mampu mencuci darah secara otomatis, tapi bila terjadi masalah pada ginjal tentunya kondisinya akan lain lagi.

BACA JUGA:
Apakah Vaksin Influenza Ditanggung BPJS?

&amp;ldquo;Awalnya saya memang tidak merasakan ada masalah yang terjadi di tubuh saya, saya merasa baik-baik saja. Tetapi suatu saat, kira-kira sekitar tujuh bulan yang lalu saya merasakan nyeri hingga mati rasa di sekitar pinggang saya. Akhirnya saya diantar keluarga untuk periksa ke rumah sakit. Dan setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter ternyata saya divonis mengalami gagal ginjal kronik dan harus melakukan cuci darah,&amp;rdquo; kata Fauziannoor membagikan pengalamannya.Sebagai informasi untuk biaya melakukan cuci darah memiliki berbagai variasi, tergantung dari fasilitasi dialisasis yang disediakan oleh fasilitas kesehatan.
Di rumah sakit swasta di Indonesia rata-rata biaya prosedur hemodialisis berkisar dari Rp800.000,00 hingga lebih dari Rp1.500.000,00 per kali cuci darah. Dari fakta tersebut Fauziannoor merasa sangat bersyukur karena dirinya yang telah menjadi peserta JKN, sehingga tidak perlu khawatir terhadap biaya cuci darah rutin yang harus dijalaninya.
&amp;ldquo;Alhamdulillah berkat adanya Program JKN saya bisa rutin menjalani cuci darah dengan nyaman. Karena kita tahu biaya sekali cuci darah itu sangat mahal dan saya harus rutin setidaknya dua sampai tiga kali setiap minggunya. Tidak bisa dibayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan bila tidak ada Program JKN dan harus menggunakan biaya sendiri. Tentunya akan membebani saya dan keluarga karena sekali cuci darah bisa sampai jutaan. Mungkin saya tidak kepikiran bisa melakukan cuci darah secara rutin bila harus menggunakan biaya sendiri,&amp;rdquo; ucap Fauziannoor.
Lebih lanjut Fauziannoor merasa finansial keluarga sangat terbantu berkat adanya Program JKN, karena semenjak menjadi peserta JKN untuk urusan masalah berobat kesehatan, dirinya dan keluarga selalu mengandalkan Program JKN.
&amp;ldquo;Cuci darah ini bagi saya merupakan contoh besarnya dari keluarga saya yang sangat menggantungkan kesehatan keluarga melalui Program JKN. Kita tahu biaya kesehatan saat ini begitu mahal, untuk orang dengan ekonomi yang baik sekalipun pasti akan terbebani bila memerlukan pelayanan kesehatan terlebih sakit yang dialami merupakan sakit yang berat. Selama ini bila keluarga saya sakit kami selalu mengandalkan Program JKN untuk berobat sehingga kami tidak perlu lagi memikirkan biaya lagi karena sudah dijamin dengan program ini. Kalau tidak ada program ini entah bagaimana nasib perekonomian keluarga saya,&amp;rdquo; tambah Fauziannoor.
Di akhir perjumpaan Fauziannoor menyampaikan terima kasih kepada BPJS Kesehatan karena sudah menyelenggarakan program yang luar biasa ini.
&amp;ldquo;Terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah menyelenggarakan Program JKN dengan baik. Kami para peserta JKN bisa berobat dengan tenang dan mendapatkan pelayanan yang luar biasa tanpa harus terbebani dengan biaya kesehatan yang mahal. Semoga program ini bisa terus ada membantu setiap orang yang ingin berobat tanpa harus terbabani oleh biaya,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wMy8xLzE3NTc2OC81L3g4cjRoODQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANJARMASIN - Tidak terasa sejak 1 Januari 2014 BPJS Kesehatan telah hadir untuk memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat. Sudah banyak masyarakat yang menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan memanfaatkan pelayanan kesehatan dengan mengandalkan program ini.
Hal tersebut dirasakan oleh Fauziannoor (41), peserta JKN yang menderita gagal ginjal dan mengharuskan dirinya untuk menjalani terapi hemodialisis secara rutin.

BACA JUGA:
BPJS Kesehatan Buka Lowongan Kerja 2024, Cek Syarat hingga Cara Daftarnya

Layanan hemodialisis merupakan terapi cuci darah di luar tubuh. Terapi ini umumya dilakukan oleh pengidap masalah ginjal dimana ginjalnya sudah tak berfungsi dengan optimal.
Pada dasarnya, tubuh manusia memang mampu mencuci darah secara otomatis, tapi bila terjadi masalah pada ginjal tentunya kondisinya akan lain lagi.

BACA JUGA:
Apakah Vaksin Influenza Ditanggung BPJS?

&amp;ldquo;Awalnya saya memang tidak merasakan ada masalah yang terjadi di tubuh saya, saya merasa baik-baik saja. Tetapi suatu saat, kira-kira sekitar tujuh bulan yang lalu saya merasakan nyeri hingga mati rasa di sekitar pinggang saya. Akhirnya saya diantar keluarga untuk periksa ke rumah sakit. Dan setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter ternyata saya divonis mengalami gagal ginjal kronik dan harus melakukan cuci darah,&amp;rdquo; kata Fauziannoor membagikan pengalamannya.Sebagai informasi untuk biaya melakukan cuci darah memiliki berbagai variasi, tergantung dari fasilitasi dialisasis yang disediakan oleh fasilitas kesehatan.
Di rumah sakit swasta di Indonesia rata-rata biaya prosedur hemodialisis berkisar dari Rp800.000,00 hingga lebih dari Rp1.500.000,00 per kali cuci darah. Dari fakta tersebut Fauziannoor merasa sangat bersyukur karena dirinya yang telah menjadi peserta JKN, sehingga tidak perlu khawatir terhadap biaya cuci darah rutin yang harus dijalaninya.
&amp;ldquo;Alhamdulillah berkat adanya Program JKN saya bisa rutin menjalani cuci darah dengan nyaman. Karena kita tahu biaya sekali cuci darah itu sangat mahal dan saya harus rutin setidaknya dua sampai tiga kali setiap minggunya. Tidak bisa dibayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan bila tidak ada Program JKN dan harus menggunakan biaya sendiri. Tentunya akan membebani saya dan keluarga karena sekali cuci darah bisa sampai jutaan. Mungkin saya tidak kepikiran bisa melakukan cuci darah secara rutin bila harus menggunakan biaya sendiri,&amp;rdquo; ucap Fauziannoor.
Lebih lanjut Fauziannoor merasa finansial keluarga sangat terbantu berkat adanya Program JKN, karena semenjak menjadi peserta JKN untuk urusan masalah berobat kesehatan, dirinya dan keluarga selalu mengandalkan Program JKN.
&amp;ldquo;Cuci darah ini bagi saya merupakan contoh besarnya dari keluarga saya yang sangat menggantungkan kesehatan keluarga melalui Program JKN. Kita tahu biaya kesehatan saat ini begitu mahal, untuk orang dengan ekonomi yang baik sekalipun pasti akan terbebani bila memerlukan pelayanan kesehatan terlebih sakit yang dialami merupakan sakit yang berat. Selama ini bila keluarga saya sakit kami selalu mengandalkan Program JKN untuk berobat sehingga kami tidak perlu lagi memikirkan biaya lagi karena sudah dijamin dengan program ini. Kalau tidak ada program ini entah bagaimana nasib perekonomian keluarga saya,&amp;rdquo; tambah Fauziannoor.
Di akhir perjumpaan Fauziannoor menyampaikan terima kasih kepada BPJS Kesehatan karena sudah menyelenggarakan program yang luar biasa ini.
&amp;ldquo;Terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah menyelenggarakan Program JKN dengan baik. Kami para peserta JKN bisa berobat dengan tenang dan mendapatkan pelayanan yang luar biasa tanpa harus terbebani dengan biaya kesehatan yang mahal. Semoga program ini bisa terus ada membantu setiap orang yang ingin berobat tanpa harus terbabani oleh biaya,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
