<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>445.186 Perusahaan Amerika Serikat Ajukan Bangkrut</title><description>Sebanyak 445.186 perusahaan mengajukan bangkrut di Amerika Serikat sepanjang tahun 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/05/320/2949954/445-186-perusahaan-amerika-serikat-ajukan-bangkrut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/05/320/2949954/445-186-perusahaan-amerika-serikat-ajukan-bangkrut"/><item><title>445.186 Perusahaan Amerika Serikat Ajukan Bangkrut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/05/320/2949954/445-186-perusahaan-amerika-serikat-ajukan-bangkrut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/05/320/2949954/445-186-perusahaan-amerika-serikat-ajukan-bangkrut</guid><pubDate>Jum'at 05 Januari 2024 11:32 WIB</pubDate><dc:creator>Putri Syifa Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/05/320/2949954/445-186-perusahaan-amerika-serikat-ajukan-bangkrut-OaEwkNhkwP.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Banyak perusahaan AS yang ajukan kebangkrutan (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/05/320/2949954/445-186-perusahaan-amerika-serikat-ajukan-bangkrut-OaEwkNhkwP.jpeg</image><title>Banyak perusahaan AS yang ajukan kebangkrutan (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOC8wOC8xLzEzNzYxMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sebanyak 445.186 perusahaan mengajukan bangkrut di Amerika Serikat sepanjang tahun 2023. Jumlah tersebut meningkat 18% dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data penyedia data kebangkrutan, Epiq AACER yang diterbitkan pada 3 Januari 2024, total pengajuan kebangkrutan, yang mencakup kebangkrutan komersial dan pribadi, meningkat menjadi 445.186 tahun lalu dari 378.390 pada tahun 2022.

BACA JUGA:
LPS Cabut Izin Usaha 2 BPR Bangkrut per Oktober 2023


Menurut data tersebut, meningkatnya jumlah tersebut akibat kenaikan suku bunga, standar pemberian pinjaman yang lebih ketat, dan terus berlanjutnya pengurangan dukungan selama era pandemi. Walaupun demikian, jumlah ini masih tetap jauh jika dibandingkan dengan sebelum wabah COVID-19.
Dalam laporan itu juga dijelaskan bahwa pengajuan restrukturisasi bisnis komersial Chapter 11, dari jumlah 3.819 tahun sebelumnya melonjak hingga mencapai 6.569 atau 72%. Kemudian untuk pengajuan konsumen dari 356.911 pada tahun 2022 naik menjadi 419.550 atau 18%.

BACA JUGA:
Mengintip Kekayaan Zaskia Gotik yang Diisukan Bangkrut Gegara Jual Rumah


Sedang untuk total pengajuan dari 37.860 pada November mengalami penurunan menjadi 34.447 pada Desember 2023. Namun, angka tersebut naik 16% jika dibandingkan tahun 2022.
Pada tahun 2024 diperkirakan jumlah kasus kebangkrutan akan terus meningkat. Namun, jika dibandingkan dengan sebelum pandemi melanda yaitu 2019, masih terdapat jarak yang cukup jauh untuk mencapai jumlah 757.816 kebangkrutan yang diajukan pada tahu tersebut.
&quot;Seperti yang diantisipasi, kami melihat pengajuan baru pada tahun 2023 meningkat momentumnya dibandingkan dengan tahun 2022, dengan jumlah pihak komersial yang signifikan memimpin peningkatan yang diharapkan dan normalisasi kembali ke volume kebangkrutan sebelum pandemi,&quot; jelas Wakil Presiden Epiq AACER Michael Hunter.
Michael mengatakan bahwa mereka mengharapkan peningkatan jumlah pihak  konsumen dan komersial yang mencari perlindungan kebangkrutan dapat  terus berlanjut pada tahun 2024. Hal ini sebab mengingat stimulus  pandemi telah berakhir. Sehingga tidak ada lagi biaya dana yang  meningkat, suku bunga yang lebih tinggi, tingkat tunggakan yang  meningkat, serta tingkat utang rumah tangga yang mendekati tingkat  sejarah.
Berdasarkan data dari Federal Reserve New York utang rumah tangga  mencapai rekor tertinggi sebesar USD17,3 triliun pada akhir kuartal  ketiga. Tingkat tunggakan juga sedikit meningkat, seperti yang  ditunjukkan oleh data tersebut, tetapi tetap berada di bawah tingkat  sebelum pandemi.
Kondisi keuangan bagi bisnis dan rumah tangga telah menjadi lebih  ketat selama dua tahun terakhir berkat kenaikan suku bunga agresif oleh  Federal Reserve untuk menahan inflasi. Misalnya, suku bunga pinjaman  hipotek, pada paruh kedua tahun lalu, naik ke level tertinggi sejak awal  abad ini.
Meskipun demikian, biaya pinjaman dan kondisi keuangan secara  keseluruhan sedikit membaik selama kuartal keempat tahun 2023 setelah  Federal Reserve memberi sinyal bahwa mereka akan mengakhiri siklus  kenaikan suku bunga, dan bulan lalu pejabat Federal Reserve sendiri  mengindikasikan harapan mereka untuk menurunkan suku bunga pada tahun  ini.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOC8wOC8xLzEzNzYxMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sebanyak 445.186 perusahaan mengajukan bangkrut di Amerika Serikat sepanjang tahun 2023. Jumlah tersebut meningkat 18% dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data penyedia data kebangkrutan, Epiq AACER yang diterbitkan pada 3 Januari 2024, total pengajuan kebangkrutan, yang mencakup kebangkrutan komersial dan pribadi, meningkat menjadi 445.186 tahun lalu dari 378.390 pada tahun 2022.

BACA JUGA:
LPS Cabut Izin Usaha 2 BPR Bangkrut per Oktober 2023


Menurut data tersebut, meningkatnya jumlah tersebut akibat kenaikan suku bunga, standar pemberian pinjaman yang lebih ketat, dan terus berlanjutnya pengurangan dukungan selama era pandemi. Walaupun demikian, jumlah ini masih tetap jauh jika dibandingkan dengan sebelum wabah COVID-19.
Dalam laporan itu juga dijelaskan bahwa pengajuan restrukturisasi bisnis komersial Chapter 11, dari jumlah 3.819 tahun sebelumnya melonjak hingga mencapai 6.569 atau 72%. Kemudian untuk pengajuan konsumen dari 356.911 pada tahun 2022 naik menjadi 419.550 atau 18%.

BACA JUGA:
Mengintip Kekayaan Zaskia Gotik yang Diisukan Bangkrut Gegara Jual Rumah


Sedang untuk total pengajuan dari 37.860 pada November mengalami penurunan menjadi 34.447 pada Desember 2023. Namun, angka tersebut naik 16% jika dibandingkan tahun 2022.
Pada tahun 2024 diperkirakan jumlah kasus kebangkrutan akan terus meningkat. Namun, jika dibandingkan dengan sebelum pandemi melanda yaitu 2019, masih terdapat jarak yang cukup jauh untuk mencapai jumlah 757.816 kebangkrutan yang diajukan pada tahu tersebut.
&quot;Seperti yang diantisipasi, kami melihat pengajuan baru pada tahun 2023 meningkat momentumnya dibandingkan dengan tahun 2022, dengan jumlah pihak komersial yang signifikan memimpin peningkatan yang diharapkan dan normalisasi kembali ke volume kebangkrutan sebelum pandemi,&quot; jelas Wakil Presiden Epiq AACER Michael Hunter.
Michael mengatakan bahwa mereka mengharapkan peningkatan jumlah pihak  konsumen dan komersial yang mencari perlindungan kebangkrutan dapat  terus berlanjut pada tahun 2024. Hal ini sebab mengingat stimulus  pandemi telah berakhir. Sehingga tidak ada lagi biaya dana yang  meningkat, suku bunga yang lebih tinggi, tingkat tunggakan yang  meningkat, serta tingkat utang rumah tangga yang mendekati tingkat  sejarah.
Berdasarkan data dari Federal Reserve New York utang rumah tangga  mencapai rekor tertinggi sebesar USD17,3 triliun pada akhir kuartal  ketiga. Tingkat tunggakan juga sedikit meningkat, seperti yang  ditunjukkan oleh data tersebut, tetapi tetap berada di bawah tingkat  sebelum pandemi.
Kondisi keuangan bagi bisnis dan rumah tangga telah menjadi lebih  ketat selama dua tahun terakhir berkat kenaikan suku bunga agresif oleh  Federal Reserve untuk menahan inflasi. Misalnya, suku bunga pinjaman  hipotek, pada paruh kedua tahun lalu, naik ke level tertinggi sejak awal  abad ini.
Meskipun demikian, biaya pinjaman dan kondisi keuangan secara  keseluruhan sedikit membaik selama kuartal keempat tahun 2023 setelah  Federal Reserve memberi sinyal bahwa mereka akan mengakhiri siklus  kenaikan suku bunga, dan bulan lalu pejabat Federal Reserve sendiri  mengindikasikan harapan mereka untuk menurunkan suku bunga pada tahun  ini.</content:encoded></item></channel></rss>
