<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Target Lifting Minyak 2024 Berat, Ini Penjelasan Menteri ESDM</title><description>Menteri ESDM Arifin Tasrif mengaku target produksi minyak siap jual  atau lifting 2024  memang berat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/05/320/2950251/target-lifting-minyak-2024-berat-ini-penjelasan-menteri-esdm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/05/320/2950251/target-lifting-minyak-2024-berat-ini-penjelasan-menteri-esdm"/><item><title>Target Lifting Minyak 2024 Berat, Ini Penjelasan Menteri ESDM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/05/320/2950251/target-lifting-minyak-2024-berat-ini-penjelasan-menteri-esdm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/05/320/2950251/target-lifting-minyak-2024-berat-ini-penjelasan-menteri-esdm</guid><pubDate>Jum'at 05 Januari 2024 19:27 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/05/320/2950251/target-lifting-minyak-2024-berat-ini-penjelasan-menteri-esdm-OEGg5rYfSa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Target lifting migas (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/05/320/2950251/target-lifting-minyak-2024-berat-ini-penjelasan-menteri-esdm-OEGg5rYfSa.jpg</image><title>Target lifting migas (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wMi8xLzE3NDU1MS81L3g4cTVqYmU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menteri ESDM Arifin Tasrif mengaku target produksi minyak siap jual atau lifting yang diharuskan mencapai 635 ribu barel per hari pada 2024 memang berat.
&quot;Kalau minyak memang agak berat,&quot; jelasnya ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (5/1/2024).

BACA JUGA:
Lifting Migas PHR Tembus 59 Juta Barel Selama 2023


Pernyataan itu diungkapkan Arifin ketika ditanya perihal proyeksi lifting minyak pada 2024.
Namun dikatakan Arifin, pihaknya saat ini sedang mengupayakan produksi minyak di Blok Rokan yang diharapkan hasil kajiannya akan rampung pada Juni mendatang.

BACA JUGA:
PNBP BPH Migas Capai Rp1,3 Triliun, Lampaui Target 2023 


&quot;Minyak kan kita sekarang lagi mengupayakan di Rokan, bulan Juni mudah-mudahan hasil kajiannya ada kesimpulan. (Sumur pertama ya?) ya, sekarang rignya sudah pindah ke sumur kedua, itu harapan kita,&quot; tuturnya.
Sebagai informasi, pada 2023, lifting minyak hanya 607 ribu barel per hari atau tidak mencapai target yang telah ditetapkan yaitu 660 ribu barel minyak per hari.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Tutuka Ariadji telah  mengungkapkan alasan capaian lifting minyak tahun 2023 lalu belum  mencapai target karena dua hal.
&quot;Pertama, lapangan-lapangan minyak dan gas bumi Indonesia sudah  banyak yang tua sehingga jumlah cadangannya pun mulai menurun. Kedua,  fasilitas yang ada dilapangan juga sudah tua, sehingga perlu diganti  lebih dulu,&quot; terang Tutuka beberapa waktu lalu.
Ia pun mencontohkan beberapa fasilitas pipa yang berumur tua  diantaranya berada di wilayah operasi anak usaha  PT Pertamina Hulu  Energi (PHE). Misalnya, seperti di Pertamina Hulu Energi Offshore  Southeast Sumatra (PHE OSES) dan Pertamina Hulu Energi Offshore North  West Java (PHE ONWJ).
&quot;Sebagai contoh di OSES itu penggantian pipa, di ONWJ juga akan  diganti seperti itu. Kalau itu udah bisa terjadi nanti kenaikan produksi  bisa dilakukan dengan teknologi-teknologi yang lebih maju. Masalahnya  masih di situ jadi kita perbaiki dulu fasilitas-fasilitas nya,&quot; jelas  Tutuka.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wMi8xLzE3NDU1MS81L3g4cTVqYmU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menteri ESDM Arifin Tasrif mengaku target produksi minyak siap jual atau lifting yang diharuskan mencapai 635 ribu barel per hari pada 2024 memang berat.
&quot;Kalau minyak memang agak berat,&quot; jelasnya ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (5/1/2024).

BACA JUGA:
Lifting Migas PHR Tembus 59 Juta Barel Selama 2023


Pernyataan itu diungkapkan Arifin ketika ditanya perihal proyeksi lifting minyak pada 2024.
Namun dikatakan Arifin, pihaknya saat ini sedang mengupayakan produksi minyak di Blok Rokan yang diharapkan hasil kajiannya akan rampung pada Juni mendatang.

BACA JUGA:
PNBP BPH Migas Capai Rp1,3 Triliun, Lampaui Target 2023 


&quot;Minyak kan kita sekarang lagi mengupayakan di Rokan, bulan Juni mudah-mudahan hasil kajiannya ada kesimpulan. (Sumur pertama ya?) ya, sekarang rignya sudah pindah ke sumur kedua, itu harapan kita,&quot; tuturnya.
Sebagai informasi, pada 2023, lifting minyak hanya 607 ribu barel per hari atau tidak mencapai target yang telah ditetapkan yaitu 660 ribu barel minyak per hari.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Tutuka Ariadji telah  mengungkapkan alasan capaian lifting minyak tahun 2023 lalu belum  mencapai target karena dua hal.
&quot;Pertama, lapangan-lapangan minyak dan gas bumi Indonesia sudah  banyak yang tua sehingga jumlah cadangannya pun mulai menurun. Kedua,  fasilitas yang ada dilapangan juga sudah tua, sehingga perlu diganti  lebih dulu,&quot; terang Tutuka beberapa waktu lalu.
Ia pun mencontohkan beberapa fasilitas pipa yang berumur tua  diantaranya berada di wilayah operasi anak usaha  PT Pertamina Hulu  Energi (PHE). Misalnya, seperti di Pertamina Hulu Energi Offshore  Southeast Sumatra (PHE OSES) dan Pertamina Hulu Energi Offshore North  West Java (PHE ONWJ).
&quot;Sebagai contoh di OSES itu penggantian pipa, di ONWJ juga akan  diganti seperti itu. Kalau itu udah bisa terjadi nanti kenaikan produksi  bisa dilakukan dengan teknologi-teknologi yang lebih maju. Masalahnya  masih di situ jadi kita perbaiki dulu fasilitas-fasilitas nya,&quot; jelas  Tutuka.</content:encoded></item></channel></rss>
