<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Batavia Noord Stasiun Kereta Api Tertua di Jakarta</title><description>Stasiun ini merupakan stasiun pertama yang menjadi cikal bakal KRL Commuter Line Jakarta - Bogor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/08/320/2951433/mengenal-batavia-noord-stasiun-kereta-api-tertua-di-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/08/320/2951433/mengenal-batavia-noord-stasiun-kereta-api-tertua-di-jakarta"/><item><title>Mengenal Batavia Noord Stasiun Kereta Api Tertua di Jakarta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/08/320/2951433/mengenal-batavia-noord-stasiun-kereta-api-tertua-di-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/08/320/2951433/mengenal-batavia-noord-stasiun-kereta-api-tertua-di-jakarta</guid><pubDate>Senin 08 Januari 2024 19:10 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Amirah Nasution</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/08/320/2951433/mengenal-batavia-noord-stasiun-kereta-api-tertua-di-jakarta-10KPDLVnl8.png" expression="full" type="image/jpeg">Mengenal Batavia Noord Stasiun Kereta Api Tertua di Jakarta. (Foto: Okezone.com/KAI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/08/320/2951433/mengenal-batavia-noord-stasiun-kereta-api-tertua-di-jakarta-10KPDLVnl8.png</image><title>Mengenal Batavia Noord Stasiun Kereta Api Tertua di Jakarta. (Foto: Okezone.com/KAI)</title></images><description>JAKARTA - Mengenal Batavia Noord stasiun kereta api tertua di Jakarta. Stasiun ini merupakan stasiun pertama yang menjadi cikal bakal KRL Commuter Line Jakarta - Bogor.
Dikutip dari laman kereta.id pada Senin, (8/01/2024), Stasiun Batavia Noord dibangun pada akhir abad ke-19 oleh perusahaan Kereta Api Hindia Belanda, Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Titip Pesan ke Kepala Desa se-Kabupaten Serang, Apa Itu?

Hal ini menjadi pembangunan jalur kereta api pertama di Batavia yang menghubungkan Klein Boom (sekitar daerah Sunda Kelapa) dan Halte Koningsplein (saat ini menjadi Stasiun Gambir) pada tahun 1869. Kemudian, pada tahun 1871 dikembangkan lagi sampai ke Buitenzorg (Bogor) hingga tahun 1873.
Pada era Staatsspoorwegen (SS) di tahun 1913, SS resmi mengakuisisi jalur kereta api Batavia-Buitenzorg. Kemudian, stasiun ini dinamakan Batavia Noord untuk membedakan Stasiun Batavia Zuid (Jakarta Kota) yang terpisah 200 m di selatan stasiun ini. Stasiun ini sempat menjadi stasiun pusat sementara untuk menggantikan peran Stasiun Batavia Zuid yang sedang dalam pembangunan besar di lokasi tersebut.

BACA JUGA:
Menhub Tolak Wacana Tambah Stasiun Kereta Cepat Whoosh di Kopo

Pada awal abad ke-20, beberapa wilayah di selatan Jakarta mulai berkembang, sehingga kebutuhan menambah kapasitas jaringan kereta di Jakarta semakin terasa. Dan dimulaikan pembangunan Stasiun Gambir, Manggarai, Kemayoran, Pasar Senen, Tanah Abang, serta Jatinegara.
Tidak hanya pembangunan stasiun baru, melainkan ada kebutuhan untuk melakukan elektrifikasi jalur kereta di Jakarta. Hal ini didiskusikan oleh para ahli SS pada 1917 yang menyimpulkan elektrifikasi jalur kereta di Jakarta akan mendatangkan keuntungan bagi perusahaan.Pada 1923 tahap pertama elektrifikasi kereta dimulai dari jalur Tanjung Priok-Meester Cornelis (jatinegara) yang elektrifikasinya selesai pada 24 Desember 1924. Pada perayaan ulang tahun SS yang ke-50, pemerintah Hindia Belanda meresmikan elektrifikasi jalur kereta dan membuka Stasiun Tanjung Priok sebagai stasiun baru.
Kemudian Stasiun Batavia Noord ditutup sehubung dengan Stasiun Jakarta Kota yang kembali pada tahun 1929. Pada 1930, elektrifikasi jalur Jakarta dan Bogor juga telah usai sehingga terjadinya pengoperasian KRL di Jakarta sebagai tonggak dimulainya sistem transportasi massal modern pertama di Asia.</description><content:encoded>JAKARTA - Mengenal Batavia Noord stasiun kereta api tertua di Jakarta. Stasiun ini merupakan stasiun pertama yang menjadi cikal bakal KRL Commuter Line Jakarta - Bogor.
Dikutip dari laman kereta.id pada Senin, (8/01/2024), Stasiun Batavia Noord dibangun pada akhir abad ke-19 oleh perusahaan Kereta Api Hindia Belanda, Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Titip Pesan ke Kepala Desa se-Kabupaten Serang, Apa Itu?

Hal ini menjadi pembangunan jalur kereta api pertama di Batavia yang menghubungkan Klein Boom (sekitar daerah Sunda Kelapa) dan Halte Koningsplein (saat ini menjadi Stasiun Gambir) pada tahun 1869. Kemudian, pada tahun 1871 dikembangkan lagi sampai ke Buitenzorg (Bogor) hingga tahun 1873.
Pada era Staatsspoorwegen (SS) di tahun 1913, SS resmi mengakuisisi jalur kereta api Batavia-Buitenzorg. Kemudian, stasiun ini dinamakan Batavia Noord untuk membedakan Stasiun Batavia Zuid (Jakarta Kota) yang terpisah 200 m di selatan stasiun ini. Stasiun ini sempat menjadi stasiun pusat sementara untuk menggantikan peran Stasiun Batavia Zuid yang sedang dalam pembangunan besar di lokasi tersebut.

BACA JUGA:
Menhub Tolak Wacana Tambah Stasiun Kereta Cepat Whoosh di Kopo

Pada awal abad ke-20, beberapa wilayah di selatan Jakarta mulai berkembang, sehingga kebutuhan menambah kapasitas jaringan kereta di Jakarta semakin terasa. Dan dimulaikan pembangunan Stasiun Gambir, Manggarai, Kemayoran, Pasar Senen, Tanah Abang, serta Jatinegara.
Tidak hanya pembangunan stasiun baru, melainkan ada kebutuhan untuk melakukan elektrifikasi jalur kereta di Jakarta. Hal ini didiskusikan oleh para ahli SS pada 1917 yang menyimpulkan elektrifikasi jalur kereta di Jakarta akan mendatangkan keuntungan bagi perusahaan.Pada 1923 tahap pertama elektrifikasi kereta dimulai dari jalur Tanjung Priok-Meester Cornelis (jatinegara) yang elektrifikasinya selesai pada 24 Desember 1924. Pada perayaan ulang tahun SS yang ke-50, pemerintah Hindia Belanda meresmikan elektrifikasi jalur kereta dan membuka Stasiun Tanjung Priok sebagai stasiun baru.
Kemudian Stasiun Batavia Noord ditutup sehubung dengan Stasiun Jakarta Kota yang kembali pada tahun 1929. Pada 1930, elektrifikasi jalur Jakarta dan Bogor juga telah usai sehingga terjadinya pengoperasian KRL di Jakarta sebagai tonggak dimulainya sistem transportasi massal modern pertama di Asia.</content:encoded></item></channel></rss>
