<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Skandal Keamanan Boeing 737, Kemenhub Larang Pesawat Lion Air Terbang di Indonesia</title><description>Direktorat Jendral Perhubungan Udara ikut memberhentikan sementara operasional pesawat Boeing 737-9 Max milik Lion Air</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/08/320/2951591/skandal-keamanan-boeing-737-kemenhub-larang-pesawat-lion-air-terbang-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/08/320/2951591/skandal-keamanan-boeing-737-kemenhub-larang-pesawat-lion-air-terbang-di-indonesia"/><item><title>Skandal Keamanan Boeing 737, Kemenhub Larang Pesawat Lion Air Terbang di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/08/320/2951591/skandal-keamanan-boeing-737-kemenhub-larang-pesawat-lion-air-terbang-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/08/320/2951591/skandal-keamanan-boeing-737-kemenhub-larang-pesawat-lion-air-terbang-di-indonesia</guid><pubDate>Senin 08 Januari 2024 18:29 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/08/320/2951591/skandal-keamanan-boeing-737-kemenhub-larang-pesawat-lion-air-terbang-di-indonesia-St1WQfnGik.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Skandal Keamanan Boeing. (Foto: Okezone.com/Lion Air)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/08/320/2951591/skandal-keamanan-boeing-737-kemenhub-larang-pesawat-lion-air-terbang-di-indonesia-St1WQfnGik.jpg</image><title>Skandal Keamanan Boeing. (Foto: Okezone.com/Lion Air)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jendral Perhubungan Udara ikut memberhentikan sementara operasional pesawat Boeing 737-9 Max milik Lion Air. Hal itu menyusul video viral lepasnya pintu emergency exit pesawat Boeing 737- 9 MAX milik Alaska Airlines pada 5 Januari 2024.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara M Kristi Endah Murni mengatakan, pengentian operasi armada tersebut bertujuan untuk melakukan review lebih jauh terkait aspek keselamatan masyarakat.

BACA JUGA:
Pesawat Boeing 737 Max 9 Dikandangkan Usai Ledakan Panel Kabin

&quot;Berdasarkan review dan evaluasi oleh Ditjen Perhubungan Udara dan koordinasi dengan Lion Air diputuskan untuk memberhentikan pengoperasian sementara (temporary grounded) pesawat Boeing 737-9 Max  sejak tanggal 6 Januari 2024 sampai perkembangan lebih lanjut,&quot; ujar Kristi dalam keterangan resmi, Senin (8/1/2024).
Ditjen Perhubungan Udara selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak FAA, Boeing dan Lion Air untuk terus memonitor situasi tersebut dan akan memberikan informasi lebih lanjut seiring dengan perkembangan situasi.

BACA JUGA:
AS Larang 171 Boeing 737 MAX 9 Terbang Setelah Ledakan di Kabin Pesawat

&quot;Keamanan dan keselamatan operasi penerbangan tetap menjadi prioritas kami,&quot; sambungnya.
Sebelumnya, Ditjen Perhubungan Udara juga telah melakukan review dan evaluasi terhadap pesawat Boeing 737-9 MAX milik Lion Air dengan registrasi PK-LRF, PK-LRG, PK-LRI.Hasilnya, ketiga pesawat tersebut, memang tidak memiliki mid exit door plug sebagaimana yang terpasang di pesawat Alaska Airlines karena Lion Air menggunakan mid cabin emergency exit door type II.
Selanjutnya, Ditjen Perhubungan Udara telah menerbitkan Airworthiness Directives (AD) atau Petunjuk Pelaksanaan Kelaikan Udara 24-01-001-U tentang pemberlakuan FAA AD 2024-02-51 yang dikhususkan untuk pesawat B737-9 yang memiliki mid cabin door plug yang diterbitkan tanggal 7 Januari 2024. Sehingga penghentian operasi sementara beberapa armada Lion Air diterapkan.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jendral Perhubungan Udara ikut memberhentikan sementara operasional pesawat Boeing 737-9 Max milik Lion Air. Hal itu menyusul video viral lepasnya pintu emergency exit pesawat Boeing 737- 9 MAX milik Alaska Airlines pada 5 Januari 2024.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara M Kristi Endah Murni mengatakan, pengentian operasi armada tersebut bertujuan untuk melakukan review lebih jauh terkait aspek keselamatan masyarakat.

BACA JUGA:
Pesawat Boeing 737 Max 9 Dikandangkan Usai Ledakan Panel Kabin

&quot;Berdasarkan review dan evaluasi oleh Ditjen Perhubungan Udara dan koordinasi dengan Lion Air diputuskan untuk memberhentikan pengoperasian sementara (temporary grounded) pesawat Boeing 737-9 Max  sejak tanggal 6 Januari 2024 sampai perkembangan lebih lanjut,&quot; ujar Kristi dalam keterangan resmi, Senin (8/1/2024).
Ditjen Perhubungan Udara selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak FAA, Boeing dan Lion Air untuk terus memonitor situasi tersebut dan akan memberikan informasi lebih lanjut seiring dengan perkembangan situasi.

BACA JUGA:
AS Larang 171 Boeing 737 MAX 9 Terbang Setelah Ledakan di Kabin Pesawat

&quot;Keamanan dan keselamatan operasi penerbangan tetap menjadi prioritas kami,&quot; sambungnya.
Sebelumnya, Ditjen Perhubungan Udara juga telah melakukan review dan evaluasi terhadap pesawat Boeing 737-9 MAX milik Lion Air dengan registrasi PK-LRF, PK-LRG, PK-LRI.Hasilnya, ketiga pesawat tersebut, memang tidak memiliki mid exit door plug sebagaimana yang terpasang di pesawat Alaska Airlines karena Lion Air menggunakan mid cabin emergency exit door type II.
Selanjutnya, Ditjen Perhubungan Udara telah menerbitkan Airworthiness Directives (AD) atau Petunjuk Pelaksanaan Kelaikan Udara 24-01-001-U tentang pemberlakuan FAA AD 2024-02-51 yang dikhususkan untuk pesawat B737-9 yang memiliki mid cabin door plug yang diterbitkan tanggal 7 Januari 2024. Sehingga penghentian operasi sementara beberapa armada Lion Air diterapkan.</content:encoded></item></channel></rss>
