<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonom Sebut Program Ekonomi Hijau Ganjar-Mahfud Untungkan Indonesia</title><description>Ganjar Pranowo dan Mahfud MD  komitmen meningkatkan kesejahteraan rakyat, sekaligus menjaga  kelestarian lingkungan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/09/320/2951846/ekonom-sebut-program-ekonomi-hijau-ganjar-mahfud-untungkan-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/09/320/2951846/ekonom-sebut-program-ekonomi-hijau-ganjar-mahfud-untungkan-indonesia"/><item><title>Ekonom Sebut Program Ekonomi Hijau Ganjar-Mahfud Untungkan Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/09/320/2951846/ekonom-sebut-program-ekonomi-hijau-ganjar-mahfud-untungkan-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/09/320/2951846/ekonom-sebut-program-ekonomi-hijau-ganjar-mahfud-untungkan-indonesia</guid><pubDate>Selasa 09 Januari 2024 10:35 WIB</pubDate><dc:creator>Asla Lupanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/09/320/2951846/ekonom-sebut-program-ekonomi-hijau-ganjar-mahfud-untungkan-indonesia-9j1O4FArZp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Visi misi Ganjar Mahfud 2024 untungkan Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/09/320/2951846/ekonom-sebut-program-ekonomi-hijau-ganjar-mahfud-untungkan-indonesia-9j1O4FArZp.jpg</image><title>Visi misi Ganjar Mahfud 2024 untungkan Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMi8xLzE3NTQxNi81L3g4cXN2dWc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pasangan Capres Cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD komitmen meningkatkan kesejahteraan rakyat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu upayanya dengan pengurangan emisi rumah kaca, merupakan salah satu bentuk implementasi kebijakan ekonomi hijau (green economy).
Cawapres 2024 Mahfud MD mengatakan, Indonesia tidak akan dapat mencapai target bebas atau nol persen emisi tahun 2060, jika tidak memiliki regulasi menyeluruh dan mengikat semua pihak tentang penangkapan, penyimpanan dan perdagangan karbon.

BACA JUGA:
Momen Seru Ganjar Pranowo Layani Berondongan Pertanyaan Anak Muda di Acara Demokr(e)asi


Untuk itu, Ganjar-Mahfud akan melengkapi peraturan soal Penangkapan dan Penyimpanan Karbon (Carbon Capture and Storage/CCS), serta transaksi di bursa karbon dengan regulasi dan landasan hukum yang lebih komprehensif.
&quot;Selain bisa menguntungkan Indonesia dari sisi ekonomi, mengurangi emisi gas rumah kaca merupakan salah satu bentuk tanggung jawab masyarakat sebagai penduduk dunia untuk ikut berperan mengurangi pemanasan global,&quot; kata Mahfud.

BACA JUGA:
Pulang ke Jawa Tengah, Ganjar Pranowo Lanjut Safari Politik di Cilacap dan Banyumas


Secara terpisah, Ekonom UGM Fahmy Radhi menilai langkah calon presiden dan wakil presiden dalam Pemilu 2024 memasukkan perdagangan karbon dalam kampanye tepat karena memang Indonesia tidak bisa lagi mundur dari tanggung jawab bersama mengurangi emisi.
&quot;Saya kira sudah tepat Capres-Cawapres memasukkan karbon dalam visi dan misinya karena ini adalah tanggung jawab Indonesia juga sebagai warga dunia,&quot; papar, Fahmy, di Jakarta.
Menurutnya, komitmen yang ditunjukkan peserta Pilpres terhadap  ekonomi hijau, cukup memberikan gambaran bahwa calon pemimpin Indonesia  di masa mendatang peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Namun, Fahmy mengakui dari sisi regulasi dan roadmap memang masih  perlu pembahasan lebih jauh agar semua pihak yang terkait dapat  bersinergi. Regulasi hingga standar penilaian sertifikasi yang kredibel  akan menjadikan perdagangan karbon nasional tidak hanya diikuti oleh  pemain domestik, tetapi juga internasional.
Fahmy menambahkan sesunggungnya potensi ekonomi karbon di Indonesia  sangat besar. Dia mencontohkan sejumlah perusahaan seperti PLN atau  Pertamina masih sangat besar peluangnya beralih ke energi terbarukan.
&quot;Maka di situ ada potensi pengurangan energi kabon yang bisa  disertifikasi untuk diperdagangkan. Apalagi, Indonesia sudah memiliki  bursa karbon,&quot; paparnya.
Dia juga mengatakan potensi ekonomi dari kegiatan penjaringan dan  penyimpanan karbon juga sangat besar, meski membutuhkan teknologi  tinggi.
Di sisi lain, ujarnya, selain kewajiban membeli di pasar karbon,  Pemerintah perlu memberlakukan apresiasi, misalnya dalam bentuk green  tax dan green financing kepada perusahaan-perusahaan yang sudah  memberikan kontribusi dalam perdagangan karbon.
&quot;Jangan lupa, di Indonesia dan negara maju juga, pengembangan  kendaraan listrik itu sebuah keniscayaan yang harus dilakukan karena  penyumbang terbesar karbon adalah knalpot yang mengeluarkan karbon. Dan  ini menjadi kebutuhan dunia untuk melakukan itu,&quot; ujar Fahmy Radhi.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMi8xLzE3NTQxNi81L3g4cXN2dWc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pasangan Capres Cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD komitmen meningkatkan kesejahteraan rakyat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu upayanya dengan pengurangan emisi rumah kaca, merupakan salah satu bentuk implementasi kebijakan ekonomi hijau (green economy).
Cawapres 2024 Mahfud MD mengatakan, Indonesia tidak akan dapat mencapai target bebas atau nol persen emisi tahun 2060, jika tidak memiliki regulasi menyeluruh dan mengikat semua pihak tentang penangkapan, penyimpanan dan perdagangan karbon.

BACA JUGA:
Momen Seru Ganjar Pranowo Layani Berondongan Pertanyaan Anak Muda di Acara Demokr(e)asi


Untuk itu, Ganjar-Mahfud akan melengkapi peraturan soal Penangkapan dan Penyimpanan Karbon (Carbon Capture and Storage/CCS), serta transaksi di bursa karbon dengan regulasi dan landasan hukum yang lebih komprehensif.
&quot;Selain bisa menguntungkan Indonesia dari sisi ekonomi, mengurangi emisi gas rumah kaca merupakan salah satu bentuk tanggung jawab masyarakat sebagai penduduk dunia untuk ikut berperan mengurangi pemanasan global,&quot; kata Mahfud.

BACA JUGA:
Pulang ke Jawa Tengah, Ganjar Pranowo Lanjut Safari Politik di Cilacap dan Banyumas


Secara terpisah, Ekonom UGM Fahmy Radhi menilai langkah calon presiden dan wakil presiden dalam Pemilu 2024 memasukkan perdagangan karbon dalam kampanye tepat karena memang Indonesia tidak bisa lagi mundur dari tanggung jawab bersama mengurangi emisi.
&quot;Saya kira sudah tepat Capres-Cawapres memasukkan karbon dalam visi dan misinya karena ini adalah tanggung jawab Indonesia juga sebagai warga dunia,&quot; papar, Fahmy, di Jakarta.
Menurutnya, komitmen yang ditunjukkan peserta Pilpres terhadap  ekonomi hijau, cukup memberikan gambaran bahwa calon pemimpin Indonesia  di masa mendatang peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Namun, Fahmy mengakui dari sisi regulasi dan roadmap memang masih  perlu pembahasan lebih jauh agar semua pihak yang terkait dapat  bersinergi. Regulasi hingga standar penilaian sertifikasi yang kredibel  akan menjadikan perdagangan karbon nasional tidak hanya diikuti oleh  pemain domestik, tetapi juga internasional.
Fahmy menambahkan sesunggungnya potensi ekonomi karbon di Indonesia  sangat besar. Dia mencontohkan sejumlah perusahaan seperti PLN atau  Pertamina masih sangat besar peluangnya beralih ke energi terbarukan.
&quot;Maka di situ ada potensi pengurangan energi kabon yang bisa  disertifikasi untuk diperdagangkan. Apalagi, Indonesia sudah memiliki  bursa karbon,&quot; paparnya.
Dia juga mengatakan potensi ekonomi dari kegiatan penjaringan dan  penyimpanan karbon juga sangat besar, meski membutuhkan teknologi  tinggi.
Di sisi lain, ujarnya, selain kewajiban membeli di pasar karbon,  Pemerintah perlu memberlakukan apresiasi, misalnya dalam bentuk green  tax dan green financing kepada perusahaan-perusahaan yang sudah  memberikan kontribusi dalam perdagangan karbon.
&quot;Jangan lupa, di Indonesia dan negara maju juga, pengembangan  kendaraan listrik itu sebuah keniscayaan yang harus dilakukan karena  penyumbang terbesar karbon adalah knalpot yang mengeluarkan karbon. Dan  ini menjadi kebutuhan dunia untuk melakukan itu,&quot; ujar Fahmy Radhi.</content:encoded></item></channel></rss>
