<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Food Estate Disebut Untungkan Kroni, Mentan: Pertanian Bukan untuk Diperdebatkan tapi Dikerjakan</title><description>Food estate disebut-sebut salah satu pasangan calon presiden (Capres) dalam Debat Ketiga Capres</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/09/320/2952034/food-estate-disebut-untungkan-kroni-mentan-pertanian-bukan-untuk-diperdebatkan-tapi-dikerjakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/09/320/2952034/food-estate-disebut-untungkan-kroni-mentan-pertanian-bukan-untuk-diperdebatkan-tapi-dikerjakan"/><item><title>Food Estate Disebut Untungkan Kroni, Mentan: Pertanian Bukan untuk Diperdebatkan tapi Dikerjakan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/09/320/2952034/food-estate-disebut-untungkan-kroni-mentan-pertanian-bukan-untuk-diperdebatkan-tapi-dikerjakan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/09/320/2952034/food-estate-disebut-untungkan-kroni-mentan-pertanian-bukan-untuk-diperdebatkan-tapi-dikerjakan</guid><pubDate>Selasa 09 Januari 2024 15:13 WIB</pubDate><dc:creator>Pika Piqhaniah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/09/320/2952034/food-estate-disebut-untungkan-kroni-mentan-pertanian-bukan-untuk-diperdebatkan-tapi-dikerjakan-fXRKaK9Avr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mentan Amran Soal Food Estate. (Foto: Okezone.com/Kementan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/09/320/2952034/food-estate-disebut-untungkan-kroni-mentan-pertanian-bukan-untuk-diperdebatkan-tapi-dikerjakan-fXRKaK9Avr.jpg</image><title>Mentan Amran Soal Food Estate. (Foto: Okezone.com/Kementan)</title></images><description>JAKARTA - Food estate disebut-sebut salah satu pasangan calon presiden (Capres) dalam Debat Ketiga Capres. Food estate disebut hanya menguntungkan kroni.
Menyikapi hal tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan program lumbung pangan atau food estate bukan hal yang perlu diperdebatkan. Terlebih sudah ada keberhasilan pada program tersebut.

BACA JUGA:
Mentan dan Wamenhan Kunjungi Gunung Mas, Pastikan Food Estate Berjalan Baik

&quot;Pertanian itu bukan untuk diperdebatkan, kemarin 600 hektare itu kita sudah tanami jagung berhasil kan, singkong juga,&quot; ujar Amran, dikutip dari Antara, Jakarta, Selasa (9/1/2023).
Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) berkolaborasi dalam food estate lahan jagung seluas 600 hektare di kawasan Food Estate Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.
Menurut Amran, food estate merupakan upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan jagung nasional, sehingga tak perlu diributkan atau diperdebatkan secara luas.

BACA JUGA:
Kunjungi Lahan Food Estate di Kalteng, Mentan Amran Pastikan Kondisi Jagung Tumbuh Baik

&quot;Siapapun yang memperdebatkan pertanian, itu bukan untuk diperdebatkan tapi dikerjakan. Buktinya jagung sudah, umurnya dua bulan, seumur jabatan saya, sekarang tumbuh subur,&quot; katanya.
Food estate nantinya akan dijadikan sebagai sentra dan berkekuatan besar bagi cadangan pangan Indonesia, terutama dalam mengantisipasi kepadatan jumlah penduduk yang terus meningkat.Program ini merupakan salah satu kebijakan yang masuk dalam Program Strategis Nasional 2020-2024. Food estate mengembangkan sejumlah komoditas yaitu cabai, padi, singkong, jagung, kacang tanah, hingga kentang.
Pelaksanaan program yang digagas Presiden Joko Widodo itu tersebar di sejumlah wilayah di antaranya Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Papua.
Dalam pelaksanaannya, masing-masing wilayah lumbung pangan mengembangkan komoditas yang berbeda-beda. Lumbung pangan di Sumba Tengah, misalnya, difokuskan pada pengembangan komoditas padi dan jagung.</description><content:encoded>JAKARTA - Food estate disebut-sebut salah satu pasangan calon presiden (Capres) dalam Debat Ketiga Capres. Food estate disebut hanya menguntungkan kroni.
Menyikapi hal tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan program lumbung pangan atau food estate bukan hal yang perlu diperdebatkan. Terlebih sudah ada keberhasilan pada program tersebut.

BACA JUGA:
Mentan dan Wamenhan Kunjungi Gunung Mas, Pastikan Food Estate Berjalan Baik

&quot;Pertanian itu bukan untuk diperdebatkan, kemarin 600 hektare itu kita sudah tanami jagung berhasil kan, singkong juga,&quot; ujar Amran, dikutip dari Antara, Jakarta, Selasa (9/1/2023).
Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) berkolaborasi dalam food estate lahan jagung seluas 600 hektare di kawasan Food Estate Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.
Menurut Amran, food estate merupakan upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan jagung nasional, sehingga tak perlu diributkan atau diperdebatkan secara luas.

BACA JUGA:
Kunjungi Lahan Food Estate di Kalteng, Mentan Amran Pastikan Kondisi Jagung Tumbuh Baik

&quot;Siapapun yang memperdebatkan pertanian, itu bukan untuk diperdebatkan tapi dikerjakan. Buktinya jagung sudah, umurnya dua bulan, seumur jabatan saya, sekarang tumbuh subur,&quot; katanya.
Food estate nantinya akan dijadikan sebagai sentra dan berkekuatan besar bagi cadangan pangan Indonesia, terutama dalam mengantisipasi kepadatan jumlah penduduk yang terus meningkat.Program ini merupakan salah satu kebijakan yang masuk dalam Program Strategis Nasional 2020-2024. Food estate mengembangkan sejumlah komoditas yaitu cabai, padi, singkong, jagung, kacang tanah, hingga kentang.
Pelaksanaan program yang digagas Presiden Joko Widodo itu tersebar di sejumlah wilayah di antaranya Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Papua.
Dalam pelaksanaannya, masing-masing wilayah lumbung pangan mengembangkan komoditas yang berbeda-beda. Lumbung pangan di Sumba Tengah, misalnya, difokuskan pada pengembangan komoditas padi dan jagung.</content:encoded></item></channel></rss>
