<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangun Infrastruktur Sumber Daya Air, RI Butuh Rp26,1 Kuadriliun</title><description>Kemenko Marinves mengungkapkan Indonesia membutuhkan banyak investasi khususnya di sektor sumber daya air.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/09/320/2952199/bangun-infrastruktur-sumber-daya-air-ri-butuh-rp26-1-kuadriliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/09/320/2952199/bangun-infrastruktur-sumber-daya-air-ri-butuh-rp26-1-kuadriliun"/><item><title>Bangun Infrastruktur Sumber Daya Air, RI Butuh Rp26,1 Kuadriliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/09/320/2952199/bangun-infrastruktur-sumber-daya-air-ri-butuh-rp26-1-kuadriliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/09/320/2952199/bangun-infrastruktur-sumber-daya-air-ri-butuh-rp26-1-kuadriliun</guid><pubDate>Selasa 09 Januari 2024 20:04 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/09/320/2952199/bangun-infrastruktur-sumber-daya-air-ri-butuh-rp26-1-kuadriliun-gPfTJjV7Ui.png" expression="full" type="image/jpeg">Infrastruktur Air Bersih di Indonesia Membutuhkan Anggaran Besar. (foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/09/320/2952199/bangun-infrastruktur-sumber-daya-air-ri-butuh-rp26-1-kuadriliun-gPfTJjV7Ui.png</image><title>Infrastruktur Air Bersih di Indonesia Membutuhkan Anggaran Besar. (foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marinves) mengungkapkan Indonesia membutuhkan banyak investasi khususnya di sektor sumber daya air. Nilainya bahkan mencapai Rp26,11 kuardriliun.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Nani Hendiarti mengungkapkan, kebutuhan pembiayaan pembangunan infrastruktur sumber daya air di Indonesia diproyeksikan tembus sekitar USD1,7 triliun, atau jika dirupiahkan nilainya mencapai sekitar Rp26,11 kuadriliun.

BACA JUGA:
APBN 2024 Gelontorkan Rp40 Triliun untuk Infrastruktur IKN&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;APBN hanya 30-37% untuk kebutuhan pembiayaan infrastruktur air yang dibutuhkan, untum mencapai targetnya, akses air minum adil, terjangkau bagi masyarakat luas, masih membutuhkan tambahan investasi Rp1,7 triliun USD, jadi besar sekali,&quot; ujar Nani dalam konferensi pers virtual, Selasa (9/1/2024).
Menurutnya, kebutuhan biaya yang besar itu menimbang jumlah populasi serta sebaran penduduk di Indonesia yang saat ini jumlahnya sekitar 273 juta orang. Sehingga pembangunan bendungan, irigasi, hingga saluran perpipaan, dan lainnya masih membutuhkan pembiayaan yang besar.

BACA JUGA:
Ekonomi RI Bisa Tumbuh 7% dengan Infrastruktur Digital

&quot;Kalau kebutuhan atau penduduk besar, itu perlu investasi yang besar, maka pendekatannya blended financing,&quot; sambungnya.Lebih lanjut, Nani mencontohkan, saat ini di sektor air minum khususnya perpipaan di Indonesia baru 26% yang tersambung. Sedangkan untuk menambah sekitar 4% saja menjadi 30%, membutuhkan biaya investasi sekitar Rp123 triliun. Sehingga menurutnya sektor sumber daya air ini memang menurutnya punya potensi investasi yang cukup besar di Indonesia.
Nani berharap, lewat penyelenggaraan World Water Forum (WWF) yang akan diselenggarakan pada bulan Mei 2024 mendatang, bisa menarik atensi dunia khususnya dalam menjalin skema kerjasama pengelolaan sumber daya air di Indonesia.
&quot;Dalam WWF ini akan ada pertemuan bisnis untuk mengundang investor, beberapa negara sudah punya hubungan baik dengan Indonesia, kita akan membuat sesi itu, harapannya kita bisa meningkatkan kerjasama untuk percepatan pembangungan infrastruktur air,&quot; tutup Nani.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marinves) mengungkapkan Indonesia membutuhkan banyak investasi khususnya di sektor sumber daya air. Nilainya bahkan mencapai Rp26,11 kuardriliun.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Nani Hendiarti mengungkapkan, kebutuhan pembiayaan pembangunan infrastruktur sumber daya air di Indonesia diproyeksikan tembus sekitar USD1,7 triliun, atau jika dirupiahkan nilainya mencapai sekitar Rp26,11 kuadriliun.

BACA JUGA:
APBN 2024 Gelontorkan Rp40 Triliun untuk Infrastruktur IKN&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;APBN hanya 30-37% untuk kebutuhan pembiayaan infrastruktur air yang dibutuhkan, untum mencapai targetnya, akses air minum adil, terjangkau bagi masyarakat luas, masih membutuhkan tambahan investasi Rp1,7 triliun USD, jadi besar sekali,&quot; ujar Nani dalam konferensi pers virtual, Selasa (9/1/2024).
Menurutnya, kebutuhan biaya yang besar itu menimbang jumlah populasi serta sebaran penduduk di Indonesia yang saat ini jumlahnya sekitar 273 juta orang. Sehingga pembangunan bendungan, irigasi, hingga saluran perpipaan, dan lainnya masih membutuhkan pembiayaan yang besar.

BACA JUGA:
Ekonomi RI Bisa Tumbuh 7% dengan Infrastruktur Digital

&quot;Kalau kebutuhan atau penduduk besar, itu perlu investasi yang besar, maka pendekatannya blended financing,&quot; sambungnya.Lebih lanjut, Nani mencontohkan, saat ini di sektor air minum khususnya perpipaan di Indonesia baru 26% yang tersambung. Sedangkan untuk menambah sekitar 4% saja menjadi 30%, membutuhkan biaya investasi sekitar Rp123 triliun. Sehingga menurutnya sektor sumber daya air ini memang menurutnya punya potensi investasi yang cukup besar di Indonesia.
Nani berharap, lewat penyelenggaraan World Water Forum (WWF) yang akan diselenggarakan pada bulan Mei 2024 mendatang, bisa menarik atensi dunia khususnya dalam menjalin skema kerjasama pengelolaan sumber daya air di Indonesia.
&quot;Dalam WWF ini akan ada pertemuan bisnis untuk mengundang investor, beberapa negara sudah punya hubungan baik dengan Indonesia, kita akan membuat sesi itu, harapannya kita bisa meningkatkan kerjasama untuk percepatan pembangungan infrastruktur air,&quot; tutup Nani.</content:encoded></item></channel></rss>
