<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bertemu Mendag Filipina, Erick Thohir Tawarkan Kerja Sama Nikel</title><description>Erick Thohir bertemu dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), dan Menteri Perdagangan Filipina.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/11/320/2952985/bertemu-mendag-filipina-erick-thohir-tawarkan-kerja-sama-nikel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/11/320/2952985/bertemu-mendag-filipina-erick-thohir-tawarkan-kerja-sama-nikel"/><item><title>Bertemu Mendag Filipina, Erick Thohir Tawarkan Kerja Sama Nikel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/11/320/2952985/bertemu-mendag-filipina-erick-thohir-tawarkan-kerja-sama-nikel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/11/320/2952985/bertemu-mendag-filipina-erick-thohir-tawarkan-kerja-sama-nikel</guid><pubDate>Kamis 11 Januari 2024 11:33 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/11/320/2952985/bertemu-mendag-filipina-erick-thohir-tawarkan-kerja-sama-nikel-pil9BmSyqb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir ajak Filipina kerjasama Nikel (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/11/320/2952985/bertemu-mendag-filipina-erick-thohir-tawarkan-kerja-sama-nikel-pil9BmSyqb.jpg</image><title>Erick Thohir ajak Filipina kerjasama Nikel (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMy8xLzE3NTEwMy81L3g4cWk4azQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menteri BUMN Erick Thohir bertemu dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), dan Menteri Perdagangan Filipina Alfredo E Pascual di Manila. Melalui forum bilateral itu, delegasi Indonesia membuka peluang besar kepada otoritas Filipina untuk menggodok investasi di sektor energi, khususnya pengolahan nikel.
Indonesia memang menjadi salah satu negara penghasil nikel terbesar di dunia. Menurut Booklet Nikel 2020, cadangan nikel di Tanah Air mencapai 4,5 miliar ton. Dengan jumlah tersebut, Indonesia dijuluki sebagai raja nikel dunia.

BACA JUGA:
Lantik 13 Pejabat Baru Kementerian BUMN, Erick Thohir Minta 9 PSN Diselesaikan


&amp;ldquo;Saya bersama Kadin Indonesia bertemu Menteri Perdagangan Filipina, Alfredo E Pascual. Kami membuka peluang bekerja sama dengan Filipina dalam mengelola energi, khususnya nikel,&amp;rdquo; ucap Erick melalui akun Instagramnya, dikutip Kamis (11/1/2024).
Menurutnya, hilirisasi nikel memberi manfaat besar tidak hanya bagi makro ekonomi Indonesia, tapi juga Filipina. Sehingga, investasi di sektor tersebut terus digejot pemerintah.

BACA JUGA:
Budi Said Ajukan PKPU Antam, Begini Kata Stafsus Erick Thohir


&amp;ldquo;Nikel bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi di masing-masing negara. Kami ingin kekayaan alam negara kita bisa benar-benar dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat,&amp;rdquo; bebernya.
Erick memang ikut mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan lawatan ke tiga negara di Asia Tenggara (ASEAN), yakni Filipina, Vietnam, dan Brunei Darussalam. Hingga Rabu siang, Kepala Negara dan rombongan masih berada negara Mutiara Laut dari Orien itu.
Melalui akun sosial medianya, Erick juga memperlihatkan dirinya  mendampingi Jokowi saat bertemu dengan Presiden Filipina, Ferdinand  Marcos jr atau Bongbong Marcos di Istana Malacanang Manila.
&quot;Kami ingin hadir di sini, tidak hanya BUMN dan pihak swasta. Namun  kami terbuka membuat konsorsium dengan biaya men Filipina untuk menjalin  kemitraan ini,&quot; kata dia.
Indonesia, lanjut Erick, memandang Filipina sebagai mitra strategis  untuk sejumlah kerja sama. Dalam kunjungan Jokowi kali ini, Indonesia  menyepakati penandatanganan MoU dengan Filipina di sektor energi.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMy8xLzE3NTEwMy81L3g4cWk4azQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menteri BUMN Erick Thohir bertemu dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), dan Menteri Perdagangan Filipina Alfredo E Pascual di Manila. Melalui forum bilateral itu, delegasi Indonesia membuka peluang besar kepada otoritas Filipina untuk menggodok investasi di sektor energi, khususnya pengolahan nikel.
Indonesia memang menjadi salah satu negara penghasil nikel terbesar di dunia. Menurut Booklet Nikel 2020, cadangan nikel di Tanah Air mencapai 4,5 miliar ton. Dengan jumlah tersebut, Indonesia dijuluki sebagai raja nikel dunia.

BACA JUGA:
Lantik 13 Pejabat Baru Kementerian BUMN, Erick Thohir Minta 9 PSN Diselesaikan


&amp;ldquo;Saya bersama Kadin Indonesia bertemu Menteri Perdagangan Filipina, Alfredo E Pascual. Kami membuka peluang bekerja sama dengan Filipina dalam mengelola energi, khususnya nikel,&amp;rdquo; ucap Erick melalui akun Instagramnya, dikutip Kamis (11/1/2024).
Menurutnya, hilirisasi nikel memberi manfaat besar tidak hanya bagi makro ekonomi Indonesia, tapi juga Filipina. Sehingga, investasi di sektor tersebut terus digejot pemerintah.

BACA JUGA:
Budi Said Ajukan PKPU Antam, Begini Kata Stafsus Erick Thohir


&amp;ldquo;Nikel bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi di masing-masing negara. Kami ingin kekayaan alam negara kita bisa benar-benar dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat,&amp;rdquo; bebernya.
Erick memang ikut mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan lawatan ke tiga negara di Asia Tenggara (ASEAN), yakni Filipina, Vietnam, dan Brunei Darussalam. Hingga Rabu siang, Kepala Negara dan rombongan masih berada negara Mutiara Laut dari Orien itu.
Melalui akun sosial medianya, Erick juga memperlihatkan dirinya  mendampingi Jokowi saat bertemu dengan Presiden Filipina, Ferdinand  Marcos jr atau Bongbong Marcos di Istana Malacanang Manila.
&quot;Kami ingin hadir di sini, tidak hanya BUMN dan pihak swasta. Namun  kami terbuka membuat konsorsium dengan biaya men Filipina untuk menjalin  kemitraan ini,&quot; kata dia.
Indonesia, lanjut Erick, memandang Filipina sebagai mitra strategis  untuk sejumlah kerja sama. Dalam kunjungan Jokowi kali ini, Indonesia  menyepakati penandatanganan MoU dengan Filipina di sektor energi.</content:encoded></item></channel></rss>
