<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahfud MD Siap Kembalikan Kejayaan Pulau Madura Jadi Sentra Produksi Garam Dunia</title><description></description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/11/320/2953065/mahfud-md-siap-kembalikan-kejayaan-pulau-madura-jadi-sentra-produksi-garam-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/11/320/2953065/mahfud-md-siap-kembalikan-kejayaan-pulau-madura-jadi-sentra-produksi-garam-dunia"/><item><title>Mahfud MD Siap Kembalikan Kejayaan Pulau Madura Jadi Sentra Produksi Garam Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/11/320/2953065/mahfud-md-siap-kembalikan-kejayaan-pulau-madura-jadi-sentra-produksi-garam-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/11/320/2953065/mahfud-md-siap-kembalikan-kejayaan-pulau-madura-jadi-sentra-produksi-garam-dunia</guid><pubDate>Kamis 11 Januari 2024 13:23 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/11/320/2953065/mahfud-md-siap-kembalikan-kejayaan-pulau-madura-jadi-sentra-produksi-garam-dunia-o0ITCpazTz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahfud MD siap kembalikan kejayaan Madura (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/11/320/2953065/mahfud-md-siap-kembalikan-kejayaan-pulau-madura-jadi-sentra-produksi-garam-dunia-o0ITCpazTz.jpg</image><title>Mahfud MD siap kembalikan kejayaan Madura (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xMC8xLzE3NjAwNi81L3g4cmM1bHY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MADURA - Calon Wakil Presiden Nomor 3 Mahfud MD siap mengembalikan kejayaan Pulau Madura sebagai sentra produksi garam nasional. Tapi saat ini potensi tersebut tergerus akibat proyek impor yang membuat produksi petani kalah saing.
Bahkan menurut Mahfud, besarnya potensi produksi garam Madura itu juga sempat menjadi eksportir garam ke seluruh dunia. Hal itu membuat Madura mendapat julukan sebagai pulau garam.

BACA JUGA:
Diaspora Indonesia di AS: Kami Dulu Dukung Jokowi, Sekarang All Out Menangkan Ganjar Mahfud!


&quot;Dulu Madura disebut pulau garam karena Madura ini yang ekspor garam ke seluruh dunia. Tapi sekarang pabrik garam di Madura itu rugi,&quot; ujar Mahfud di Pondok Pesantren Nahdlatut Tullab Madura, Kamis (11/1/2024).
Pada kesempatan tersebut, pasangan Calon Nomor Urut 03 itu berkomitmen untuk mengembalikan kejayaan Madura sebagai pulau garam. Hal itu dilakukan dengan mendorong petani garam, pengusaha lokal atau skala rumahan di Madura untuk memproduksi garam.

BACA JUGA:
Silaturahmi ke Ponpes Tertua di Madura, Mahfud MD: Waktu Kecil Ayah Sering Mengajak ke Sini 


&quot;Sehingga ini harus diperbaiki, citra Madura sebagai pulau garam harus dikembalikan, disinilah garam terbaik dunia itu dibuat,&quot; lanjutnya.
Adapun komitmen dukungan yang disiapkan oleh Paslon 03 itu seperti memberikan kemudahan akses kredit dengan bunga yang rendah bagi para pelaku UMKM, hingga kemudahan akses untuk menerbitkan izin usaha bagi pelaku UMKM.
Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki garis pantai  terpanjang di dunia memang punya potensi yang besar untuk pengembangan  industri garam. Tapi menurut Mahfud, produksi petani lokal justru kalah  saing dengan garam impor, terutama dari aspek harga.
&quot;PT Garam sejak saya di dpr tahun 2004, isunya garam di Madura nggak  beres-beres, kenapa? Garam kita impor dari luar, kita sendiri tidak mau  memperbaiki yang kita punya,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xMC8xLzE3NjAwNi81L3g4cmM1bHY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MADURA - Calon Wakil Presiden Nomor 3 Mahfud MD siap mengembalikan kejayaan Pulau Madura sebagai sentra produksi garam nasional. Tapi saat ini potensi tersebut tergerus akibat proyek impor yang membuat produksi petani kalah saing.
Bahkan menurut Mahfud, besarnya potensi produksi garam Madura itu juga sempat menjadi eksportir garam ke seluruh dunia. Hal itu membuat Madura mendapat julukan sebagai pulau garam.

BACA JUGA:
Diaspora Indonesia di AS: Kami Dulu Dukung Jokowi, Sekarang All Out Menangkan Ganjar Mahfud!


&quot;Dulu Madura disebut pulau garam karena Madura ini yang ekspor garam ke seluruh dunia. Tapi sekarang pabrik garam di Madura itu rugi,&quot; ujar Mahfud di Pondok Pesantren Nahdlatut Tullab Madura, Kamis (11/1/2024).
Pada kesempatan tersebut, pasangan Calon Nomor Urut 03 itu berkomitmen untuk mengembalikan kejayaan Madura sebagai pulau garam. Hal itu dilakukan dengan mendorong petani garam, pengusaha lokal atau skala rumahan di Madura untuk memproduksi garam.

BACA JUGA:
Silaturahmi ke Ponpes Tertua di Madura, Mahfud MD: Waktu Kecil Ayah Sering Mengajak ke Sini 


&quot;Sehingga ini harus diperbaiki, citra Madura sebagai pulau garam harus dikembalikan, disinilah garam terbaik dunia itu dibuat,&quot; lanjutnya.
Adapun komitmen dukungan yang disiapkan oleh Paslon 03 itu seperti memberikan kemudahan akses kredit dengan bunga yang rendah bagi para pelaku UMKM, hingga kemudahan akses untuk menerbitkan izin usaha bagi pelaku UMKM.
Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki garis pantai  terpanjang di dunia memang punya potensi yang besar untuk pengembangan  industri garam. Tapi menurut Mahfud, produksi petani lokal justru kalah  saing dengan garam impor, terutama dari aspek harga.
&quot;PT Garam sejak saya di dpr tahun 2004, isunya garam di Madura nggak  beres-beres, kenapa? Garam kita impor dari luar, kita sendiri tidak mau  memperbaiki yang kita punya,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
