<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BRI Bidik Penyaluran KUR 2024 Capai Rp165 Triliun</title><description>PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mendapatkan alokasi KUR terbesar untuk tahun 2024, yakni senilai Rp165 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/12/320/2953547/bri-bidik-penyaluran-kur-2024-capai-rp165-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/12/320/2953547/bri-bidik-penyaluran-kur-2024-capai-rp165-triliun"/><item><title>BRI Bidik Penyaluran KUR 2024 Capai Rp165 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/12/320/2953547/bri-bidik-penyaluran-kur-2024-capai-rp165-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/12/320/2953547/bri-bidik-penyaluran-kur-2024-capai-rp165-triliun</guid><pubDate>Jum'at 12 Januari 2024 10:26 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/12/320/2953547/bri-bidik-penyaluran-kur-2024-capai-rp165-triliun-3uGZJnptsd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Target penyaluran KUR BRI tahun 2024 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/12/320/2953547/bri-bidik-penyaluran-kur-2024-capai-rp165-triliun-3uGZJnptsd.jpg</image><title>Target penyaluran KUR BRI tahun 2024 (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wMi8xLzE3NTcxOC81L3g4cjJ4dGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mendapatkan alokasi KUR terbesar untuk tahun 2024, yakni senilai Rp165 triliun. Target KUR tercatat lebih rendah dibandingkan target tahun 2023 sebesar Rp194,4 triliun.
Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan perseroan berkomitmen untuk dapat memenuhi target tersebut mengingat saat ini BRI sudah memiliki infrastruktur yang memadai serta sumber pertumbuhan baru melalui Ekosistem Ultra Mikro bersama Pegadaian dan PNM.

BACA JUGA:
BRI Berikan Rp1 Miliar Kepada Juara Umum Nugraha Karya Desa BRILiaN 


&amp;ldquo;Dari sisi infrastruktur, saat ini BRI telah memiliki BRISPOT yang terus dioptimalisasikan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pekerjaan tenaga pemasar (mantri). Selain itu kami juga akan mengoptimalkan potensi dari ekosistem model bisnis baru seperti PARI dan Localoka,&amp;rdquo; kata Supari dalam keterangan resmi, Jumat (12/1/2024).
Pada tahun 2023 lalu, BRI sendiri berhasil berhasil menyalurkan KUR senilai Rp163,3 triliun kepada 3,5 juta debitur. Mayoritas penyaluran KUR BRI disalurkan untuk sektor produksi dengan proporsi mencapai 57,38%.

BACA JUGA:
Bebas Pulsa! Ini Cara Telepon Contact BRI lewat BRImo


Supari menambahkan, BRI juga saat ini telah memiliki sumber pertumbuhan baru melalui Holding Ultra Mikro yang diyakini dapat mendorong penyaluran KUR kepada grassroot.
&amp;ldquo;Dalam 2 tahun, integrasi dari ekosistem ultra mikro tersebut berhasil memberikan akses pembiayaan, literasi keuangan dan pemberdayaan kepada lebih dari 37 juta nasabah peminjam dan 165 juta rekening tabungan mikro,&quot; ujar Supari.
Di samping itu, penciptaan lapangan pekerjaan, peningkatan pendapatan  masyarakat dan perekonomian grass root juga tercipta dari ekosistem  ini, salah satunya terbukti dari peningkatan 1 juta debitur ultra mikro  yang naik kelas ke segmen mikro.
&quot;Pendekatan oleh integrasi ekosistem ultra mikro ini dapat menjadi  role model untuk menaikkelaskan pelaku usaha di ekonomi grass root  secara terstruktur dan berkelanjutan (sustain),&amp;rdquo; imbuh Supari.
Secara umum, ekosistem ultra mikro ini mampu membuka akses keuangan  dan memberikan customer experience yang baik terhadap layanan keuangan  yang di-customize sesuai dengan kebutuhan nasabah ultra mikro.
Hasilnya masyarakat segmen ultra mikro yang belum terlayani keuangan  formal di Indonesia turun dari 30 juta orang di tahun 2018 menjadi hanya  sekitar 9 juta pada tahun 2023.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wMi8xLzE3NTcxOC81L3g4cjJ4dGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mendapatkan alokasi KUR terbesar untuk tahun 2024, yakni senilai Rp165 triliun. Target KUR tercatat lebih rendah dibandingkan target tahun 2023 sebesar Rp194,4 triliun.
Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan perseroan berkomitmen untuk dapat memenuhi target tersebut mengingat saat ini BRI sudah memiliki infrastruktur yang memadai serta sumber pertumbuhan baru melalui Ekosistem Ultra Mikro bersama Pegadaian dan PNM.

BACA JUGA:
BRI Berikan Rp1 Miliar Kepada Juara Umum Nugraha Karya Desa BRILiaN 


&amp;ldquo;Dari sisi infrastruktur, saat ini BRI telah memiliki BRISPOT yang terus dioptimalisasikan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pekerjaan tenaga pemasar (mantri). Selain itu kami juga akan mengoptimalkan potensi dari ekosistem model bisnis baru seperti PARI dan Localoka,&amp;rdquo; kata Supari dalam keterangan resmi, Jumat (12/1/2024).
Pada tahun 2023 lalu, BRI sendiri berhasil berhasil menyalurkan KUR senilai Rp163,3 triliun kepada 3,5 juta debitur. Mayoritas penyaluran KUR BRI disalurkan untuk sektor produksi dengan proporsi mencapai 57,38%.

BACA JUGA:
Bebas Pulsa! Ini Cara Telepon Contact BRI lewat BRImo


Supari menambahkan, BRI juga saat ini telah memiliki sumber pertumbuhan baru melalui Holding Ultra Mikro yang diyakini dapat mendorong penyaluran KUR kepada grassroot.
&amp;ldquo;Dalam 2 tahun, integrasi dari ekosistem ultra mikro tersebut berhasil memberikan akses pembiayaan, literasi keuangan dan pemberdayaan kepada lebih dari 37 juta nasabah peminjam dan 165 juta rekening tabungan mikro,&quot; ujar Supari.
Di samping itu, penciptaan lapangan pekerjaan, peningkatan pendapatan  masyarakat dan perekonomian grass root juga tercipta dari ekosistem  ini, salah satunya terbukti dari peningkatan 1 juta debitur ultra mikro  yang naik kelas ke segmen mikro.
&quot;Pendekatan oleh integrasi ekosistem ultra mikro ini dapat menjadi  role model untuk menaikkelaskan pelaku usaha di ekonomi grass root  secara terstruktur dan berkelanjutan (sustain),&amp;rdquo; imbuh Supari.
Secara umum, ekosistem ultra mikro ini mampu membuka akses keuangan  dan memberikan customer experience yang baik terhadap layanan keuangan  yang di-customize sesuai dengan kebutuhan nasabah ultra mikro.
Hasilnya masyarakat segmen ultra mikro yang belum terlayani keuangan  formal di Indonesia turun dari 30 juta orang di tahun 2018 menjadi hanya  sekitar 9 juta pada tahun 2023.</content:encoded></item></channel></rss>
