<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dikeluhkan Petani Tebu soal Impor Gula, Ganjar Bakal Utamakan Produk Dalam Negeri</title><description>Ganjar Pranowo berdialog dan ramah tamah dengan petani tebu di Kertosono, Nganjuk.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/12/320/2953745/dikeluhkan-petani-tebu-soal-impor-gula-ganjar-bakal-utamakan-produk-dalam-negeri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/12/320/2953745/dikeluhkan-petani-tebu-soal-impor-gula-ganjar-bakal-utamakan-produk-dalam-negeri"/><item><title>Dikeluhkan Petani Tebu soal Impor Gula, Ganjar Bakal Utamakan Produk Dalam Negeri</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/12/320/2953745/dikeluhkan-petani-tebu-soal-impor-gula-ganjar-bakal-utamakan-produk-dalam-negeri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/12/320/2953745/dikeluhkan-petani-tebu-soal-impor-gula-ganjar-bakal-utamakan-produk-dalam-negeri</guid><pubDate>Jum'at 12 Januari 2024 16:05 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/12/320/2953745/dikeluhkan-petani-tebu-soal-impor-gula-ganjar-bakal-utamakan-produk-dalam-negeri-Im53oLIGLj.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo Panen Tebu (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/12/320/2953745/dikeluhkan-petani-tebu-soal-impor-gula-ganjar-bakal-utamakan-produk-dalam-negeri-Im53oLIGLj.jpeg</image><title>Ganjar Pranowo Panen Tebu (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xMC8xLzE3NjAwNC81L3g4cmMzZGw=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Calon Presiden nomor urut 3 yang didukung Partai Perindo, Ganjar Pranowo berdialog dan ramah tamah dengan petani tebu di Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (12/1/2024). Dialog tersebut membahas mengenai impor gula yang dianggap berlebihan.
Salah seorang petani tebu yakni M Yahya Solahuddin, mengatakan kepada Ganjar alangkah baiknya sebelum melakukan kebijakan impor gula terlebih dahulu melihat stok gula yang ada di tanah air.

BACA JUGA:
Petani Tebu Curhat ke Ganjar Pranowo: Tolong Pak Impor Gula Dibenahi

&amp;ldquo;Yang harus diperhatikan adalah jumlah, kadang-kadang kita ini jumlahnya di dalam negeri sudah ada gulanya petani katakanlah 3 juta, itu kebutuhan kita 5 juta. Biasanya pemerintah itu ngeimport lagi kadang-kadang 5 juta lagi. Nah kan yang 5 juta itu enggak masuk itungan,&amp;rdquo; ujar Yahya saat berdialog dengan Ganjar.
Menurut Yahya, para petani meminta kepada Ganjar bila nantinya menjadi Presiden bisa mengendalikan kebijakan impor gula, supaya petani tebu tidak mengalami kerugian.

BACA JUGA:
Blusukan ke Pasar, Atikoh Ganjar Cek Harga Kebutuhan Pokok

&amp;ldquo;Mangkanya kalau mau impor itu dilihat dulu kebutuhannya berapa, yang ada di Indonesia itu berapa, sehingga tidak over dan berlebihan,&amp;rdquo; jelas Yahya.Mendapatkan keluhan tersebut, Ganjar menyatakan dirinya akan selalu mengutamakan produk dalam negeri dan tidak harus serta merta melakukan impor.
&amp;ldquo;Kalau impor gula itu tebu petaninya dibeli dulu. Jangan sampai kemudian kebutuhannya lebih berat kepada impor maka kita tidak akan pernah mandiri,&amp;rdquo; tegas Ganjar.
Dikatakan Ganjar, keluhan terkait impor produk pangan kerap didapatkannya kala berdialog dengan petani di sejumlah wilayah Indonesia.
Ia bilang hal itu menjadi catatan penting bagi Ganjar-Mahfud, sehingga ke depannya saat memimpin Indonesia akan menghadirkan sebuah kebijakan yang berpihak kepada para petani.
&amp;ldquo;Jadi itu catatan penting, berapa neracanya dan kita akan coba baca untuk bisa mencarikan solusi menyeimbangkan ini sehigga petani dalam negeri mendapatkan tempat yang utama,&amp;rdquo; tegas Ganjar.
Selain itu, Ganjar mengakui mendapatkan keluhan lainnya mengenai benih bagi petani tebu yang sulit didapatkan. Dan satu lagi, persoalan pupuk pun masih menjadi pembahasan kala bertemu dengan petani.
&amp;ldquo;Pupuk. Lagi-lagi problem pupuk problem nasional yang perlu diperhatikan. Alokasinya jauh dari cukup, bahkan kalau kita hitung tadi alokasinya hanya 1/3 saja,&amp;rdquo; tandas Ganjar.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xMC8xLzE3NjAwNC81L3g4cmMzZGw=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Calon Presiden nomor urut 3 yang didukung Partai Perindo, Ganjar Pranowo berdialog dan ramah tamah dengan petani tebu di Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (12/1/2024). Dialog tersebut membahas mengenai impor gula yang dianggap berlebihan.
Salah seorang petani tebu yakni M Yahya Solahuddin, mengatakan kepada Ganjar alangkah baiknya sebelum melakukan kebijakan impor gula terlebih dahulu melihat stok gula yang ada di tanah air.

BACA JUGA:
Petani Tebu Curhat ke Ganjar Pranowo: Tolong Pak Impor Gula Dibenahi

&amp;ldquo;Yang harus diperhatikan adalah jumlah, kadang-kadang kita ini jumlahnya di dalam negeri sudah ada gulanya petani katakanlah 3 juta, itu kebutuhan kita 5 juta. Biasanya pemerintah itu ngeimport lagi kadang-kadang 5 juta lagi. Nah kan yang 5 juta itu enggak masuk itungan,&amp;rdquo; ujar Yahya saat berdialog dengan Ganjar.
Menurut Yahya, para petani meminta kepada Ganjar bila nantinya menjadi Presiden bisa mengendalikan kebijakan impor gula, supaya petani tebu tidak mengalami kerugian.

BACA JUGA:
Blusukan ke Pasar, Atikoh Ganjar Cek Harga Kebutuhan Pokok

&amp;ldquo;Mangkanya kalau mau impor itu dilihat dulu kebutuhannya berapa, yang ada di Indonesia itu berapa, sehingga tidak over dan berlebihan,&amp;rdquo; jelas Yahya.Mendapatkan keluhan tersebut, Ganjar menyatakan dirinya akan selalu mengutamakan produk dalam negeri dan tidak harus serta merta melakukan impor.
&amp;ldquo;Kalau impor gula itu tebu petaninya dibeli dulu. Jangan sampai kemudian kebutuhannya lebih berat kepada impor maka kita tidak akan pernah mandiri,&amp;rdquo; tegas Ganjar.
Dikatakan Ganjar, keluhan terkait impor produk pangan kerap didapatkannya kala berdialog dengan petani di sejumlah wilayah Indonesia.
Ia bilang hal itu menjadi catatan penting bagi Ganjar-Mahfud, sehingga ke depannya saat memimpin Indonesia akan menghadirkan sebuah kebijakan yang berpihak kepada para petani.
&amp;ldquo;Jadi itu catatan penting, berapa neracanya dan kita akan coba baca untuk bisa mencarikan solusi menyeimbangkan ini sehigga petani dalam negeri mendapatkan tempat yang utama,&amp;rdquo; tegas Ganjar.
Selain itu, Ganjar mengakui mendapatkan keluhan lainnya mengenai benih bagi petani tebu yang sulit didapatkan. Dan satu lagi, persoalan pupuk pun masih menjadi pembahasan kala bertemu dengan petani.
&amp;ldquo;Pupuk. Lagi-lagi problem pupuk problem nasional yang perlu diperhatikan. Alokasinya jauh dari cukup, bahkan kalau kita hitung tadi alokasinya hanya 1/3 saja,&amp;rdquo; tandas Ganjar.</content:encoded></item></channel></rss>
