<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IMF Ramal Ekonomi Global 2024 Melemah</title><description>Dana Moneter Internasional (IMF) membawa kabar buruk mengenai ekonomi global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/13/320/2953772/imf-ramal-ekonomi-global-2024-melemah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/13/320/2953772/imf-ramal-ekonomi-global-2024-melemah"/><item><title>IMF Ramal Ekonomi Global 2024 Melemah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/13/320/2953772/imf-ramal-ekonomi-global-2024-melemah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/13/320/2953772/imf-ramal-ekonomi-global-2024-melemah</guid><pubDate>Sabtu 13 Januari 2024 05:29 WIB</pubDate><dc:creator>Pika Piqhaniah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/12/320/2953772/imf-ramal-ekonomi-global-2024-melemah-Mt22riiy1t.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IMF proyeksi ekonomi global menurun (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/12/320/2953772/imf-ramal-ekonomi-global-2024-melemah-Mt22riiy1t.jpg</image><title>IMF proyeksi ekonomi global menurun (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wOS8xLzE3NTk0OC81L3g4cmFvNXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) membawa kabar buruk mengenai ekonomi global. Pasalnya, IMF menyatakan terdapat kerugian fragmentasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) global yang berpotensi turun mencapai angka 4,5%.
Hal tersebut terjadi dalam skenario pengurangan risiko atau de-risking yang ekstrem. Selain itu, investasi asing langsung (FDI) akan semakin mengalir di antara negara-negara yang memiliki keselarasan geopolitik dan rantai pasokan memanjang. Selain itu, ada juga peningkatan bertahap pada pembatasan perdagangan selama lima tahun terakhir atau lebih.

BACA JUGA:
IMF Ingatkan Perancis hingga Spanyol untuk Atasi Peningkatan Utang


&quot;Kami melihat beberapa tanda-tanda awal dari de-risking dan fragmentasi dalam data yang kami amati,&amp;rdquo; kata juru bicara IMF Julie Kozack dikutip Antara, Sabtu (13/1/2024).
Melansir riset terbaru yang dirilis dalam Proyeksi Ekonomi Regional untuk Asia dan Pasifik IMF pada Oktober 2023, juru bicara itu mengatakan staf IMF mengamati implikasi ekonomi dari strategi de-risking.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Tekankan 3 Isu pada Pertemuan IMF-World Bank 2023 di Maroko


&quot;Ditemukan bahwa mungkin ada hambatan pada pertumbuhan dari beberapa strategi ini. Sebagai contoh, studi tersebut menemukan bahwa PDB global berpotensi turun 1,8 persen dalam beberapa skenario tertentu,&quot; ujar Kozack.
Dia menjelaskan bahwa dalam skenario yang lebih ekstrem, yakni &quot;skenario reshoring penuh&quot;, PDB global berpotensi turun 4,5%. Reshoring merupakan strategi memindahkan kembali bisnis manufaktur perusahaan di luar negeri ke negara asal.Katanya
Berdasarkan catatan Okezone, sebelumnya Direktur Pelaksana IMF  Kristalina Georgieva memperingatkan bahwa membiarkan fragmentasi ekonomi  global terus berlanjut pada akhirnya berpotensi menurunkan PDB global  secara lebih signifikan.
&quot;Jadi, sebaiknya kita semua mencari cara untuk mengurangi gesekan,  berkonsentrasi pada masalah keamanan yang nyata dan berarti, dan tidak  secara serampangan memecah belah ekonomi dunia. Kita akan berakhir  dengan hasil yang lebih kecil,&quot; ujar Georgieva.
Baca Selengkapnya: IMF Bawa Kabar Buruk soal Ekonomi Global, Begini </description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wOS8xLzE3NTk0OC81L3g4cmFvNXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) membawa kabar buruk mengenai ekonomi global. Pasalnya, IMF menyatakan terdapat kerugian fragmentasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) global yang berpotensi turun mencapai angka 4,5%.
Hal tersebut terjadi dalam skenario pengurangan risiko atau de-risking yang ekstrem. Selain itu, investasi asing langsung (FDI) akan semakin mengalir di antara negara-negara yang memiliki keselarasan geopolitik dan rantai pasokan memanjang. Selain itu, ada juga peningkatan bertahap pada pembatasan perdagangan selama lima tahun terakhir atau lebih.

BACA JUGA:
IMF Ingatkan Perancis hingga Spanyol untuk Atasi Peningkatan Utang


&quot;Kami melihat beberapa tanda-tanda awal dari de-risking dan fragmentasi dalam data yang kami amati,&amp;rdquo; kata juru bicara IMF Julie Kozack dikutip Antara, Sabtu (13/1/2024).
Melansir riset terbaru yang dirilis dalam Proyeksi Ekonomi Regional untuk Asia dan Pasifik IMF pada Oktober 2023, juru bicara itu mengatakan staf IMF mengamati implikasi ekonomi dari strategi de-risking.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Tekankan 3 Isu pada Pertemuan IMF-World Bank 2023 di Maroko


&quot;Ditemukan bahwa mungkin ada hambatan pada pertumbuhan dari beberapa strategi ini. Sebagai contoh, studi tersebut menemukan bahwa PDB global berpotensi turun 1,8 persen dalam beberapa skenario tertentu,&quot; ujar Kozack.
Dia menjelaskan bahwa dalam skenario yang lebih ekstrem, yakni &quot;skenario reshoring penuh&quot;, PDB global berpotensi turun 4,5%. Reshoring merupakan strategi memindahkan kembali bisnis manufaktur perusahaan di luar negeri ke negara asal.Katanya
Berdasarkan catatan Okezone, sebelumnya Direktur Pelaksana IMF  Kristalina Georgieva memperingatkan bahwa membiarkan fragmentasi ekonomi  global terus berlanjut pada akhirnya berpotensi menurunkan PDB global  secara lebih signifikan.
&quot;Jadi, sebaiknya kita semua mencari cara untuk mengurangi gesekan,  berkonsentrasi pada masalah keamanan yang nyata dan berarti, dan tidak  secara serampangan memecah belah ekonomi dunia. Kita akan berakhir  dengan hasil yang lebih kecil,&quot; ujar Georgieva.
Baca Selengkapnya: IMF Bawa Kabar Buruk soal Ekonomi Global, Begini </content:encoded></item></channel></rss>
