<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Proyek IKN, Djarum dan Wings Group Tak Termasuk Konsorsium Aguan</title><description>Beredarnya isu Wings Group dan Group Djarum mundur dari proyek Ibu Kota Nusantara (IKN)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/13/470/2953118/5-fakta-proyek-ikn-djarum-dan-wings-group-tak-termasuk-konsorsium-aguan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/13/470/2953118/5-fakta-proyek-ikn-djarum-dan-wings-group-tak-termasuk-konsorsium-aguan"/><item><title>5 Fakta Proyek IKN, Djarum dan Wings Group Tak Termasuk Konsorsium Aguan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/13/470/2953118/5-fakta-proyek-ikn-djarum-dan-wings-group-tak-termasuk-konsorsium-aguan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/13/470/2953118/5-fakta-proyek-ikn-djarum-dan-wings-group-tak-termasuk-konsorsium-aguan</guid><pubDate>Sabtu 13 Januari 2024 05:14 WIB</pubDate><dc:creator>Pika Piqhaniah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/11/470/2953118/5-fakta-proyek-ikn-djarum-dan-wings-group-tak-termasuk-konsorsium-aguan-f3vP9UtFYM.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Fakta Wings dan Djarum Group di Proyek IKN. (Foto: Okezone.com/PUPR) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/11/470/2953118/5-fakta-proyek-ikn-djarum-dan-wings-group-tak-termasuk-konsorsium-aguan-f3vP9UtFYM.jfif</image><title>Fakta Wings dan Djarum Group di Proyek IKN. (Foto: Okezone.com/PUPR) </title></images><description>JAKARTA - Beredarnya isu Wings Group dan Group Djarum mundur dari proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Kedua perusahaan besar tersebut saat ini belum diketahui statusnya dalam konsorsium proyek IKN.
Berdasarkan penelusuran Okezone, Sabtu (13/1/2024), berikut 5 fakta mengenai Wings Group dan Group Djarum yang diisukan mundur dari proyek IKN
1. Bukan Anggota Konsorsium
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pihaknya telah memastikan perusahaan milik konglomerat Budi Hartono, Group Djarum, dan perusahaan Wiliam Katuari, Wings Group bukan bagian dari konsorsium investor IKN.

BACA JUGA:
Potensi Pariwisata Menjanjikan, Sandiaga: IKN Punya Magnet Kuat bagi Investor

Menurutnya, sejak awal kedua perusahaan tersebut memang tidak bergabung dengan konsorsium Nusantara yang dipimpin oleh konglomerat Sugianto Kusuma alias Aguan melalui perusahaan Agung Sedayu Group (ASG).
&quot;Wings dan Djarum itu tidak merupakan (bagian) konsorsium yang dilakukan oleh Agung Sedayu,&quot; ujar Bahlil di Istana Negara, pada 9 Januari 2024.
2. Bantahan OIKN
Sebelumnya, pada 4 Januari 2024, Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), melalui Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono telah menyampaikan, Group Djarum dan Wings Group masih tergabung dalam konsorsium Nusantara. Dia menyebut, konsorsium tersebut memiliki nilai investasi yang sudah direalisasikan sebesar Rp23,1 triliun.
Bahkan, Agung menegaskan bahwa kedua perusahaan besar tersebut tidak akan mundur dari rencana investasi di IKN. Dia meyakinkan, Group Djarum dan Wings Group siap untuk melakukan groundbreaking pada tahap berikutnya.
&quot;Tidak betul (Group Djarum dan Wings Group mundur),&quot; kata Agung.
3. Tidak Ikut di Proyek Hotel
Selain membantah isu mundurnya kedua perusahaan tersebut, Agung  juga menjelaskan Group Djarum dan Wings Group memang tidak ikut dalam menggarap proyek hotel dan sarana belanja seperti groundbreaking yang dilakukan oleh konsorsium Nusantara pada bulan September 2023 lalu. Namun, dia juga menjelaskan, kedua perusahaan tersebut akan melakukan investasi untuk menggarap di sektor lain.

BACA JUGA:
Progres Pembangunan IKN Tahap 1 Tembus 70%

&quot;Di hotel nusantara mereka tidak, tapi konsorsium tersebut tidak hanya untuk hotel. Jadi mereka masih bersama,&quot; tuturnya.
4. Akan Tetap Ikut Investasi di Tahap Selanjutnya
Meskipun mengatakan bahwa Wings Group dan Group Djarum tidak masuk konsorsium, Bahlil juga memastikan kedua perusahaan besar tersebut akan tetap berinvestasi di IKN. Namun, Bahlil belum dapat memastikan kapan waktunya. Dia menjelaskan kemungkinan baru bisa direalisasikan setelah pembangunan tahap pertama rampung, alias pasca 2024.&amp;ldquo;Dia (Wings dan Djarum) akan melakukan investasi setelah tahap pertama selesai. Jadi itu siapa sih yang ngomong (hengkang dari proyek IKN) kok sok tahu banget,&quot; ujar Bahlil.
&quot;Waktu itu dalam pembicaraan iya (tetap investasi ke IKN), karena saya itu, kalau Kementerian Investasi, saya akan ngomong yang sudah tereksekusi, kalau masih akan, itu potensi,&quot; imbuhnya.
5. Ada 10 Perusahaan Lokal yang Bergabung
Sebagai informasi, terdapat sebanyak 10 pengusaha yang mulai menanamkan modalnya di IKN. Diketahui, jumlah modal yang ditanamkan sudah mencapai sebanyak Rp40 triliun.
Berdasarkan penuturan Agung Wicaksono, setidaknya ada 10 perusahaan lokal yang tergabung melalui konsorsium tersebut.
Beberapa di antaranya adalah Agung Sedayu Group, Salim Group, Sinarmas, Pulau Intan, Group Djarum, dan Wings Group.
&quot;Dari data yang mereka (konsorsium ASG) sampaikan, informasinya sekitar sampai dengan Rp40 triliun (nilai investasi),&quot; jelas Agung.</description><content:encoded>JAKARTA - Beredarnya isu Wings Group dan Group Djarum mundur dari proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Kedua perusahaan besar tersebut saat ini belum diketahui statusnya dalam konsorsium proyek IKN.
Berdasarkan penelusuran Okezone, Sabtu (13/1/2024), berikut 5 fakta mengenai Wings Group dan Group Djarum yang diisukan mundur dari proyek IKN
1. Bukan Anggota Konsorsium
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pihaknya telah memastikan perusahaan milik konglomerat Budi Hartono, Group Djarum, dan perusahaan Wiliam Katuari, Wings Group bukan bagian dari konsorsium investor IKN.

BACA JUGA:
Potensi Pariwisata Menjanjikan, Sandiaga: IKN Punya Magnet Kuat bagi Investor

Menurutnya, sejak awal kedua perusahaan tersebut memang tidak bergabung dengan konsorsium Nusantara yang dipimpin oleh konglomerat Sugianto Kusuma alias Aguan melalui perusahaan Agung Sedayu Group (ASG).
&quot;Wings dan Djarum itu tidak merupakan (bagian) konsorsium yang dilakukan oleh Agung Sedayu,&quot; ujar Bahlil di Istana Negara, pada 9 Januari 2024.
2. Bantahan OIKN
Sebelumnya, pada 4 Januari 2024, Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), melalui Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono telah menyampaikan, Group Djarum dan Wings Group masih tergabung dalam konsorsium Nusantara. Dia menyebut, konsorsium tersebut memiliki nilai investasi yang sudah direalisasikan sebesar Rp23,1 triliun.
Bahkan, Agung menegaskan bahwa kedua perusahaan besar tersebut tidak akan mundur dari rencana investasi di IKN. Dia meyakinkan, Group Djarum dan Wings Group siap untuk melakukan groundbreaking pada tahap berikutnya.
&quot;Tidak betul (Group Djarum dan Wings Group mundur),&quot; kata Agung.
3. Tidak Ikut di Proyek Hotel
Selain membantah isu mundurnya kedua perusahaan tersebut, Agung  juga menjelaskan Group Djarum dan Wings Group memang tidak ikut dalam menggarap proyek hotel dan sarana belanja seperti groundbreaking yang dilakukan oleh konsorsium Nusantara pada bulan September 2023 lalu. Namun, dia juga menjelaskan, kedua perusahaan tersebut akan melakukan investasi untuk menggarap di sektor lain.

BACA JUGA:
Progres Pembangunan IKN Tahap 1 Tembus 70%

&quot;Di hotel nusantara mereka tidak, tapi konsorsium tersebut tidak hanya untuk hotel. Jadi mereka masih bersama,&quot; tuturnya.
4. Akan Tetap Ikut Investasi di Tahap Selanjutnya
Meskipun mengatakan bahwa Wings Group dan Group Djarum tidak masuk konsorsium, Bahlil juga memastikan kedua perusahaan besar tersebut akan tetap berinvestasi di IKN. Namun, Bahlil belum dapat memastikan kapan waktunya. Dia menjelaskan kemungkinan baru bisa direalisasikan setelah pembangunan tahap pertama rampung, alias pasca 2024.&amp;ldquo;Dia (Wings dan Djarum) akan melakukan investasi setelah tahap pertama selesai. Jadi itu siapa sih yang ngomong (hengkang dari proyek IKN) kok sok tahu banget,&quot; ujar Bahlil.
&quot;Waktu itu dalam pembicaraan iya (tetap investasi ke IKN), karena saya itu, kalau Kementerian Investasi, saya akan ngomong yang sudah tereksekusi, kalau masih akan, itu potensi,&quot; imbuhnya.
5. Ada 10 Perusahaan Lokal yang Bergabung
Sebagai informasi, terdapat sebanyak 10 pengusaha yang mulai menanamkan modalnya di IKN. Diketahui, jumlah modal yang ditanamkan sudah mencapai sebanyak Rp40 triliun.
Berdasarkan penuturan Agung Wicaksono, setidaknya ada 10 perusahaan lokal yang tergabung melalui konsorsium tersebut.
Beberapa di antaranya adalah Agung Sedayu Group, Salim Group, Sinarmas, Pulau Intan, Group Djarum, dan Wings Group.
&quot;Dari data yang mereka (konsorsium ASG) sampaikan, informasinya sekitar sampai dengan Rp40 triliun (nilai investasi),&quot; jelas Agung.</content:encoded></item></channel></rss>
