<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Hal yang Harus Diketahui Sebelum Resign Kerja</title><description>Resign merupakan keputusan besar bagi seorang karyawan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/13/622/2953472/5-hal-yang-harus-diketahui-sebelum-resign-kerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/13/622/2953472/5-hal-yang-harus-diketahui-sebelum-resign-kerja"/><item><title>5 Hal yang Harus Diketahui Sebelum Resign Kerja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/13/622/2953472/5-hal-yang-harus-diketahui-sebelum-resign-kerja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/13/622/2953472/5-hal-yang-harus-diketahui-sebelum-resign-kerja</guid><pubDate>Sabtu 13 Januari 2024 20:04 WIB</pubDate><dc:creator>Pika Piqhaniah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/12/622/2953472/5-hal-yang-harus-diketahui-sebelum-resign-kerja-PTI0YGbbD7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hal yang harus diketahui sebelum resign kerja (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/12/622/2953472/5-hal-yang-harus-diketahui-sebelum-resign-kerja-PTI0YGbbD7.jpg</image><title>Hal yang harus diketahui sebelum resign kerja (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xNC80LzE3NTEzNC81L3g4cWpreG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Resign merupakan keputusan besar bagi seorang karyawan. Pasalnya, saat memutuskan resign, seseorang harus memiliki kesiapan yang matang terutama mengenai mental dan finansial.
Setelah seorang karyawan resign, mungkin akan banyak hal yang terjadi. Misalnya, tidak lagi mendapatkan gaji setiap bulan, tidak mendapatkan bonus, ataupun yang lainnya. Oleh sebab itu, sebelum memutuskan resign, karyawan harus mempertimbangkan kembali keputusannya tersebut.

BACA JUGA:
Apakah JHT Bisa Dicairkan Tanpa Resign? Ini Caranya


Dilansir dari laman Instagram @pritaghozie, Sabtu (13/1/2024), berikut adalah macam-macam resign yang harus diketahui oleh karyawan sebelum memutuskan resign.
1.	Resign karena Marah
Dalam dunia kerja, bertemu dengan teman sejawat dalam pekerjaan yang sama adalah hal yang sudah biasa terjadi. Namun, sebagai manusia tentu saja akan menemukan masalah.
Tak jarang ada perdebatan yang membuat emosi meledak. Namun, dalam hal ini sebaiknya seorang karyawan tidak mudah mengambil keputusan untuk resign.
Lingkungan kerja yang toxic mungkin akan sulit diubah. Maka dari itu, persiapkan terlebih dahulu kemungkinan yang akan terjadi sebelum memutuskan resign.

BACA JUGA:
Berapa Lama BPJS Kesehatan Aktif Setelah Resign?


2. Resign karena Alasan Keluarga
Resign dengan alasan keluarga biasanya terjadi pada karyawan wanita. Hal ini biasanya karena mereka sudah menikah, melahirkan ataupun yang lainnya.
Namun, dalam hal ini sebelum memutuskan resign, pastikan terlebih dahulu untuk hidup dengan simulasi budget yang baru. Selain itu, usahakan untuk menyelesaikan semua pinjaman terutama pinjaman yang konsumtif.
3. Resign untuk Melanjutkan Pendidikan
Memilih untuk melanjutkan pendidikan adalah sebuah keputusan yang  besar. Maka dari itu, seorang karyawan terlebih dahulu harus  mempertimbangkan apakah memerlukan gelar akademis atau cukup dengan  mengikuti short executive course dengan durasi yang pendek saja.  Sehingga keputusan untuk resign dapat dipertimbangkan kembali.
4. Resign untuk Melanjutkan Usaha
Memulai sebuah usaha bisa menjadi pilihan seseorang untuk memiliki  sumber penghasilan dalam jangka waktu yang panjang. Sehingga yang perlu  dipersiapkan adalah dana darurat yang bisa digunakan setidaknya setara  dengan 12 kali pengeluaran rutin bulanan.
Selain itu, memiliki asuransi kesehatan seperti BPJS dan lain-lain  juga menjadi persiapan yang penting. Jangan lupa untuk mengubah mental  karyawan menjadi mental pengusaha. Hal ini karena kedua profesi tersebut  memiliki laju dan proses yang cukup berbeda.
5. Resign untuk Upgrade Diri
Sebagai seorang karyawan, memiliki keinginan untuk mendapatkan  jabatan yang lebih tinggi adalah hal yang wajar. Biasanya, seseorang  yang memiliki kompetensi dan integritas yang bagus akan mudah  beradaptasi saat ditempatkan di manapun.
Maka dari itu, tidak salah jika seseorang memutuskan resign untuk  meningkatkan kemampuan, jabatan, tantangan, dan pendapatan yang lebih  besar di luar sana.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xNC80LzE3NTEzNC81L3g4cWpreG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Resign merupakan keputusan besar bagi seorang karyawan. Pasalnya, saat memutuskan resign, seseorang harus memiliki kesiapan yang matang terutama mengenai mental dan finansial.
Setelah seorang karyawan resign, mungkin akan banyak hal yang terjadi. Misalnya, tidak lagi mendapatkan gaji setiap bulan, tidak mendapatkan bonus, ataupun yang lainnya. Oleh sebab itu, sebelum memutuskan resign, karyawan harus mempertimbangkan kembali keputusannya tersebut.

BACA JUGA:
Apakah JHT Bisa Dicairkan Tanpa Resign? Ini Caranya


Dilansir dari laman Instagram @pritaghozie, Sabtu (13/1/2024), berikut adalah macam-macam resign yang harus diketahui oleh karyawan sebelum memutuskan resign.
1.	Resign karena Marah
Dalam dunia kerja, bertemu dengan teman sejawat dalam pekerjaan yang sama adalah hal yang sudah biasa terjadi. Namun, sebagai manusia tentu saja akan menemukan masalah.
Tak jarang ada perdebatan yang membuat emosi meledak. Namun, dalam hal ini sebaiknya seorang karyawan tidak mudah mengambil keputusan untuk resign.
Lingkungan kerja yang toxic mungkin akan sulit diubah. Maka dari itu, persiapkan terlebih dahulu kemungkinan yang akan terjadi sebelum memutuskan resign.

BACA JUGA:
Berapa Lama BPJS Kesehatan Aktif Setelah Resign?


2. Resign karena Alasan Keluarga
Resign dengan alasan keluarga biasanya terjadi pada karyawan wanita. Hal ini biasanya karena mereka sudah menikah, melahirkan ataupun yang lainnya.
Namun, dalam hal ini sebelum memutuskan resign, pastikan terlebih dahulu untuk hidup dengan simulasi budget yang baru. Selain itu, usahakan untuk menyelesaikan semua pinjaman terutama pinjaman yang konsumtif.
3. Resign untuk Melanjutkan Pendidikan
Memilih untuk melanjutkan pendidikan adalah sebuah keputusan yang  besar. Maka dari itu, seorang karyawan terlebih dahulu harus  mempertimbangkan apakah memerlukan gelar akademis atau cukup dengan  mengikuti short executive course dengan durasi yang pendek saja.  Sehingga keputusan untuk resign dapat dipertimbangkan kembali.
4. Resign untuk Melanjutkan Usaha
Memulai sebuah usaha bisa menjadi pilihan seseorang untuk memiliki  sumber penghasilan dalam jangka waktu yang panjang. Sehingga yang perlu  dipersiapkan adalah dana darurat yang bisa digunakan setidaknya setara  dengan 12 kali pengeluaran rutin bulanan.
Selain itu, memiliki asuransi kesehatan seperti BPJS dan lain-lain  juga menjadi persiapan yang penting. Jangan lupa untuk mengubah mental  karyawan menjadi mental pengusaha. Hal ini karena kedua profesi tersebut  memiliki laju dan proses yang cukup berbeda.
5. Resign untuk Upgrade Diri
Sebagai seorang karyawan, memiliki keinginan untuk mendapatkan  jabatan yang lebih tinggi adalah hal yang wajar. Biasanya, seseorang  yang memiliki kompetensi dan integritas yang bagus akan mudah  beradaptasi saat ditempatkan di manapun.
Maka dari itu, tidak salah jika seseorang memutuskan resign untuk  meningkatkan kemampuan, jabatan, tantangan, dan pendapatan yang lebih  besar di luar sana.</content:encoded></item></channel></rss>
