<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mau Punya Penghasilan Tanpa Kerja? Coba Investasi dengan Cara Ini</title><description>Memiliki Income tanpa bekerja adalah hal yang paling diinginkan oleh orang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/13/622/2953688/mau-punya-penghasilan-tanpa-kerja-coba-investasi-dengan-cara-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/13/622/2953688/mau-punya-penghasilan-tanpa-kerja-coba-investasi-dengan-cara-ini"/><item><title>Mau Punya Penghasilan Tanpa Kerja? Coba Investasi dengan Cara Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/13/622/2953688/mau-punya-penghasilan-tanpa-kerja-coba-investasi-dengan-cara-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/13/622/2953688/mau-punya-penghasilan-tanpa-kerja-coba-investasi-dengan-cara-ini</guid><pubDate>Sabtu 13 Januari 2024 17:06 WIB</pubDate><dc:creator>Rasbina Br Tarigan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/12/622/2953688/mau-punya-penghasilan-tanpa-kerja-coba-investasi-dengan-cara-ini-7Az3Zlmrzb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips memiliki pasif income (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/12/622/2953688/mau-punya-penghasilan-tanpa-kerja-coba-investasi-dengan-cara-ini-7Az3Zlmrzb.jpg</image><title>Tips memiliki pasif income (Foto: Shutterstock)</title></images><description>


JAKARTA &amp;ndash; Memiliki Income tanpa bekerja adalah hal yang paling diinginkan oleh orang. Salah satu caranya investasi di instrumen pendapatan tetap seperti obligasi konvensional dan sukuk syariah.
Menurut OJK, obligasi adalah surat utang jangka menengah maupun jangka Panjang yang dapat diperjualbelikan.

BACA JUGA:
Tips MotionTrade: Mengenal 3 Jenis Obligasi Berdasarkan Pembayaran Kupon

&amp;lsquo;&amp;rsquo;Salah satu Upaya menjadi financial independence itu bisa dapat income pas lagu liburan. Lah Kok bisa?&amp;rsquo;&amp;rsquo; pungkas seorang perencanaan keuangan, Prita Hapsari Ghozie di unggahan Instagram pribadinya @pritaghozie pada Sabtu (13/1/2024).
Prita mengatakan bisa dia lakukan karena telah berinvestasi di instrumen pendapatan tetap seperti obligasi konvensional dan sukuk syariah.
Namun sebelum melakukan hal itu ada 3 poin penting yang harus dipahami sebelum berinvestasi di obligasi, seperti:

BACA JUGA:
Tips MotionTrade: 3 Keuntungan Investasi di Obligasi Korporasi

1.Manfaat Berinvestasi di Obligasi
Obligasi memberikan pendapatan tetap dalam bentuk kupon, kupon itu dibayar secara bulanan maupun 6 bulan.
Obligasi juga bisa memberi cuan tambahan saat dijual ke pasar sekunder yang pastinya harga jual lebih tinggi dari harga beli. Dan khusus obligasi pemerintah dijamin oleh UU.2.Risiko Investasi
Risiko likuiditas, karena obligasi memiliki durasi diatas 12 bulan  tapi butuh dicairkan sebelum jatuh tempo. Untuk SBN Ritel berdurasi  hingga 5 tahun, sedangkan Obligasi Fixed Rate (FR) bisa sampai 30 tahun.  Tetapi memiliki resiko di suku bunga, jika suku bunga acuan di atas  kupon obligasi maka harga obligasi akan turun.
Selain itu kendala khusus obligasi koperasi, juga ada risiko gagal  bayar jika kondisi keuangan Perusahaan penerbit menjadi tidak sehat.
3.Momen Beli
Jika membeli saat masa penawaran maka belilah di pasar primer. Yang  artinya jika harga obligasi 100, maka berapa pun modal yang disetor  itulah obligasinya.
Namun jika membeli setelah masa penerbitan sama saja beli di pasar  sekunder yang artinya, haega obligasi berpotensi lebih rendah atau  berpotensi lebih tinggi.
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Ada beberapa alternatif investasi yang dapat kamu pilih. Contohnya  seperti deposito, dan Surat Berharga Negara Ritel (SBN Ritel),&amp;rdquo; ungkap  Prita.
Pemesanan obligasi melalui proses, memesan obligasi, lalu membayar,  dan terakhir menunggu hasil penjatahan dari pemerintah. Semakin cepat  membeli, maka kesempatan menjadi investor akan semakin besar.
Sebagai informasi, untuk ilustrasi jika mau membeli FR79 Rp100 juta yang dijual di harga premium
-Modal yang perlu disetor = Rp116 juta
-Pembayaran kupon senilai 8,37% atas Rp100 juta setiap tahun (Per 6 bulan)
-Menikmati yield atau total imbal sejumlah dengan 6,7% per tahun sampai jatuh tempo.
Obligasi ini untuk penyeimbangan portofolio investasi yang memiliki  risiko lebih rendah dari saham dan cocok untuk yang memiliki tujuan  mendapatkan tambahan income secara berkala meski tidak kerja aktif.</description><content:encoded>


JAKARTA &amp;ndash; Memiliki Income tanpa bekerja adalah hal yang paling diinginkan oleh orang. Salah satu caranya investasi di instrumen pendapatan tetap seperti obligasi konvensional dan sukuk syariah.
Menurut OJK, obligasi adalah surat utang jangka menengah maupun jangka Panjang yang dapat diperjualbelikan.

BACA JUGA:
Tips MotionTrade: Mengenal 3 Jenis Obligasi Berdasarkan Pembayaran Kupon

&amp;lsquo;&amp;rsquo;Salah satu Upaya menjadi financial independence itu bisa dapat income pas lagu liburan. Lah Kok bisa?&amp;rsquo;&amp;rsquo; pungkas seorang perencanaan keuangan, Prita Hapsari Ghozie di unggahan Instagram pribadinya @pritaghozie pada Sabtu (13/1/2024).
Prita mengatakan bisa dia lakukan karena telah berinvestasi di instrumen pendapatan tetap seperti obligasi konvensional dan sukuk syariah.
Namun sebelum melakukan hal itu ada 3 poin penting yang harus dipahami sebelum berinvestasi di obligasi, seperti:

BACA JUGA:
Tips MotionTrade: 3 Keuntungan Investasi di Obligasi Korporasi

1.Manfaat Berinvestasi di Obligasi
Obligasi memberikan pendapatan tetap dalam bentuk kupon, kupon itu dibayar secara bulanan maupun 6 bulan.
Obligasi juga bisa memberi cuan tambahan saat dijual ke pasar sekunder yang pastinya harga jual lebih tinggi dari harga beli. Dan khusus obligasi pemerintah dijamin oleh UU.2.Risiko Investasi
Risiko likuiditas, karena obligasi memiliki durasi diatas 12 bulan  tapi butuh dicairkan sebelum jatuh tempo. Untuk SBN Ritel berdurasi  hingga 5 tahun, sedangkan Obligasi Fixed Rate (FR) bisa sampai 30 tahun.  Tetapi memiliki resiko di suku bunga, jika suku bunga acuan di atas  kupon obligasi maka harga obligasi akan turun.
Selain itu kendala khusus obligasi koperasi, juga ada risiko gagal  bayar jika kondisi keuangan Perusahaan penerbit menjadi tidak sehat.
3.Momen Beli
Jika membeli saat masa penawaran maka belilah di pasar primer. Yang  artinya jika harga obligasi 100, maka berapa pun modal yang disetor  itulah obligasinya.
Namun jika membeli setelah masa penerbitan sama saja beli di pasar  sekunder yang artinya, haega obligasi berpotensi lebih rendah atau  berpotensi lebih tinggi.
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Ada beberapa alternatif investasi yang dapat kamu pilih. Contohnya  seperti deposito, dan Surat Berharga Negara Ritel (SBN Ritel),&amp;rdquo; ungkap  Prita.
Pemesanan obligasi melalui proses, memesan obligasi, lalu membayar,  dan terakhir menunggu hasil penjatahan dari pemerintah. Semakin cepat  membeli, maka kesempatan menjadi investor akan semakin besar.
Sebagai informasi, untuk ilustrasi jika mau membeli FR79 Rp100 juta yang dijual di harga premium
-Modal yang perlu disetor = Rp116 juta
-Pembayaran kupon senilai 8,37% atas Rp100 juta setiap tahun (Per 6 bulan)
-Menikmati yield atau total imbal sejumlah dengan 6,7% per tahun sampai jatuh tempo.
Obligasi ini untuk penyeimbangan portofolio investasi yang memiliki  risiko lebih rendah dari saham dan cocok untuk yang memiliki tujuan  mendapatkan tambahan income secara berkala meski tidak kerja aktif.</content:encoded></item></channel></rss>
