<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Neraca Perdagangan RI Sepanjang 2023 Surplus USD36,93 Miliar</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2023 mengalami surplus.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/15/320/2954976/neraca-perdagangan-ri-sepanjang-2023-surplus-usd36-93-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/15/320/2954976/neraca-perdagangan-ri-sepanjang-2023-surplus-usd36-93-miliar"/><item><title>Neraca Perdagangan RI Sepanjang 2023 Surplus USD36,93 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/15/320/2954976/neraca-perdagangan-ri-sepanjang-2023-surplus-usd36-93-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/15/320/2954976/neraca-perdagangan-ri-sepanjang-2023-surplus-usd36-93-miliar</guid><pubDate>Senin 15 Januari 2024 13:38 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/15/320/2954976/neraca-perdagangan-ri-sepanjang-2023-surplus-usd36-93-miliar-ajywwsmrJ2.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Neraca perdagangan 2023 surplus (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/15/320/2954976/neraca-perdagangan-ri-sepanjang-2023-surplus-usd36-93-miliar-ajywwsmrJ2.jpeg</image><title>Neraca perdagangan 2023 surplus (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xMy8xLzE3NjA2Ny81L3g4cmV5Yzk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2023 mengalami surplus. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, surplus neraca dagang Indonesia hingga Desember 2023 mencapai USD36,93 miliar.
&quot;Secara kumulatif hingga Desember 2023, total surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai USD36,93 miliar atau lebih rendah USD17,52 miliar atau 33,46 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,&quot; kata Pudji dalam konferensi pers, Senin (15/1/2024).

BACA JUGA:
Neraca Perdagangan RI Surplus 48 Bulan Berturut-turut


Realisasi neraca dagang sepanjang tahun ini lebih rendah dibandingkan posisi 2022 yang sebesar USD54,46 miliar atau artinya turun USD17,52 miliar.
Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus selama 48 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

BACA JUGA:
IHSG Berpotensi Konsolidasi ke Level 7.250 Jelang Rilis Neraca Dagang


&quot;Surplus Desember 2023 ini meningkat dengan bulan sebelumnya, namun lebih rendah jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun lalu,&quot; ungkap Pudji.
Surplus pada akhir 2023 lebih ditopang pada komoditas nonmigas yaitu sebesar USD5,20 miliar dengan komoditas penyumbang surplus utamanya bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan/nabati, dan besi/baja.
Surplus neraca Desember 2023 ini lebih tinggi jika dibandingkan  dengan bulan lalu. Namun, lebih rendah jika dibandingkan Desember 2022.
Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat  defisit USD1,89 miliar dengan komoditas penyumbang defisit adalah hasil  minyak dan juga minyak mentah.
Defisit neraca perdagangan migas Desember 2023 ini lebih rendah  daripada bulan sebelumnya, namun lebih tinggi dibandingkan bulan yang  sama pada tahun lalu.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xMy8xLzE3NjA2Ny81L3g4cmV5Yzk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2023 mengalami surplus. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, surplus neraca dagang Indonesia hingga Desember 2023 mencapai USD36,93 miliar.
&quot;Secara kumulatif hingga Desember 2023, total surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai USD36,93 miliar atau lebih rendah USD17,52 miliar atau 33,46 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,&quot; kata Pudji dalam konferensi pers, Senin (15/1/2024).

BACA JUGA:
Neraca Perdagangan RI Surplus 48 Bulan Berturut-turut


Realisasi neraca dagang sepanjang tahun ini lebih rendah dibandingkan posisi 2022 yang sebesar USD54,46 miliar atau artinya turun USD17,52 miliar.
Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus selama 48 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

BACA JUGA:
IHSG Berpotensi Konsolidasi ke Level 7.250 Jelang Rilis Neraca Dagang


&quot;Surplus Desember 2023 ini meningkat dengan bulan sebelumnya, namun lebih rendah jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun lalu,&quot; ungkap Pudji.
Surplus pada akhir 2023 lebih ditopang pada komoditas nonmigas yaitu sebesar USD5,20 miliar dengan komoditas penyumbang surplus utamanya bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan/nabati, dan besi/baja.
Surplus neraca Desember 2023 ini lebih tinggi jika dibandingkan  dengan bulan lalu. Namun, lebih rendah jika dibandingkan Desember 2022.
Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat  defisit USD1,89 miliar dengan komoditas penyumbang defisit adalah hasil  minyak dan juga minyak mentah.
Defisit neraca perdagangan migas Desember 2023 ini lebih rendah  daripada bulan sebelumnya, namun lebih tinggi dibandingkan bulan yang  sama pada tahun lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
