<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri ESDM Malu saat Ditanya Realisasi Konversi Motor Listrik</title><description>Menteri ESDM Arifin Tasrif mengaku malu saat ditanya realisasi konversi motor listrik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/15/320/2955145/menteri-esdm-malu-saat-ditanya-realisasi-konversi-motor-listrik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/15/320/2955145/menteri-esdm-malu-saat-ditanya-realisasi-konversi-motor-listrik"/><item><title>Menteri ESDM Malu saat Ditanya Realisasi Konversi Motor Listrik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/15/320/2955145/menteri-esdm-malu-saat-ditanya-realisasi-konversi-motor-listrik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/15/320/2955145/menteri-esdm-malu-saat-ditanya-realisasi-konversi-motor-listrik</guid><pubDate>Senin 15 Januari 2024 18:28 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/15/320/2955145/menteri-esdm-malu-saat-ditanya-realisasi-konversi-motor-listrik-aBkvUXH53S.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Konversi kendaraan listrik kurang diminati (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/15/320/2955145/menteri-esdm-malu-saat-ditanya-realisasi-konversi-motor-listrik-aBkvUXH53S.jpg</image><title>Konversi kendaraan listrik kurang diminati (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA &amp;ndash; Menteri ESDM Arifin Tasrif mengaku malu saat ditanya realisasi konversi motor listrik. Kementerian ESDM mencatat hingga akhir 2023 realisasi konversi motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor berbasis listrik masih jauh di bawah target yang ditetapkan yakni 50 ribu unit.
&quot;Capaiannya memang belum seperti yang kita harapkan, tapi perlu lakukan sosialisasi dan juga pendekatan di samping juga perbaiki mekanisme di ESDM maupun keterkaitan antar Kementerian dan Lembaga (KL),&quot; jelasnya dalam konferensi pers Capaian Sektor ESDM Tahun 2023 dan Program Kerja Tahun 2024 di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (15/1/2024).

BACA JUGA:
Motor Listrik Buatan Indonesia Bakal Mengaspal di Negara Tetangga Tahun Ini

Ketika ditanya angka pasti realisasinya, Arifin mengakui bahwa angkanya pun masih kecil.
&quot;Kicik-kicik. Malu dah, Di bawah 1000 (unit). Yang daftar sih banyak,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Jangan Asal Beli Motor Listrik Murah, Perhatikan Pula Kualitasnya

Namun Arifin memastikan pihaknya akan tetap melakukan sosialisasi dan kerja sama dengan kementerian lain maupun Badan usaha Milik Negara agar serapan motor listrik semakin meningkat di tahun 2024 yang ditargetkan 150 ribu unit.Dia menambahkan, pihaknya juga akan mengubah birokrasi administrasi  dan meningkatkan ketersediaan bengkel-bengkel konversi di seluruh  Indonesia.
&quot;Ini kan kita bangun infrastruktur pendukung yang luar biasa from  nothing to something. Itu yang memang proses berjalan terus,&quot;  sambungnya.
Arifin juga bilang, anggaran motor listrik yang tidak terealisasi  mencapai Rp346 miliar atau 5,05 persen dari pagu Kementerian ESDM. Hal  itu lantaran realisasinya memang masih sangat minim sekali dibandingkan  untuk 50 ribu unit.
&quot;Ya ini capaiannya masih skala hanya ratusan. Jadi memang kita perlu  upaya-upaya keras untuk bisa menarik minat masyarakat sehingga memang  konversinya bisa dilakukan, sementara kita juga masih mempertahankan  ketersediaan anggaran alokasi untuk konversi motor listrik,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>


JAKARTA &amp;ndash; Menteri ESDM Arifin Tasrif mengaku malu saat ditanya realisasi konversi motor listrik. Kementerian ESDM mencatat hingga akhir 2023 realisasi konversi motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor berbasis listrik masih jauh di bawah target yang ditetapkan yakni 50 ribu unit.
&quot;Capaiannya memang belum seperti yang kita harapkan, tapi perlu lakukan sosialisasi dan juga pendekatan di samping juga perbaiki mekanisme di ESDM maupun keterkaitan antar Kementerian dan Lembaga (KL),&quot; jelasnya dalam konferensi pers Capaian Sektor ESDM Tahun 2023 dan Program Kerja Tahun 2024 di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (15/1/2024).

BACA JUGA:
Motor Listrik Buatan Indonesia Bakal Mengaspal di Negara Tetangga Tahun Ini

Ketika ditanya angka pasti realisasinya, Arifin mengakui bahwa angkanya pun masih kecil.
&quot;Kicik-kicik. Malu dah, Di bawah 1000 (unit). Yang daftar sih banyak,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Jangan Asal Beli Motor Listrik Murah, Perhatikan Pula Kualitasnya

Namun Arifin memastikan pihaknya akan tetap melakukan sosialisasi dan kerja sama dengan kementerian lain maupun Badan usaha Milik Negara agar serapan motor listrik semakin meningkat di tahun 2024 yang ditargetkan 150 ribu unit.Dia menambahkan, pihaknya juga akan mengubah birokrasi administrasi  dan meningkatkan ketersediaan bengkel-bengkel konversi di seluruh  Indonesia.
&quot;Ini kan kita bangun infrastruktur pendukung yang luar biasa from  nothing to something. Itu yang memang proses berjalan terus,&quot;  sambungnya.
Arifin juga bilang, anggaran motor listrik yang tidak terealisasi  mencapai Rp346 miliar atau 5,05 persen dari pagu Kementerian ESDM. Hal  itu lantaran realisasinya memang masih sangat minim sekali dibandingkan  untuk 50 ribu unit.
&quot;Ya ini capaiannya masih skala hanya ratusan. Jadi memang kita perlu  upaya-upaya keras untuk bisa menarik minat masyarakat sehingga memang  konversinya bisa dilakukan, sementara kita juga masih mempertahankan  ketersediaan anggaran alokasi untuk konversi motor listrik,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
