<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>90% Provinsi Indonesia Belum Siap Lakukan Transisi Energi</title><description>Transisi energi merupakan perpindahan dari sumber energi yang memiliki emisi karbon tinggi ke energi terbarukan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/15/320/2955208/90-provinsi-indonesia-belum-siap-lakukan-transisi-energi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/15/320/2955208/90-provinsi-indonesia-belum-siap-lakukan-transisi-energi"/><item><title>90% Provinsi Indonesia Belum Siap Lakukan Transisi Energi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/15/320/2955208/90-provinsi-indonesia-belum-siap-lakukan-transisi-energi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/15/320/2955208/90-provinsi-indonesia-belum-siap-lakukan-transisi-energi</guid><pubDate>Senin 15 Januari 2024 20:16 WIB</pubDate><dc:creator>Pika Piqhaniah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/15/320/2955208/90-provinsi-indonesia-belum-siap-lakukan-transisi-energi-YYCWyB7Fjk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI belum siap lakukan transisi energi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/15/320/2955208/90-provinsi-indonesia-belum-siap-lakukan-transisi-energi-YYCWyB7Fjk.jpg</image><title>RI belum siap lakukan transisi energi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xMy8xLzE3NjA2Ny81L3g4cmV5Yzk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Transisi energi merupakan perpindahan dari sumber energi yang memiliki emisi karbon tinggi ke energi terbarukan. Pemerintah pun berkomitmen melakukan transisi energi demi menekan emisi karbon.
Sayangnya, belum semua provinsi siap melakukan transisi energi. Direktur Kebijakan Publik CELIOS (Center of Economic and Law Studies), Media Wahyudi Askar mengatakan, 90% provinsi di Indonesia belum memiliki kesiapan untuk melakukan transisi energi. Dia menyebutkan, beberapa provinsi di Indonesia masih berstatus rendah.

BACA JUGA:
Transisi Energi di Sektor Migas dan Tambang, Tingkatkan Daya Saing Produk Indonesia


&amp;ldquo;Kesiapan transisi energi masih jauh dari kemerataan antar wilayah di mana 90% provinsi di Indonesia belum memiliki kesiapan yang memadai, yakni sekitar 70% (24 provinsi) berstatus sedang dan 20% (7 provinsi) berstatus rendah,&quot; kata Wahyudi, Senin (15/1/24).
Selain itu, Wahyudi juga menjelaskan sebab dari ketidaksiapan tersebut adalah karena transisi energi bergantung pada tingkat konsumsi per kapita. Menurutnya, kerentanan iklim dan energi di setiap daerah juga mempengaruhi hal tersebut.

BACA JUGA:
Strategi Jitu Ganjar-Mahfud Dongkrak Bauran EBT dan Realisasikan Transisi Energi


&quot;Belum meratanya kesiapan daerah dalam transisi energi juga bergantung pada tingkat konsumsi per kapita, signifikansi keterlibatan perempuan, dan tingkat kerentanan iklim dan energi di tiap daerah,&quot; tambahnya.
Membahas hal yang sama, Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira  juga menyampaikan alasan lain yang mendukung ketidaksiapan tersebut  adalah belum meratanya fasilitas pendukung keterampilan. Bhima  menjelaskan kesiapan transisi energi sangat berkaitan dengan  keterampilan suatu daerah.
&amp;ldquo;Belum meratanya fasilitas pendukung keterampilan membuat daerah  sulit mandiri energi terutama keterampilan yang berkaitan dengan  operator dan instalasi energi terbarukan baik mikro-hidro, hingga tenaga  surya,&quot; ujar Bhima.
Bhima menambahkan bahwa pemerintah perlu mempersiapkan hal ini secara  merata, terutama melalui pendidikan yang berfokus pada transisi energi.  Menurut dia, tren kesiapan transisi energi sejalan dengan postur  anggaran pemerintah yang lebih besar, rendahnya tingkat korupsi, dan  keberpihakan melalui kredit ketahanan energi.
&quot;Pemerintah dan swasta perlu mendorong lebih banyak lagi sekolah  keterampilan, sekolah vokasi, perguruan tinggi yang bisa mempersiapkan  keahlian masyarakat dalam transisi energi,&quot; imbuhnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xMy8xLzE3NjA2Ny81L3g4cmV5Yzk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Transisi energi merupakan perpindahan dari sumber energi yang memiliki emisi karbon tinggi ke energi terbarukan. Pemerintah pun berkomitmen melakukan transisi energi demi menekan emisi karbon.
Sayangnya, belum semua provinsi siap melakukan transisi energi. Direktur Kebijakan Publik CELIOS (Center of Economic and Law Studies), Media Wahyudi Askar mengatakan, 90% provinsi di Indonesia belum memiliki kesiapan untuk melakukan transisi energi. Dia menyebutkan, beberapa provinsi di Indonesia masih berstatus rendah.

BACA JUGA:
Transisi Energi di Sektor Migas dan Tambang, Tingkatkan Daya Saing Produk Indonesia


&amp;ldquo;Kesiapan transisi energi masih jauh dari kemerataan antar wilayah di mana 90% provinsi di Indonesia belum memiliki kesiapan yang memadai, yakni sekitar 70% (24 provinsi) berstatus sedang dan 20% (7 provinsi) berstatus rendah,&quot; kata Wahyudi, Senin (15/1/24).
Selain itu, Wahyudi juga menjelaskan sebab dari ketidaksiapan tersebut adalah karena transisi energi bergantung pada tingkat konsumsi per kapita. Menurutnya, kerentanan iklim dan energi di setiap daerah juga mempengaruhi hal tersebut.

BACA JUGA:
Strategi Jitu Ganjar-Mahfud Dongkrak Bauran EBT dan Realisasikan Transisi Energi


&quot;Belum meratanya kesiapan daerah dalam transisi energi juga bergantung pada tingkat konsumsi per kapita, signifikansi keterlibatan perempuan, dan tingkat kerentanan iklim dan energi di tiap daerah,&quot; tambahnya.
Membahas hal yang sama, Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira  juga menyampaikan alasan lain yang mendukung ketidaksiapan tersebut  adalah belum meratanya fasilitas pendukung keterampilan. Bhima  menjelaskan kesiapan transisi energi sangat berkaitan dengan  keterampilan suatu daerah.
&amp;ldquo;Belum meratanya fasilitas pendukung keterampilan membuat daerah  sulit mandiri energi terutama keterampilan yang berkaitan dengan  operator dan instalasi energi terbarukan baik mikro-hidro, hingga tenaga  surya,&quot; ujar Bhima.
Bhima menambahkan bahwa pemerintah perlu mempersiapkan hal ini secara  merata, terutama melalui pendidikan yang berfokus pada transisi energi.  Menurut dia, tren kesiapan transisi energi sejalan dengan postur  anggaran pemerintah yang lebih besar, rendahnya tingkat korupsi, dan  keberpihakan melalui kredit ketahanan energi.
&quot;Pemerintah dan swasta perlu mendorong lebih banyak lagi sekolah  keterampilan, sekolah vokasi, perguruan tinggi yang bisa mempersiapkan  keahlian masyarakat dalam transisi energi,&quot; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
