<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BBM Pertalite Jadi Dihapus? Begini Jawaban Menteri ESDM</title><description>Menteri ESDM Arifin Tasrif menjelaskan soal wacana penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/15/320/2955224/bbm-pertalite-jadi-dihapus-begini-jawaban-menteri-esdm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/15/320/2955224/bbm-pertalite-jadi-dihapus-begini-jawaban-menteri-esdm"/><item><title>BBM Pertalite Jadi Dihapus? Begini Jawaban Menteri ESDM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/15/320/2955224/bbm-pertalite-jadi-dihapus-begini-jawaban-menteri-esdm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/15/320/2955224/bbm-pertalite-jadi-dihapus-begini-jawaban-menteri-esdm</guid><pubDate>Senin 15 Januari 2024 20:52 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/15/320/2955224/bbm-pertalite-jadi-dihapus-begini-jawaban-menteri-esdm-RuK1UYQTLo.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Rencana BBM Pertalite dihapus (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/15/320/2955224/bbm-pertalite-jadi-dihapus-begini-jawaban-menteri-esdm-RuK1UYQTLo.jpeg</image><title>Rencana BBM Pertalite dihapus (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wMS8xLzE3NDUzOC81L3g4cTR4ZGU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri ESDM Arifin Tasrif menjelaskan soal wacana penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang sempat mencuat pada akhir Agustus 2023 lalu.
Diakui Arifin, pihaknya tidak mempermasalahkan jika usulan itu direalisasikan asal Pertamina memang bisa menghasilkan produk BBM tanpa ada beban tambahan.

BACA JUGA:
Cek Harga BBM Terbaru di SPBU Shell, Vivo hingga BP AKR


&quot;Ya kalau memang bisa disediakan dengan tidak ada beban tambahan, boleh saja,&quot; jelasnya dalam konferensi pers Capaian Sektor ESDM Tahun 2023 dan Program Kerja Tahun 2024 di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (15/1/2024).
Seperti diberitakan sebelumnya, penghapusan Pertalite diusulkan oleh PT Pertamina (Persero) dilakukan pada 2024 dan digantikan dengan Pertamax Green 92.

BACA JUGA:
Daftar Harga BBM Pertamina per 15 Januari 2023, Pertamax Jadi Rp12.950/Liter 


Adapun Pertamax Green 92 merupakan BBM hasil percampuran Pertalite dengan 7 persen etanol atau E7.
Direktur Utama (Dirut) Pertamina Nicke Widyawati pernah mengungkapkan, rencana penghapusan Pertalite di 2024 merupakan bagian dari Program Langit Biru. Program ini mendorong peningkatan oktan BBM secara bertahap.
Pada tahap pertama telah dilakukan sejak dua tahun lalu penghapusan BBM RON 88 alias Premium menjadi BBM RON 90 alias Pertalite.
Kini pada tahap kedua diusulkan untuk mengganti BBM RON 90 alias  Pertalite menjadi BBM RON 92 alias Pertamax. Jika usulan ini disetujui  pemerintah, maka Pertalite akan digantikan dengan Pertamax Green 92.
&quot;Program Langit Biru tahap dua, di mana BBM subsidi kita naikan dari  RON 90 ke RON 92,&quot; ujar Nicke dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan  Komisi VII DPR RI, Rabu (30/8/2023).
Namun pergantian dari Pertalite ke Pertamax Green 92 masih menjadi  kajian internal Pertamina. Jika disetujui, Nicke pun mengusulkan agar  Pertamax Green 92 masuk dalam kategori bahan bakar minyak (BBM) yang  disubsidi oleh pemerintah.
Menurut Nicke, kajian tersebut dilakukan untuk menghasilkan kualitas  BBM yang lebih baik, karena bahan bakar dengan kadar oktan yang lebih  tinggi akan semakin ramah lingkungan.
Penggunaan Pertamax Green 92 pun dinilai lebih ramah lingkungan  sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai nol emisi karbon (net  zero emission/NZE) di 2060.
&quot;Kami mengusulkan ini adalah karena itu lebih baik. Kalau misalnya  dengan harga yang sama tetapi masyarakat mendapatkan yang lebih baik,  dengan octan number (RON) lebih baik sehingga untuk mesin juga lebih  baik, sekaligus emisinya juga menurun, why not?,&quot; jelas Nicke.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wMS8xLzE3NDUzOC81L3g4cTR4ZGU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri ESDM Arifin Tasrif menjelaskan soal wacana penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang sempat mencuat pada akhir Agustus 2023 lalu.
Diakui Arifin, pihaknya tidak mempermasalahkan jika usulan itu direalisasikan asal Pertamina memang bisa menghasilkan produk BBM tanpa ada beban tambahan.

BACA JUGA:
Cek Harga BBM Terbaru di SPBU Shell, Vivo hingga BP AKR


&quot;Ya kalau memang bisa disediakan dengan tidak ada beban tambahan, boleh saja,&quot; jelasnya dalam konferensi pers Capaian Sektor ESDM Tahun 2023 dan Program Kerja Tahun 2024 di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (15/1/2024).
Seperti diberitakan sebelumnya, penghapusan Pertalite diusulkan oleh PT Pertamina (Persero) dilakukan pada 2024 dan digantikan dengan Pertamax Green 92.

BACA JUGA:
Daftar Harga BBM Pertamina per 15 Januari 2023, Pertamax Jadi Rp12.950/Liter 


Adapun Pertamax Green 92 merupakan BBM hasil percampuran Pertalite dengan 7 persen etanol atau E7.
Direktur Utama (Dirut) Pertamina Nicke Widyawati pernah mengungkapkan, rencana penghapusan Pertalite di 2024 merupakan bagian dari Program Langit Biru. Program ini mendorong peningkatan oktan BBM secara bertahap.
Pada tahap pertama telah dilakukan sejak dua tahun lalu penghapusan BBM RON 88 alias Premium menjadi BBM RON 90 alias Pertalite.
Kini pada tahap kedua diusulkan untuk mengganti BBM RON 90 alias  Pertalite menjadi BBM RON 92 alias Pertamax. Jika usulan ini disetujui  pemerintah, maka Pertalite akan digantikan dengan Pertamax Green 92.
&quot;Program Langit Biru tahap dua, di mana BBM subsidi kita naikan dari  RON 90 ke RON 92,&quot; ujar Nicke dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan  Komisi VII DPR RI, Rabu (30/8/2023).
Namun pergantian dari Pertalite ke Pertamax Green 92 masih menjadi  kajian internal Pertamina. Jika disetujui, Nicke pun mengusulkan agar  Pertamax Green 92 masuk dalam kategori bahan bakar minyak (BBM) yang  disubsidi oleh pemerintah.
Menurut Nicke, kajian tersebut dilakukan untuk menghasilkan kualitas  BBM yang lebih baik, karena bahan bakar dengan kadar oktan yang lebih  tinggi akan semakin ramah lingkungan.
Penggunaan Pertamax Green 92 pun dinilai lebih ramah lingkungan  sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai nol emisi karbon (net  zero emission/NZE) di 2060.
&quot;Kami mengusulkan ini adalah karena itu lebih baik. Kalau misalnya  dengan harga yang sama tetapi masyarakat mendapatkan yang lebih baik,  dengan octan number (RON) lebih baik sehingga untuk mesin juga lebih  baik, sekaligus emisinya juga menurun, why not?,&quot; jelas Nicke.</content:encoded></item></channel></rss>
