<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembangunan IKN Nusantara Ditopang 3 Negara, Siapa Saja?</title><description>Pembangunan IKN Nusantara ditopang oleh tiga negara.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/16/470/2955593/pembangunan-ikn-nusantara-ditopang-3-negara-siapa-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/16/470/2955593/pembangunan-ikn-nusantara-ditopang-3-negara-siapa-saja"/><item><title>Pembangunan IKN Nusantara Ditopang 3 Negara, Siapa Saja?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/16/470/2955593/pembangunan-ikn-nusantara-ditopang-3-negara-siapa-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/16/470/2955593/pembangunan-ikn-nusantara-ditopang-3-negara-siapa-saja</guid><pubDate>Selasa 16 Januari 2024 14:55 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/16/470/2955593/pembangunan-ikn-nusantara-ditopang-3-negara-siapa-saja-GT7FDoThDg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">3 negara penopang pembangunan IKN (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/16/470/2955593/pembangunan-ikn-nusantara-ditopang-3-negara-siapa-saja-GT7FDoThDg.jpg</image><title>3 negara penopang pembangunan IKN (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wOS8xLzE3NTk2MS81L3g4cmF2eTk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pembangunan IKN Nusantara ditopang oleh tiga negara. Ketiga negara tersebut antara lain, Indonesia sebagai penyedia infrastruktur dasar, sarana dan prasarana, serta Brunei Darussalam, dan Malaysia sebagai mitra pembangunan baik berbentuk investasi maupun kerjasama antar negara ke depannya.
&quot;Di IKN ada 3 negara berdiri disana, Indonesia, Malaysia dan Brunei, kolaborasi tiga negara ini akan berperan penting mewujudkan IKN se bagai pusat baru pertumbuhan ekonomi nantinya,&quot; ujar Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi, Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Agung Wicaksono dalam Media Briefing secara virtual, Selasa (16/1/2024).

BACA JUGA:
Minat Investasi di IKN Masih Tinggi, Badan Otorita: Kita Evaluasi Satu per Satu

Pada kesempatan tersebut, Agung juga memaparkan setidaknya Brunei Darussalam sudah menyampaikan minat investasi ke IKN dalam bentuk letter of intent (LOI). Bahkan Brunei di klaim sudam membentuk satu konsorsium internasional yang berisi perushaan-perusahaan asing yang siap berinvestasi ke IKN.
Agung menyebutkan, komitmen nilai investasi yang disampaikan dari Brunei Darussalam berkisar Rp4-Rp7 triliun. Jumlah tersebut mengikuti hasil studi kelayakan yang akan menjadi kebutuhan biaya investasi.

BACA JUGA:
10 Proyek di IKN Siap Groundbreaking Besok

&quot;Brunei menyampaikan LOI sebagai langkah pertama dari investasi, estimasi nilai investasi masih perlu dihitung, tapi paling tidak Rp4,5 triliun sampai Rp7 triliun, untuk tanah pembangunan, dan lainnya, tentunya berdasarkan studi kelayakan,&quot; kata Agung.Komiten tersebut, diceritakan Agung, didapati saat Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Brunei menghadiri undangan pernikahan Pangeran Brunei Abdul Mateen.
&quot;Meskipun beliau (Presiden Jokowi) undangan (nikah), tapi dimanfaatkan juga untuk mencari investor, ini ada konsorsium internasional, investor yang dipimpin oleh ayah dari sultan Brunei,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wOS8xLzE3NTk2MS81L3g4cmF2eTk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pembangunan IKN Nusantara ditopang oleh tiga negara. Ketiga negara tersebut antara lain, Indonesia sebagai penyedia infrastruktur dasar, sarana dan prasarana, serta Brunei Darussalam, dan Malaysia sebagai mitra pembangunan baik berbentuk investasi maupun kerjasama antar negara ke depannya.
&quot;Di IKN ada 3 negara berdiri disana, Indonesia, Malaysia dan Brunei, kolaborasi tiga negara ini akan berperan penting mewujudkan IKN se bagai pusat baru pertumbuhan ekonomi nantinya,&quot; ujar Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi, Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Agung Wicaksono dalam Media Briefing secara virtual, Selasa (16/1/2024).

BACA JUGA:
Minat Investasi di IKN Masih Tinggi, Badan Otorita: Kita Evaluasi Satu per Satu

Pada kesempatan tersebut, Agung juga memaparkan setidaknya Brunei Darussalam sudah menyampaikan minat investasi ke IKN dalam bentuk letter of intent (LOI). Bahkan Brunei di klaim sudam membentuk satu konsorsium internasional yang berisi perushaan-perusahaan asing yang siap berinvestasi ke IKN.
Agung menyebutkan, komitmen nilai investasi yang disampaikan dari Brunei Darussalam berkisar Rp4-Rp7 triliun. Jumlah tersebut mengikuti hasil studi kelayakan yang akan menjadi kebutuhan biaya investasi.

BACA JUGA:
10 Proyek di IKN Siap Groundbreaking Besok

&quot;Brunei menyampaikan LOI sebagai langkah pertama dari investasi, estimasi nilai investasi masih perlu dihitung, tapi paling tidak Rp4,5 triliun sampai Rp7 triliun, untuk tanah pembangunan, dan lainnya, tentunya berdasarkan studi kelayakan,&quot; kata Agung.Komiten tersebut, diceritakan Agung, didapati saat Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Brunei menghadiri undangan pernikahan Pangeran Brunei Abdul Mateen.
&quot;Meskipun beliau (Presiden Jokowi) undangan (nikah), tapi dimanfaatkan juga untuk mencari investor, ini ada konsorsium internasional, investor yang dipimpin oleh ayah dari sultan Brunei,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
