<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Melemah ke Level Rp15.643/USD Usai BI Tahan Suku Bunga</title><description>Nilai tukar Rupiah sore ini kembali ditutup melemah 50 poin ke level Rp15.643 setelah sebelumnya menguat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/17/278/2956199/rupiah-melemah-ke-level-rp15-643-usd-usai-bi-tahan-suku-bunga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/17/278/2956199/rupiah-melemah-ke-level-rp15-643-usd-usai-bi-tahan-suku-bunga"/><item><title>Rupiah Melemah ke Level Rp15.643/USD Usai BI Tahan Suku Bunga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/17/278/2956199/rupiah-melemah-ke-level-rp15-643-usd-usai-bi-tahan-suku-bunga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/17/278/2956199/rupiah-melemah-ke-level-rp15-643-usd-usai-bi-tahan-suku-bunga</guid><pubDate>Rabu 17 Januari 2024 16:00 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/17/278/2956199/rupiah-melemah-ke-level-rp15-643-usai-bi-tahan-suku-bunga-66GX57365h.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nilai tukar rupiah melemah hari ini (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/17/278/2956199/rupiah-melemah-ke-level-rp15-643-usai-bi-tahan-suku-bunga-66GX57365h.jpg</image><title>Nilai tukar rupiah melemah hari ini (Foto: Freepik)</title></images><description>


JAKARTA - Nilai tukar Rupiah sore ini kembali ditutup melemah 50 poin ke level Rp15.643 setelah sebelumnya menguat signifikan ke level Rp15.592 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan dolar AS karena  Gubernur Fed Christopher Waller mengisyaratkan pendekatan hati-hati terhadap penurunan suku bunga dan mengatakan bahwa ketahanan ekonomi AS saat ini kemungkinan akan menunda potensi penurunan suku bunga.

BACA JUGA:
Gubernur BI Buka-bukaan soal Pergerakan Rupiah Awal 2024

&quot;Komentarnya mengirim dolar ke level tertinggi dalam satu bulan, dan juga memicu lonjakan tajam dalam imbal hasil Treasury, dengan tingkat suku bunga 10-tahun melewati angka 4%,&quot; tulis Ibrahim dalam risetnya, Rabu (17/1/2024).
Isyarat ekonomi AS lainnya menunggu karena para pedagang memangkas perkiraan penurunan suku bunga di bulan Maret Pasar sekarang fokus pada data produksi industri dan penjualan ritel bulan Desember, yang akan dirilis pada hari Rabu.

BACA JUGA:
Segini Harga Uang Koin Rp100 Rupiah Tahun 1978 Gambar Wayang 

Setiap tanda-tanda kekuatan ekonomi AS, khususnya belanja konsumen, memberi The Fed lebih banyak ruang untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
Pedagang terlihat sedikit mengurangi taruhan mereka terhadap penurunan suku bunga bank sentral pada bulan Maret, menurut alat CME Fedwatch. Pasar melihat peluang 62,8% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin, turun dari 66,1% yang terlihat sehari sebelumnya.
Dari sisi domestik, Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan (BI-Rate) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Januari 2024 di level 6,00%.  Keputusan menahan suku bunga ini seiring dengan fokus kebijakan moneter yang pro stabilitas.Selain itu, ini merupakan langkah preemptive dan forward looking  untuk memastikan inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 3%  plus minus 1% pada 2023 dan 2,5% plus minus 1% pada tahun 2024.
Ada beberapa alasan BI mempertahankan suku bunga acuannya. Di  antaranya, ketidakpastian global masih tetap tinggi. Tekanan inflasi di  negara maju terutama Amerika Serikat (AS) yang berlanjut menimbulkan  ketidakpastian terkait dengan arah suku bunga kebijakan global ke depan.
Tercatat, inflasi AS pada Desember 2023 mencapai 3,4% secara  tahunan,naik dari 3,1% pada November 2023. Penurunan harga energi  global, tertahan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama  terkait gangguan di Laut Merah.
Berdasarkan data di atas, mata uang rupiah hari ini melemah,  selanjutnya untuk perdagangan besok diprediksi bergerak fluktuatif dan  kemudian ditutup lanjutkan pelemahan di rentang Rp15.630 - Rp15.690.</description><content:encoded>


JAKARTA - Nilai tukar Rupiah sore ini kembali ditutup melemah 50 poin ke level Rp15.643 setelah sebelumnya menguat signifikan ke level Rp15.592 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan dolar AS karena  Gubernur Fed Christopher Waller mengisyaratkan pendekatan hati-hati terhadap penurunan suku bunga dan mengatakan bahwa ketahanan ekonomi AS saat ini kemungkinan akan menunda potensi penurunan suku bunga.

BACA JUGA:
Gubernur BI Buka-bukaan soal Pergerakan Rupiah Awal 2024

&quot;Komentarnya mengirim dolar ke level tertinggi dalam satu bulan, dan juga memicu lonjakan tajam dalam imbal hasil Treasury, dengan tingkat suku bunga 10-tahun melewati angka 4%,&quot; tulis Ibrahim dalam risetnya, Rabu (17/1/2024).
Isyarat ekonomi AS lainnya menunggu karena para pedagang memangkas perkiraan penurunan suku bunga di bulan Maret Pasar sekarang fokus pada data produksi industri dan penjualan ritel bulan Desember, yang akan dirilis pada hari Rabu.

BACA JUGA:
Segini Harga Uang Koin Rp100 Rupiah Tahun 1978 Gambar Wayang 

Setiap tanda-tanda kekuatan ekonomi AS, khususnya belanja konsumen, memberi The Fed lebih banyak ruang untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
Pedagang terlihat sedikit mengurangi taruhan mereka terhadap penurunan suku bunga bank sentral pada bulan Maret, menurut alat CME Fedwatch. Pasar melihat peluang 62,8% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin, turun dari 66,1% yang terlihat sehari sebelumnya.
Dari sisi domestik, Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan (BI-Rate) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Januari 2024 di level 6,00%.  Keputusan menahan suku bunga ini seiring dengan fokus kebijakan moneter yang pro stabilitas.Selain itu, ini merupakan langkah preemptive dan forward looking  untuk memastikan inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 3%  plus minus 1% pada 2023 dan 2,5% plus minus 1% pada tahun 2024.
Ada beberapa alasan BI mempertahankan suku bunga acuannya. Di  antaranya, ketidakpastian global masih tetap tinggi. Tekanan inflasi di  negara maju terutama Amerika Serikat (AS) yang berlanjut menimbulkan  ketidakpastian terkait dengan arah suku bunga kebijakan global ke depan.
Tercatat, inflasi AS pada Desember 2023 mencapai 3,4% secara  tahunan,naik dari 3,1% pada November 2023. Penurunan harga energi  global, tertahan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama  terkait gangguan di Laut Merah.
Berdasarkan data di atas, mata uang rupiah hari ini melemah,  selanjutnya untuk perdagangan besok diprediksi bergerak fluktuatif dan  kemudian ditutup lanjutkan pelemahan di rentang Rp15.630 - Rp15.690.</content:encoded></item></channel></rss>
