<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Divestasi Saham Vale, ESDM: Satu-satunya Non China Harus Dibantu</title><description>Plt Dirjen Minerba Bambang Suswantono buka suara terkait kelanjutan proses divestasi saham PT Vale Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/17/320/2955939/divestasi-saham-vale-esdm-satu-satunya-non-china-harus-dibantu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/17/320/2955939/divestasi-saham-vale-esdm-satu-satunya-non-china-harus-dibantu"/><item><title>Divestasi Saham Vale, ESDM: Satu-satunya Non China Harus Dibantu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/17/320/2955939/divestasi-saham-vale-esdm-satu-satunya-non-china-harus-dibantu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/17/320/2955939/divestasi-saham-vale-esdm-satu-satunya-non-china-harus-dibantu</guid><pubDate>Rabu 17 Januari 2024 08:22 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/17/320/2955939/divestasi-saham-vale-esdm-satu-satunya-non-china-harus-dibantu-JSx4Z4QaHl.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Divestasi Saham Vale Indonesia. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/17/320/2955939/divestasi-saham-vale-esdm-satu-satunya-non-china-harus-dibantu-JSx4Z4QaHl.jpeg</image><title>Divestasi Saham Vale Indonesia. (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xNS8xLzE3NjEzNC81L3g4cmd6NWE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -  Plt Dirjen Minerba Bambang Suswantono buka suara terkait kelanjutan proses divestasi saham PT Vale Indonesia.
Menurutnya, perusahaan itu cukup bagus dalam menjaga aspek lingkungan lantaran konsisten menjaga alam dengan implementasi sistem penghijauan, reklamasi, dan sebagainya.

BACA JUGA:
ESDM Minta Pertamina Angkat Warung Kecil Jadi Agen Penyalur Resmi LPG 3 Kg

Apalagi berkode emiten itu merupakan satu-satunya perusahaan smelter non China. Sehingga menurutnya penting untuk mendukung dan menjaga keberadaan PT Vale sebagai bagian dari upaya untuk menciptakan kesan internasional yang sehat terkait investasi di Indonesia.
&quot;Kemudian satu hal lagi mungkin ada nilai diplomatisnya. Kalau lihat smelter-smelter nikel yang ada hampir semuanya dari China. Ini satu-satunya non China, jadi harus kita bantu, kita amankan agar kesan internasional investasi di Indonesia ini sehat, tidak melihat hanya China aja,&quot; terangnya dikutip, Rabu (17/1/2024).

BACA JUGA:
BBM Pertalite Jadi Dihapus? Begini Jawaban Menteri ESDM

Bambang menambahkan, Presiden Joko &amp;ldquo;Jokowi&amp;rdquo; Widodo pun pernah melihat langsung dan memberikan penilaian positif terhadap praktik lingkungan Vale.&amp;ldquo;Kalau bapak-bapak pernah ke Vale juga akan merasakan bagaimana indahnya Danau Matano, danau terdalam kedalaman 600 meter dari sisi Vale, tetapi danau itu tidak tercemar sama sekali. Bagaimana PT Vale bisa menjaga air tailing tidak masuk ke danau sehingga tetap terjaga kelestariannya,&amp;rdquo; lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Ing Tri Winarno mengungkapkan, meski perusahaan INCo telah menawarkan harga saham yang akan didivestasikan namun ruang untuk negosiasi masih terbuka.
&quot;Jadi kemahalan atau tidak, kalau misalnya dilihat dari rata-rata harga saham 3 bulan terakhir memang Rp4.600. Kalau saham INCO saat ini kan sudah Rp4.300. Itupun kalau sesuai dengan harga saham. Tetapi ini kan mesti tanda petik ada diskon tertentu,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xNS8xLzE3NjEzNC81L3g4cmd6NWE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -  Plt Dirjen Minerba Bambang Suswantono buka suara terkait kelanjutan proses divestasi saham PT Vale Indonesia.
Menurutnya, perusahaan itu cukup bagus dalam menjaga aspek lingkungan lantaran konsisten menjaga alam dengan implementasi sistem penghijauan, reklamasi, dan sebagainya.

BACA JUGA:
ESDM Minta Pertamina Angkat Warung Kecil Jadi Agen Penyalur Resmi LPG 3 Kg

Apalagi berkode emiten itu merupakan satu-satunya perusahaan smelter non China. Sehingga menurutnya penting untuk mendukung dan menjaga keberadaan PT Vale sebagai bagian dari upaya untuk menciptakan kesan internasional yang sehat terkait investasi di Indonesia.
&quot;Kemudian satu hal lagi mungkin ada nilai diplomatisnya. Kalau lihat smelter-smelter nikel yang ada hampir semuanya dari China. Ini satu-satunya non China, jadi harus kita bantu, kita amankan agar kesan internasional investasi di Indonesia ini sehat, tidak melihat hanya China aja,&quot; terangnya dikutip, Rabu (17/1/2024).

BACA JUGA:
BBM Pertalite Jadi Dihapus? Begini Jawaban Menteri ESDM

Bambang menambahkan, Presiden Joko &amp;ldquo;Jokowi&amp;rdquo; Widodo pun pernah melihat langsung dan memberikan penilaian positif terhadap praktik lingkungan Vale.&amp;ldquo;Kalau bapak-bapak pernah ke Vale juga akan merasakan bagaimana indahnya Danau Matano, danau terdalam kedalaman 600 meter dari sisi Vale, tetapi danau itu tidak tercemar sama sekali. Bagaimana PT Vale bisa menjaga air tailing tidak masuk ke danau sehingga tetap terjaga kelestariannya,&amp;rdquo; lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Ing Tri Winarno mengungkapkan, meski perusahaan INCo telah menawarkan harga saham yang akan didivestasikan namun ruang untuk negosiasi masih terbuka.
&quot;Jadi kemahalan atau tidak, kalau misalnya dilihat dari rata-rata harga saham 3 bulan terakhir memang Rp4.600. Kalau saham INCO saat ini kan sudah Rp4.300. Itupun kalau sesuai dengan harga saham. Tetapi ini kan mesti tanda petik ada diskon tertentu,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
