<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 6%</title><description>Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 6%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/17/320/2956153/bi-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-6</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/17/320/2956153/bi-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-6"/><item><title>BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 6%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/17/320/2956153/bi-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-6</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/17/320/2956153/bi-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-6</guid><pubDate>Rabu 17 Januari 2024 14:49 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/17/320/2956153/bi-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-6-cycrWXSnHC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia disarankan tahan suku bunga acuan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/17/320/2956153/bi-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-6-cycrWXSnHC.jpg</image><title>Bank Indonesia disarankan tahan suku bunga acuan (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 6%. Hal ini diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 16 dan 17 Januari 2024. Demikian pula suku bunga Deposit Facility juga tetap berada di level 5,25%, dan suku bunga Lending Facility di level 6,75%.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga BI Rate ini dengan berdasarkan data dan pertimbangan.

BACA JUGA:
Bukan Gambar Kelapa Sawit, Inilah Uang Koin Logam Termahal Bank Indonesia

&quot;Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan pada level 6%,&quot; ujar Perry dalam konferensi pers RDG BI di Jakarta, Rabu (17/1/2024).

BACA JUGA:
Catut Nama Bank Indonesia, Waspada Ajakan Investasi dengan Untung Berlipat Ganda

Keputusan mempertahankan BI rate ini tetap konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro stability, yaitu untuk penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah. Ditambah serta sebagai langkah preemptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali.
&quot;Sehingga, inflasi tetap terkendali dalam kisaran 2,5&amp;plusmn;1% di 2024,&quot; ujar Perry.Kemudian untuk kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap  pro growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.  Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh untuk mendorong kredit  pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan rumah tangga.
&quot;Akselerasi digitalisasi sistem pembayaran juga terus didorong untuk  meningkatkan volume transaksi dan memperluas inklusi ekonomi keuangan  digital,&quot; tandas Perry.</description><content:encoded>


JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 6%. Hal ini diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 16 dan 17 Januari 2024. Demikian pula suku bunga Deposit Facility juga tetap berada di level 5,25%, dan suku bunga Lending Facility di level 6,75%.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga BI Rate ini dengan berdasarkan data dan pertimbangan.

BACA JUGA:
Bukan Gambar Kelapa Sawit, Inilah Uang Koin Logam Termahal Bank Indonesia

&quot;Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan pada level 6%,&quot; ujar Perry dalam konferensi pers RDG BI di Jakarta, Rabu (17/1/2024).

BACA JUGA:
Catut Nama Bank Indonesia, Waspada Ajakan Investasi dengan Untung Berlipat Ganda

Keputusan mempertahankan BI rate ini tetap konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro stability, yaitu untuk penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah. Ditambah serta sebagai langkah preemptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali.
&quot;Sehingga, inflasi tetap terkendali dalam kisaran 2,5&amp;plusmn;1% di 2024,&quot; ujar Perry.Kemudian untuk kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap  pro growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.  Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh untuk mendorong kredit  pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan rumah tangga.
&quot;Akselerasi digitalisasi sistem pembayaran juga terus didorong untuk  meningkatkan volume transaksi dan memperluas inklusi ekonomi keuangan  digital,&quot; tandas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
