<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengangguran Anak Muda di China Naik Tajam, Ini Biang Keroknya</title><description>Pengangguran anak muda di China mengalami peningkatan sebesar 14,9%  artinya sekitar 15 dari 100 anak muda tidak memiliki pekerjaan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/17/320/2956275/pengangguran-anak-muda-di-china-naik-tajam-ini-biang-keroknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/17/320/2956275/pengangguran-anak-muda-di-china-naik-tajam-ini-biang-keroknya"/><item><title>Pengangguran Anak Muda di China Naik Tajam, Ini Biang Keroknya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/17/320/2956275/pengangguran-anak-muda-di-china-naik-tajam-ini-biang-keroknya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/17/320/2956275/pengangguran-anak-muda-di-china-naik-tajam-ini-biang-keroknya</guid><pubDate>Rabu 17 Januari 2024 17:38 WIB</pubDate><dc:creator>Meliana Tesa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/17/320/2956275/pengangguran-anak-muda-di-china-naik-tajam-ini-biang-keroknya-siSUynSGsN.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pengangguran anak muda di China naik tajam (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/17/320/2956275/pengangguran-anak-muda-di-china-naik-tajam-ini-biang-keroknya-siSUynSGsN.jpeg</image><title>Pengangguran anak muda di China naik tajam (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNS80LzE3MzcxNS81L3g4cG5hbjE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pengangguran anak muda di China mengalami peningkatan sebesar 14,9% artinya sekitar 15 dari 100 anak muda tidak memiliki pekerjaan. Hal itu didominasi oleh kelompok usia 16 hingga 24 tahun.
Presiden dan Kepala Ekonom Pinpoint Asset Management, Zhiwei Zhang mengatakan dalam memo tertulisnya, situasi ini sedang mengalami kesulitan karena investasi di sektor-sektor properti berkurang. Sehingga, saat ini perekonomian lebih bergantung pada sektor manufaktur dan sektor jasa.

BACA JUGA:
Disnakertrans Barito Kuala Berikan Pelatihan dalam Upaya Atasi Pengangguran


Transisi perubahan ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga menyebabkan tingkat pengangguran meningkat yang sebelumnya mencapai rekor di atas 20%.
&amp;ldquo;Transisi ini akan membutuhkan waktu untuk diselesaikan. Pertanyaan adalah kapan transisi di sektor properti akan selesai,&quot; ujarnya, dilansir dari laman CNBC pada Rabu (17/1/2024).

BACA JUGA:
 Caleg Perindo Yenti Janji Atasi Masalah Pengangguran di Depok-Bekasi 


Tidak hanya itu, pengangguran di tingkat perkotaan mencapai 5,1% pada bulan lalu. Hal tersebut disebabkan oleh PDB di China pada tiga bulan terakhir tidak mencapai target.
Menurut Biro Statistik Nasional Tiongkok, ekonomi China tumbuh sebesar 5,2% persen pada kuartal keempat secara tahunan. Namun belum mencapai angka yang telah ditargetkan yaitu 5,3%.
Selain itu, perlunya meningkatkan vitalitas perekonomian, mencegah  risiko, dapat menjadi salah satu upaya untuk memperluas pertumbuhan  ekonomi.
&quot;Kita harus secara efektif meningkatkan vitalitas perekonomian,  mencegah dan memitigasi risiko, meningkatkan ekspektasi sosial,  mengkonsolidasikan dan meningkatkan momentum pemulihan dan pertumbuhan  ekonomi, dalam upaya untuk secara efektif meningkatkan kualitas dan  memperluas kuantitas perekonomian nasional secara tepat,&quot; ujarnya.
Sebagai informasi, populasi Tiongkok mengalami penyusutan lebih dari 2  juta orang menjadi 1,41 miliar pada tahun 2023 dibandingkan tahun  sebelumnya. Populasinya telah menurun sebanyak 850.000 orang pada tahun  2022 dari tahun 2021.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNS80LzE3MzcxNS81L3g4cG5hbjE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pengangguran anak muda di China mengalami peningkatan sebesar 14,9% artinya sekitar 15 dari 100 anak muda tidak memiliki pekerjaan. Hal itu didominasi oleh kelompok usia 16 hingga 24 tahun.
Presiden dan Kepala Ekonom Pinpoint Asset Management, Zhiwei Zhang mengatakan dalam memo tertulisnya, situasi ini sedang mengalami kesulitan karena investasi di sektor-sektor properti berkurang. Sehingga, saat ini perekonomian lebih bergantung pada sektor manufaktur dan sektor jasa.

BACA JUGA:
Disnakertrans Barito Kuala Berikan Pelatihan dalam Upaya Atasi Pengangguran


Transisi perubahan ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga menyebabkan tingkat pengangguran meningkat yang sebelumnya mencapai rekor di atas 20%.
&amp;ldquo;Transisi ini akan membutuhkan waktu untuk diselesaikan. Pertanyaan adalah kapan transisi di sektor properti akan selesai,&quot; ujarnya, dilansir dari laman CNBC pada Rabu (17/1/2024).

BACA JUGA:
 Caleg Perindo Yenti Janji Atasi Masalah Pengangguran di Depok-Bekasi 


Tidak hanya itu, pengangguran di tingkat perkotaan mencapai 5,1% pada bulan lalu. Hal tersebut disebabkan oleh PDB di China pada tiga bulan terakhir tidak mencapai target.
Menurut Biro Statistik Nasional Tiongkok, ekonomi China tumbuh sebesar 5,2% persen pada kuartal keempat secara tahunan. Namun belum mencapai angka yang telah ditargetkan yaitu 5,3%.
Selain itu, perlunya meningkatkan vitalitas perekonomian, mencegah  risiko, dapat menjadi salah satu upaya untuk memperluas pertumbuhan  ekonomi.
&quot;Kita harus secara efektif meningkatkan vitalitas perekonomian,  mencegah dan memitigasi risiko, meningkatkan ekspektasi sosial,  mengkonsolidasikan dan meningkatkan momentum pemulihan dan pertumbuhan  ekonomi, dalam upaya untuk secara efektif meningkatkan kualitas dan  memperluas kuantitas perekonomian nasional secara tepat,&quot; ujarnya.
Sebagai informasi, populasi Tiongkok mengalami penyusutan lebih dari 2  juta orang menjadi 1,41 miliar pada tahun 2023 dibandingkan tahun  sebelumnya. Populasinya telah menurun sebanyak 850.000 orang pada tahun  2022 dari tahun 2021.</content:encoded></item></channel></rss>
