<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Orang Indonesia Doyan Belanja Online, Transaksi E-Commerce Tembus Rp453,75 Triliun di 2023</title><description>Orang Indonesia ternyata doyan belanja online.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/17/320/2956315/orang-indonesia-doyan-belanja-online-transaksi-e-commerce-tembus-rp453-75-triliun-di-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/17/320/2956315/orang-indonesia-doyan-belanja-online-transaksi-e-commerce-tembus-rp453-75-triliun-di-2023"/><item><title>Orang Indonesia Doyan Belanja Online, Transaksi E-Commerce Tembus Rp453,75 Triliun di 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/17/320/2956315/orang-indonesia-doyan-belanja-online-transaksi-e-commerce-tembus-rp453-75-triliun-di-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/17/320/2956315/orang-indonesia-doyan-belanja-online-transaksi-e-commerce-tembus-rp453-75-triliun-di-2023</guid><pubDate>Rabu 17 Januari 2024 18:56 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/17/320/2956315/orang-indonesia-doyan-belanja-online-transaksi-e-commerce-tembus-rp453-75-triliun-di-2023-0UKtwDzkz7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Orang RI doyan belanja online (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/17/320/2956315/orang-indonesia-doyan-belanja-online-transaksi-e-commerce-tembus-rp453-75-triliun-di-2023-0UKtwDzkz7.jpg</image><title>Orang RI doyan belanja online (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMS80LzE3MTk4My81L3g4b3FkdTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Orang Indonesia ternyata doyan belanja online. Bank Indonesia mencatat transaksi e-Commerce di Indonesia mencapai Rp453,75 triliun selama tahun 2023.
Deputi Gubernur Filianingsih Hendarta mengatakan, nilai transaksi tersebut dibelanjakan untuk 3,71 miliar barang karena tren terus meningkat sejalan dengan perubahan perilaku masyarakat.

BACA JUGA:
Marak Serangan Siber, E-Commerce Wajib Amankan Data Pelanggan


&quot;Selama tahun 2023 ini secara nominal atau mencapai Rp453,75 triliun, in term of volume itu mencapai 3,71 miliar (barang) jadi ini trennya memang meningkat terus gitu,&quot; ujar Filianingsih dalam konferensi pers RDG BI di Jakarta, Rabu (17/1/2024).
Pertumbuhan tersebut beriringan dengan nilai transaksi perbankan digital di RI mencapai Rp58.478 triliun sepanjang tahun 2023. Angka tersebut tumbuh 13,48% secara tahunan (yoy).

BACA JUGA:
Daftar 5 Kategori Produk Paling Laris di E-Commerce 2023


Untuk tahun 2024, BI berharap transaksi digital banking akan kembali naik 9,11% (yoy) dan diperkirakan akan mencapai Rp63.803 triliun.
Sementara itu, nilai transaksi uang elektronik naik secara agresif atau meningkat 43,45% (yoy) atau mencapai Rp835,84 triliun pada 2023. Tahun ini, nilai tersebut diproyeksikan kembali meningkat 25,77% (yoy) hingga mencapai Rp1051,42 triliun sepanjang 2024.
Secara spesifik nominal transaksi QRIS tumbuh 130% (yoy) dan mencapai  Rp229,96 triliun dengan jumlah pengguna 45,78 juta dan jumlah merchant  30,41 juta yang sebagian besar merupakan UMKM.
Adapun, nilai transaksi pembayaran pakai kartu ATM, kartu debit dan  kartu kredit turun 0,81% menjadi Rp8178,69 triliun tahun lalu.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMS80LzE3MTk4My81L3g4b3FkdTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Orang Indonesia ternyata doyan belanja online. Bank Indonesia mencatat transaksi e-Commerce di Indonesia mencapai Rp453,75 triliun selama tahun 2023.
Deputi Gubernur Filianingsih Hendarta mengatakan, nilai transaksi tersebut dibelanjakan untuk 3,71 miliar barang karena tren terus meningkat sejalan dengan perubahan perilaku masyarakat.

BACA JUGA:
Marak Serangan Siber, E-Commerce Wajib Amankan Data Pelanggan


&quot;Selama tahun 2023 ini secara nominal atau mencapai Rp453,75 triliun, in term of volume itu mencapai 3,71 miliar (barang) jadi ini trennya memang meningkat terus gitu,&quot; ujar Filianingsih dalam konferensi pers RDG BI di Jakarta, Rabu (17/1/2024).
Pertumbuhan tersebut beriringan dengan nilai transaksi perbankan digital di RI mencapai Rp58.478 triliun sepanjang tahun 2023. Angka tersebut tumbuh 13,48% secara tahunan (yoy).

BACA JUGA:
Daftar 5 Kategori Produk Paling Laris di E-Commerce 2023


Untuk tahun 2024, BI berharap transaksi digital banking akan kembali naik 9,11% (yoy) dan diperkirakan akan mencapai Rp63.803 triliun.
Sementara itu, nilai transaksi uang elektronik naik secara agresif atau meningkat 43,45% (yoy) atau mencapai Rp835,84 triliun pada 2023. Tahun ini, nilai tersebut diproyeksikan kembali meningkat 25,77% (yoy) hingga mencapai Rp1051,42 triliun sepanjang 2024.
Secara spesifik nominal transaksi QRIS tumbuh 130% (yoy) dan mencapai  Rp229,96 triliun dengan jumlah pengguna 45,78 juta dan jumlah merchant  30,41 juta yang sebagian besar merupakan UMKM.
Adapun, nilai transaksi pembayaran pakai kartu ATM, kartu debit dan  kartu kredit turun 0,81% menjadi Rp8178,69 triliun tahun lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
