<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Bahan Bakar Hidrogen Bakal Lebih Murah dari Pertamax</title><description>Harga Bahan Bakar Hidrogen dinilai lebih murah dan efisien dibandingkan dengan Bahan Bakar lain seperti Pertamax.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/17/320/2956345/harga-bahan-bakar-hidrogen-bakal-lebih-murah-dari-pertamax</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/17/320/2956345/harga-bahan-bakar-hidrogen-bakal-lebih-murah-dari-pertamax"/><item><title>Harga Bahan Bakar Hidrogen Bakal Lebih Murah dari Pertamax</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/17/320/2956345/harga-bahan-bakar-hidrogen-bakal-lebih-murah-dari-pertamax</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/17/320/2956345/harga-bahan-bakar-hidrogen-bakal-lebih-murah-dari-pertamax</guid><pubDate>Rabu 17 Januari 2024 20:04 WIB</pubDate><dc:creator>Asla Lupanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/17/320/2956345/harga-bahan-bakar-hidrogen-bakal-lebih-murah-dari-pertamax-E6TSikNoKf.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Bahan Bakar Hidrogen lebih murah dibandingkan pertamax (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/17/320/2956345/harga-bahan-bakar-hidrogen-bakal-lebih-murah-dari-pertamax-E6TSikNoKf.jpeg</image><title>Bahan Bakar Hidrogen lebih murah dibandingkan pertamax (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMy8xLzE3NDEzMi81L3g4cHZ5d2w=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -  Harga Bahan Bakar Hidrogen dinilai lebih murah dan efisien dibandingkan dengan Bahan Bakar lain seperti Pertamax.
President Of Indonesia Fuel Cell and Hydrogen Energy (IFHE), Eniya Listiani Dewi menjelaskan potensi Hidrogen di Indonesia sangat baik, diperkirakan harganya &amp;#8531; di bawah harga green hydrogen. Adapun untuk harga grey hydrogen di SPBH Pertamina belum dirilis.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Soroti BBM Nelayan yang Jadi Keluhan di Banyak Tempat


&amp;ldquo;Dilihat dari hpp green, itu 5,4 USD per Kg itu green di hpp production belum profit, sehingga di profit biasanya nilainya 10-20%, minim di 6, ini green. Sedangkan di luaran green itu 13 USD. Indonesia produksi green paling murah,&amp;rdquo; jelas Eniya.
Saat ini, penggunaan hidrogen diperkirakan akan mencakup biaya Rp277-Rp300 per km. Hal ini jauh lebih murah dari Pertamax yang memakan biaya Rp1.380 per km. Pengisian hidrogen juga lebih mudah dan efisien karena dalam sekali pengisian dapat langsung penuh dengan kapasitas yang besar.

BACA JUGA:
100 Lembaga Penyalur BBM Satu Harga Dibangun 2024


&amp;ldquo;Pertamina running dengan harga lebih murah karena menggunakan grey hidrogen. Tapi emisi yang berjalan akan turun,&amp;rdquo; ujar Eniya.
Selain lebih murah, penggunaan hidrogen dalam sekali pengisian dapat digunakan dalam satu bulan. Hal ini akan sangat memudahkan masyarakat dalam berkendara. Namun, bahan bakar ini hanya dapat digunakan  untuk kendaraan mobil.
Untuk diketahui, Pertamina New &amp;amp; Renewable Energy (Pertamina NRE)  berkolaborasi dengan Toyota untuk mengembangkan ekosistem hidrogen  sebagai bahan bakar kendaraan di Indonesia. Dalam groundbreaking  hydrogen refueling station (HRS) hari ini, Rabu (17/1) di SPBU Daan  Mogot, keduanya sepakat bahwa dalam membangun ekosistem tersebut tidak  hanya penting menyiapkan infrastrukturnya melainkan juga kerja sama  dengan konsumen untuk memastikan tingkat permintaan.
Kolaborasi kedua entitas tersebut tertuang dalam Joint Development  Agreement tentang pengembangan ekosistem transportasi berbasis hidrogen  yang dilakukan oleh Chief Executive Officer Pertamina NRE Dannif  Danusaputro dan President Director Toyota Motor Manufacturing Indonesia  (TMMIN) Nandi Julyanto serta disaksikan oleh Komisaris Utama PT  Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama dan Direktur Utama  PT  Pertamina (Persero) Nicke Widyawati.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMy8xLzE3NDEzMi81L3g4cHZ5d2w=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -  Harga Bahan Bakar Hidrogen dinilai lebih murah dan efisien dibandingkan dengan Bahan Bakar lain seperti Pertamax.
President Of Indonesia Fuel Cell and Hydrogen Energy (IFHE), Eniya Listiani Dewi menjelaskan potensi Hidrogen di Indonesia sangat baik, diperkirakan harganya &amp;#8531; di bawah harga green hydrogen. Adapun untuk harga grey hydrogen di SPBH Pertamina belum dirilis.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Soroti BBM Nelayan yang Jadi Keluhan di Banyak Tempat


&amp;ldquo;Dilihat dari hpp green, itu 5,4 USD per Kg itu green di hpp production belum profit, sehingga di profit biasanya nilainya 10-20%, minim di 6, ini green. Sedangkan di luaran green itu 13 USD. Indonesia produksi green paling murah,&amp;rdquo; jelas Eniya.
Saat ini, penggunaan hidrogen diperkirakan akan mencakup biaya Rp277-Rp300 per km. Hal ini jauh lebih murah dari Pertamax yang memakan biaya Rp1.380 per km. Pengisian hidrogen juga lebih mudah dan efisien karena dalam sekali pengisian dapat langsung penuh dengan kapasitas yang besar.

BACA JUGA:
100 Lembaga Penyalur BBM Satu Harga Dibangun 2024


&amp;ldquo;Pertamina running dengan harga lebih murah karena menggunakan grey hidrogen. Tapi emisi yang berjalan akan turun,&amp;rdquo; ujar Eniya.
Selain lebih murah, penggunaan hidrogen dalam sekali pengisian dapat digunakan dalam satu bulan. Hal ini akan sangat memudahkan masyarakat dalam berkendara. Namun, bahan bakar ini hanya dapat digunakan  untuk kendaraan mobil.
Untuk diketahui, Pertamina New &amp;amp; Renewable Energy (Pertamina NRE)  berkolaborasi dengan Toyota untuk mengembangkan ekosistem hidrogen  sebagai bahan bakar kendaraan di Indonesia. Dalam groundbreaking  hydrogen refueling station (HRS) hari ini, Rabu (17/1) di SPBU Daan  Mogot, keduanya sepakat bahwa dalam membangun ekosistem tersebut tidak  hanya penting menyiapkan infrastrukturnya melainkan juga kerja sama  dengan konsumen untuk memastikan tingkat permintaan.
Kolaborasi kedua entitas tersebut tertuang dalam Joint Development  Agreement tentang pengembangan ekosistem transportasi berbasis hidrogen  yang dilakukan oleh Chief Executive Officer Pertamina NRE Dannif  Danusaputro dan President Director Toyota Motor Manufacturing Indonesia  (TMMIN) Nandi Julyanto serta disaksikan oleh Komisaris Utama PT  Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama dan Direktur Utama  PT  Pertamina (Persero) Nicke Widyawati.</content:encoded></item></channel></rss>
