<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Paksa Karyawan Berhenti, Perusahaan Ini Sengaja Pindah Kantor ke Daerah Terpencil</title><description>Sebuah perusahaan di China memindahkan kantornya ke daerah pegunungan yang terpencil agar para karyawannya mengundurkan diri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/18/320/2956722/paksa-karyawan-berhenti-perusahaan-ini-sengaja-pindah-kantor-ke-daerah-terpencil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/18/320/2956722/paksa-karyawan-berhenti-perusahaan-ini-sengaja-pindah-kantor-ke-daerah-terpencil"/><item><title>Paksa Karyawan Berhenti, Perusahaan Ini Sengaja Pindah Kantor ke Daerah Terpencil</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/18/320/2956722/paksa-karyawan-berhenti-perusahaan-ini-sengaja-pindah-kantor-ke-daerah-terpencil</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/18/320/2956722/paksa-karyawan-berhenti-perusahaan-ini-sengaja-pindah-kantor-ke-daerah-terpencil</guid><pubDate>Kamis 18 Januari 2024 15:43 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Amirah Nasution</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/18/320/2956722/paksa-karyawan-berhenti-perusahaan-ini-sengaja-pindah-kantor-ke-daerah-terpencil-dbeVKHlCyN.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Perusahaan di China paksa karyawan mengundurkan diri (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/18/320/2956722/paksa-karyawan-berhenti-perusahaan-ini-sengaja-pindah-kantor-ke-daerah-terpencil-dbeVKHlCyN.jpeg</image><title>Perusahaan di China paksa karyawan mengundurkan diri (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8zMC8zNC8xNzQ0MjkvNS94OHEzM3Vr&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sebuah perusahaan di China memindahkan kantornya ke daerah pegunungan yang terpencil agar para karyawannya mengundurkan diri. Perusahaan ini bergerak di bidang biro periklanan yang berada di pusat kota Xi&amp;rsquo;an, provinsi Shaanxi, Tiongkok.
Melansir dari laman odditycentral.com pada Kamis (18/01/2024), hal ini disampaikan oleh mantan karyawan yang meninggalkan perusahaan karena kondisi kerja tersebut. Pria ini dikenal sebagai Chang, yang mengatakan bahwa perusahaan memberitahu mereka harus melakukan perjalanan ke lokasi baru perusahaan di Gunung Qinling.

BACA JUGA:
Ekonomi China Tumbuh 5,2% pada 2023, Terburuk sejak 1990


Pasalnya, waktu tempuh untuk sampai ke lokasi tersebut membutuhkan dua jam sekali jalan. Bahkan dengan pilihan transportasi yang terbatas bagi yang tidak memiliki kendaraan pribadi, seperti mobil.
&amp;ldquo;Rekan-rekan saya yang tidak memiliki kendaraan harus bergantung pada bus yang berangkatnya setiap tiga jam dan kemudian berjalan tiga kilometer lagi melalui jalur pegunungan untuk mencapai kantor,&amp;rdquo; kata Chang.

BACA JUGA:
Pengangguran Anak Muda di China Naik Tajam, Ini Biang Keroknya


Chang juga menambahkan bahwa naik taksi dari kereta terdekat menghabiskan biaya sekitar USD8 setara Rp124 ribu (kurs Rp15.500 per USD) dan perusahaan menolak untuk menanggung biaya tersebut.
Selain terpencil, lokasi tersebut juga minim fasilitas dasar sehingga mengharuskan pegawai perempuan pergi ke desa terdekat hanya untuk menggunakan toilet umum. Kawasan tersebut juga tidak aman karena banyaknya anjing liar, terutama setelah gelap.
Meskipun sudah ada banyak keluhan dari para karyawan, manajemen tetap  tidak melakukan apapun terhadap situasi tersebut. Hingga pada akhirnya,  14 dari 20 karyawan, termasuk Chang, mengajukan pengunduran diri  mereka.
Akan tetapi, empat hari kemudian, mereka terkejut saat mengetahui  bahwa perusahaan telah pindah kembali ke kota Xi&amp;rsquo;an dan secara aktif  mencari karyawan baru. Mereka menuduh mantan atasannya yang memindahkan  kantor ke pegunungan agar mereka berhenti tanpa harus membayar  kompensasi apapun.
Setelah cerita ini viral, perusahaan periklanan tersebut membantah  klaim tersebut. Perusahaan juga mengancam akan menuntut mantan  karyawannya karena memfitkan reputasi perusahaan.
&amp;ldquo;Sewa di Kawasan Pusat Bisnis mahal, dan kantor baru sedang  direnovasi. Kami mengoperasikan sebuah homestay, jadi kami pindah  sementara ke sana selama seminggu,&amp;rdquo; kata seorang perwakilan perusahaan.
Namun, mantan karyawan tersebut kini menuduh perusahaan meremehkan  situasi tersebut, dan mengklaim bahwa mereka diberitahu lokasi  pegunungan tersebut akan berfungsi sebagai kantor pusat perusahaan untuk  waktu yang lama, mungkin lebih satu tahun.
Di media sosial Tiongkok, sebagian besar komentar berpihak pada  mantan karyawan, dan menuduh perusahaan melakukan praktik manipulatif  bahkan melanggar kontrak kerja standar yang menentukan lokasi kerja.  Dimana, mengubah lokasi tersebut tanpa ada persetujuan karyawan adalah  pelanggaran kontrak.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8zMC8zNC8xNzQ0MjkvNS94OHEzM3Vr&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sebuah perusahaan di China memindahkan kantornya ke daerah pegunungan yang terpencil agar para karyawannya mengundurkan diri. Perusahaan ini bergerak di bidang biro periklanan yang berada di pusat kota Xi&amp;rsquo;an, provinsi Shaanxi, Tiongkok.
Melansir dari laman odditycentral.com pada Kamis (18/01/2024), hal ini disampaikan oleh mantan karyawan yang meninggalkan perusahaan karena kondisi kerja tersebut. Pria ini dikenal sebagai Chang, yang mengatakan bahwa perusahaan memberitahu mereka harus melakukan perjalanan ke lokasi baru perusahaan di Gunung Qinling.

BACA JUGA:
Ekonomi China Tumbuh 5,2% pada 2023, Terburuk sejak 1990


Pasalnya, waktu tempuh untuk sampai ke lokasi tersebut membutuhkan dua jam sekali jalan. Bahkan dengan pilihan transportasi yang terbatas bagi yang tidak memiliki kendaraan pribadi, seperti mobil.
&amp;ldquo;Rekan-rekan saya yang tidak memiliki kendaraan harus bergantung pada bus yang berangkatnya setiap tiga jam dan kemudian berjalan tiga kilometer lagi melalui jalur pegunungan untuk mencapai kantor,&amp;rdquo; kata Chang.

BACA JUGA:
Pengangguran Anak Muda di China Naik Tajam, Ini Biang Keroknya


Chang juga menambahkan bahwa naik taksi dari kereta terdekat menghabiskan biaya sekitar USD8 setara Rp124 ribu (kurs Rp15.500 per USD) dan perusahaan menolak untuk menanggung biaya tersebut.
Selain terpencil, lokasi tersebut juga minim fasilitas dasar sehingga mengharuskan pegawai perempuan pergi ke desa terdekat hanya untuk menggunakan toilet umum. Kawasan tersebut juga tidak aman karena banyaknya anjing liar, terutama setelah gelap.
Meskipun sudah ada banyak keluhan dari para karyawan, manajemen tetap  tidak melakukan apapun terhadap situasi tersebut. Hingga pada akhirnya,  14 dari 20 karyawan, termasuk Chang, mengajukan pengunduran diri  mereka.
Akan tetapi, empat hari kemudian, mereka terkejut saat mengetahui  bahwa perusahaan telah pindah kembali ke kota Xi&amp;rsquo;an dan secara aktif  mencari karyawan baru. Mereka menuduh mantan atasannya yang memindahkan  kantor ke pegunungan agar mereka berhenti tanpa harus membayar  kompensasi apapun.
Setelah cerita ini viral, perusahaan periklanan tersebut membantah  klaim tersebut. Perusahaan juga mengancam akan menuntut mantan  karyawannya karena memfitkan reputasi perusahaan.
&amp;ldquo;Sewa di Kawasan Pusat Bisnis mahal, dan kantor baru sedang  direnovasi. Kami mengoperasikan sebuah homestay, jadi kami pindah  sementara ke sana selama seminggu,&amp;rdquo; kata seorang perwakilan perusahaan.
Namun, mantan karyawan tersebut kini menuduh perusahaan meremehkan  situasi tersebut, dan mengklaim bahwa mereka diberitahu lokasi  pegunungan tersebut akan berfungsi sebagai kantor pusat perusahaan untuk  waktu yang lama, mungkin lebih satu tahun.
Di media sosial Tiongkok, sebagian besar komentar berpihak pada  mantan karyawan, dan menuduh perusahaan melakukan praktik manipulatif  bahkan melanggar kontrak kerja standar yang menentukan lokasi kerja.  Dimana, mengubah lokasi tersebut tanpa ada persetujuan karyawan adalah  pelanggaran kontrak.</content:encoded></item></channel></rss>
