<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alokasi Subsidi Pupuk Ditambah Rp14 Triliun, Produktivitas Pertanian Meningkat?   </title><description>Pemerintah memutuskan menambahkan alokasi subsidi pupuk sebesar Rp14 triliun atau sekitar 40%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/18/320/2956837/alokasi-subsidi-pupuk-ditambah-rp14-triliun-produktivitas-pertanian-meningkat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/18/320/2956837/alokasi-subsidi-pupuk-ditambah-rp14-triliun-produktivitas-pertanian-meningkat"/><item><title>Alokasi Subsidi Pupuk Ditambah Rp14 Triliun, Produktivitas Pertanian Meningkat?   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/18/320/2956837/alokasi-subsidi-pupuk-ditambah-rp14-triliun-produktivitas-pertanian-meningkat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/18/320/2956837/alokasi-subsidi-pupuk-ditambah-rp14-triliun-produktivitas-pertanian-meningkat</guid><pubDate>Kamis 18 Januari 2024 18:28 WIB</pubDate><dc:creator>Rasbina Br Tarigan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/18/320/2956837/alokasi-subsidi-pupuk-ditambah-rp14-triliun-produktivitas-pertanian-meningkat-ObKRKVtw6z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alokasi Pupuk Subsidi Ditambah Rp14 Triliun. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/18/320/2956837/alokasi-subsidi-pupuk-ditambah-rp14-triliun-produktivitas-pertanian-meningkat-ObKRKVtw6z.jpg</image><title>Alokasi Pupuk Subsidi Ditambah Rp14 Triliun. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah memutuskan menambahkan alokasi subsidi pupuk sebesar Rp14 triliun atau sekitar 40% dari alokasi 2023 sejumlah 6,05 juta ton. Tambahan subsisi pupuk setara 2,5 juta ton diharapkan dapat mendorong produktivtas pertanian di masa sulit akibat kondisi cuaca yang tidak pasti.
Menanggapi tambahan dana tersebut, Ekonom Mohamad Dian Revindo menilai, peningkatan alokasi pupuk ini dilakukan pada saat yang tepat, yakni ketika awal musim tanam ditengah kondisi dua fenomena alam yang melanda Indonesia. Pertama, El Nino, yang mengakibatkan pemanasan permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah hingga timur. Kedua, Angin Monsun Asia yang menyebabkan Asia menjadi lebih dingin.

BACA JUGA:
Pupuk Subsidi Sulit Didapat, Ganjar: Alokasinya Harus Tepat Sasaran

&quot;Kedua fenomena ini akan menimbulkan curah hujan yang tidak merata di Indonesia,&quot; ujarnya, Jakarta, Kamis (18/1/2024).
Oleh karena itu, dirinya berharap peningkatan alokasi subsidi yang signifikan ini dapat menjawab masalah kelangkaan pupuk petani.

BACA JUGA:
Petani di Brebes Keluhkan Sulit Pupuk Subsidi, Ganjar Ajak Pemangku Kepentingan Bantu&amp;nbsp;

Studi Sutawikara (2023) menunjukkan tanpa penambahan maka alokasi subsidi sebelumnya hanya cukup untuk pengadaan 6,05 juta ton, tidak mampu memenuhi keubutuhan petani yang mencapai 7,86 juta ton.
Selain itu, Revindo juga berharap penambahan subsidi ini dapat dapat membantu menurunkan biaya produksi petani. Perhitungan BPS menunjukkan bahwa pupuk menyumbang 9,43% dari biaya produksi padi sawah.Dalam jangka menengah dan panjang, hal ini juga dapat mendukung keberlanjutan usaha pertanian dan ketahanan pangan. Hasil Survei Pertanian Terintegrasi (SITASI) dari BPS (2023) mengungkapkan bahwa rata-rata pendapatan bersih petani skala kecil hanya Rp5,23 juta per tahun. Hal ini merupakan salah satu faktor rendahnya minat masyarakat untuk menjadi petani, termasuk rendahnya minat pemuda untuk bekerja di sektor pertanian yang tinggal kurang dari 20%.
Alokasi dana tambahan untuk pupuk subsidi akan memberikan dampak positif langsung terhadap pendapatan petani. Dengan pupuk yang lebih terjangkau, biaya produksi pertanian akan berkurang sehingga marjin keuntungan bagi petani meningkat. Hal ini dapat menciptakan efek berkelanjutan terhadap taraf hidup petani.
Sebelumnya, pupuk subsidi diberikan kepada petani terdaftar yang memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah memutuskan menambahkan alokasi subsidi pupuk sebesar Rp14 triliun atau sekitar 40% dari alokasi 2023 sejumlah 6,05 juta ton. Tambahan subsisi pupuk setara 2,5 juta ton diharapkan dapat mendorong produktivtas pertanian di masa sulit akibat kondisi cuaca yang tidak pasti.
Menanggapi tambahan dana tersebut, Ekonom Mohamad Dian Revindo menilai, peningkatan alokasi pupuk ini dilakukan pada saat yang tepat, yakni ketika awal musim tanam ditengah kondisi dua fenomena alam yang melanda Indonesia. Pertama, El Nino, yang mengakibatkan pemanasan permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah hingga timur. Kedua, Angin Monsun Asia yang menyebabkan Asia menjadi lebih dingin.

BACA JUGA:
Pupuk Subsidi Sulit Didapat, Ganjar: Alokasinya Harus Tepat Sasaran

&quot;Kedua fenomena ini akan menimbulkan curah hujan yang tidak merata di Indonesia,&quot; ujarnya, Jakarta, Kamis (18/1/2024).
Oleh karena itu, dirinya berharap peningkatan alokasi subsidi yang signifikan ini dapat menjawab masalah kelangkaan pupuk petani.

BACA JUGA:
Petani di Brebes Keluhkan Sulit Pupuk Subsidi, Ganjar Ajak Pemangku Kepentingan Bantu&amp;nbsp;

Studi Sutawikara (2023) menunjukkan tanpa penambahan maka alokasi subsidi sebelumnya hanya cukup untuk pengadaan 6,05 juta ton, tidak mampu memenuhi keubutuhan petani yang mencapai 7,86 juta ton.
Selain itu, Revindo juga berharap penambahan subsidi ini dapat dapat membantu menurunkan biaya produksi petani. Perhitungan BPS menunjukkan bahwa pupuk menyumbang 9,43% dari biaya produksi padi sawah.Dalam jangka menengah dan panjang, hal ini juga dapat mendukung keberlanjutan usaha pertanian dan ketahanan pangan. Hasil Survei Pertanian Terintegrasi (SITASI) dari BPS (2023) mengungkapkan bahwa rata-rata pendapatan bersih petani skala kecil hanya Rp5,23 juta per tahun. Hal ini merupakan salah satu faktor rendahnya minat masyarakat untuk menjadi petani, termasuk rendahnya minat pemuda untuk bekerja di sektor pertanian yang tinggal kurang dari 20%.
Alokasi dana tambahan untuk pupuk subsidi akan memberikan dampak positif langsung terhadap pendapatan petani. Dengan pupuk yang lebih terjangkau, biaya produksi pertanian akan berkurang sehingga marjin keuntungan bagi petani meningkat. Hal ini dapat menciptakan efek berkelanjutan terhadap taraf hidup petani.
Sebelumnya, pupuk subsidi diberikan kepada petani terdaftar yang memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022.</content:encoded></item></channel></rss>
