<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konsumsi Listrik RI Naik 14% Sepanjang 2023</title><description>Kementerian ESDM mencatat realisasi konsumsi listrik Indonesia sepanjang 2023 mencapai 1.337 kWh.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/18/320/2956883/konsumsi-listrik-ri-naik-14-sepanjang-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/18/320/2956883/konsumsi-listrik-ri-naik-14-sepanjang-2023"/><item><title>Konsumsi Listrik RI Naik 14% Sepanjang 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/18/320/2956883/konsumsi-listrik-ri-naik-14-sepanjang-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/18/320/2956883/konsumsi-listrik-ri-naik-14-sepanjang-2023</guid><pubDate>Kamis 18 Januari 2024 20:09 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/18/320/2956883/konsumsi-listrik-ri-naik-14-sepanjang-2023-u5p7CUnK82.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Konsumsi listrik naik 14% (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/18/320/2956883/konsumsi-listrik-ri-naik-14-sepanjang-2023-u5p7CUnK82.jpg</image><title>Konsumsi listrik naik 14% (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xNy8xLzE3NjIwMC81L3g4cmoyMXI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian ESDM mencatat realisasi konsumsi listrik Indonesia sepanjang 2023 mencapai 1.337 kWh. Konsumsi listrik meningkat hingga 14% dibandingkan 2022 lalu yang tercatat 1.173 kWh per kapita.
&quot;Konsumsi listrik per kapita kita 1.337 ini hasilnya enggak jelek-jelek karena Myanmar, Kamboja, Timor Leste, Filipina malah masih di bawah,&quot; jelas Direktur Jenderal (Dirjen) Ketenagalistrikan dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Tahun 2023 dan Program Kerja Tahun 2024 di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan, Jakarta, Kamis (18/1/2024).

BACA JUGA:
Anggaran Rp1,4 Miliar Cair, Realisasi Konversi Motor Listrik Masih Sepi Peminat


Diungkapkannya, realisasi konsumsi listrik pada 2023 juga melampaui target yang dipatok pada 2023 yaitu sebesar 1.336 kWh per kapita.
Jisman menambahkan, meningkatkan konsumsi listrik dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa adanya pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

BACA JUGA:
Pasang Kaca Film pada Mobil Listrik, Jangan Lupa Perhatikan Hal Ini


&quot;(Ada) pertumbuhan ekonomi. (Misal) bapak kan sekarang gajinya segini, ini perlu tadinya 1 kamar ada AC anak bikin AC lagi. Kan ada handphone sekarang nanti ada mobil listrik besar loh itu,&quot; terangnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa konsumsi listrik Indonesia di 2023 yang mencapai 1.337 kWh per kapita juga sudah cukup bagus dibandingkan negara lain seperti Myanmar Kamboja, Filipina, hingga Timor Leste.
&quot;(Mereka) masih di bawah dan kita ini sangat luas ada 17 ribu  penduduk 270 juta kita sebenarnya pengguna listriknya juga tidak kalah  dengan yang lain,&quot; imbuhnya.
Jisman merincikan, konsumsi listrik per kapita di Myanmar tercatat  masih sebesar 416 kWh per kapita, Kamboja sebesar 524 kWh, Timor Leste  sebesar 401 kWh dan Filipina 976 kWh per Kapita.
Kendati demikian, Jisman menilai, RI masih perlu mengerek konsumsi  listrik per kapita karena semakin tinggi konsumsi listrik menunjukkan  kemakmuran masyarakat.
&quot;Kita berharap paling tidak mengejar Thailand dulu di 2000 sekian,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xNy8xLzE3NjIwMC81L3g4cmoyMXI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian ESDM mencatat realisasi konsumsi listrik Indonesia sepanjang 2023 mencapai 1.337 kWh. Konsumsi listrik meningkat hingga 14% dibandingkan 2022 lalu yang tercatat 1.173 kWh per kapita.
&quot;Konsumsi listrik per kapita kita 1.337 ini hasilnya enggak jelek-jelek karena Myanmar, Kamboja, Timor Leste, Filipina malah masih di bawah,&quot; jelas Direktur Jenderal (Dirjen) Ketenagalistrikan dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Tahun 2023 dan Program Kerja Tahun 2024 di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan, Jakarta, Kamis (18/1/2024).

BACA JUGA:
Anggaran Rp1,4 Miliar Cair, Realisasi Konversi Motor Listrik Masih Sepi Peminat


Diungkapkannya, realisasi konsumsi listrik pada 2023 juga melampaui target yang dipatok pada 2023 yaitu sebesar 1.336 kWh per kapita.
Jisman menambahkan, meningkatkan konsumsi listrik dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa adanya pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

BACA JUGA:
Pasang Kaca Film pada Mobil Listrik, Jangan Lupa Perhatikan Hal Ini


&quot;(Ada) pertumbuhan ekonomi. (Misal) bapak kan sekarang gajinya segini, ini perlu tadinya 1 kamar ada AC anak bikin AC lagi. Kan ada handphone sekarang nanti ada mobil listrik besar loh itu,&quot; terangnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa konsumsi listrik Indonesia di 2023 yang mencapai 1.337 kWh per kapita juga sudah cukup bagus dibandingkan negara lain seperti Myanmar Kamboja, Filipina, hingga Timor Leste.
&quot;(Mereka) masih di bawah dan kita ini sangat luas ada 17 ribu  penduduk 270 juta kita sebenarnya pengguna listriknya juga tidak kalah  dengan yang lain,&quot; imbuhnya.
Jisman merincikan, konsumsi listrik per kapita di Myanmar tercatat  masih sebesar 416 kWh per kapita, Kamboja sebesar 524 kWh, Timor Leste  sebesar 401 kWh dan Filipina 976 kWh per Kapita.
Kendati demikian, Jisman menilai, RI masih perlu mengerek konsumsi  listrik per kapita karena semakin tinggi konsumsi listrik menunjukkan  kemakmuran masyarakat.
&quot;Kita berharap paling tidak mengejar Thailand dulu di 2000 sekian,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
