<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kumpulkan 10.000 Orang, Miliarder Ini Bagi-Bagi Warisan Rp420 Miliar</title><description>Miliarder wanita bernama Marlene Engelhorn asal Vienna, membagikan warisannya ke 50 warga Austria.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/19/320/2957364/kumpulkan-10-000-orang-miliarder-ini-bagi-bagi-warisan-rp420-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/19/320/2957364/kumpulkan-10-000-orang-miliarder-ini-bagi-bagi-warisan-rp420-miliar"/><item><title>Kumpulkan 10.000 Orang, Miliarder Ini Bagi-Bagi Warisan Rp420 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/19/320/2957364/kumpulkan-10-000-orang-miliarder-ini-bagi-bagi-warisan-rp420-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/19/320/2957364/kumpulkan-10-000-orang-miliarder-ini-bagi-bagi-warisan-rp420-miliar</guid><pubDate>Jum'at 19 Januari 2024 18:36 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Amirah Nasution</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/19/320/2957364/kumpulkan-10-000-orang-miliarder-ini-bagi-bagi-warisan-rp420-miliar-Mn5qWRzvTc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Miliarder wanita membagikan warisannya (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/19/320/2957364/kumpulkan-10-000-orang-miliarder-ini-bagi-bagi-warisan-rp420-miliar-Mn5qWRzvTc.jpg</image><title>Miliarder wanita membagikan warisannya (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xNy83LzE3NjIxNS81L3g4cmo5azQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Miliarder wanita bernama Marlene Engelhorn asal Vienna, membagikan warisannya ke 50 warga Austria. Harta yang diwarisi sebesar USD27,1 juta setara Rp420,6 miliar (kurs Rp15.520 per USD).
Dia adalah pewaris Austria-Jerman yang membentuk warga untuk memutuskan menyumbangkan sebagian kekayaan yang dia warisi dari neneknya.

BACA JUGA:
Jadi Miliarder Termuda di Dunia, Pemuda 19 Tahun Ini Punya Harta Rp62,5 Triliun


&quot;Saya mewarisi kekayaan dan juga kekuasaan, tanpa melakukan apapun untuk itu&quot; katanya. Dia juga menambahkan bahwa negaranya tidak menginginkan pajak atas hal tersebut.
Perlu diketahui, Austria menghapus pajak warisan pada tahun 2008, salah satu dari segelintir negara Eropa yang tidak mengenakan pajak warisan atau bea kematian.
Marlene merupakan keturunan Friedrich Engelhorn, seorang pendiri perusahaan kimia dan farmasi asal Jerman, BASF, dan mewarisi jutaan dolar ketika neneknya meninggal pada September 2022.

BACA JUGA:
5 Miliarder Dunia yang Sudah Bangun Bunker Anti Kiamat


Majalah Forbes memperkirakan kekayaan Tarudl Engelhorn-Vechiatto sebesar USD4,2 miliar setara Rp 65,1 triliun. Sebelum dia meninggal, Marlene sudah menyatakan bahwa dia sudah ingin membagikan sekitar 90% warisannya.
Pada rabu, 17 Januari 2024, ada 10.000 undangan ditargetkan kepada warga negara Austria dan dipilih secara acak. Mereka yang ingin menjadi Good Council sebagai Redistribusi dapat mendaftar secara online atau melalui telepon.
Dari 10.000 undangan akan dipilih kembali menjadi 50 orang, dan 15 anggota pengganti juga dipilih jika ada yang putus sekolah.
&quot;Banyak orang berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan  pekerjaan penuh waktu, dan membayar pajak untuk setiap euro yang mereka  peroleh dari pekerjaan. Saya melihat ini sebagai kegagalan politik, dan  jika politik gagal maka warga negara harus menanggungnya sendiri,&quot;  jelasnya.
Direktur Pelaksana Foresight Institute Christoph Hofinger mendukung  kegiatan Marlene. Dia mengatakan, dewan yang akan mendistribusikan  kembali uang ahli waris tersebut akan terdiri dari 50 orang, dari semua  kelompok umur, negara bagian, kelas sosial, dan latar belakang.
&quot;Kelompok tersebut akan diminta untuk menyumbangkan gagasannya guna  bersama-sama mengembangkan solusi demi kepentingan masyarakat secara  keseluruhan,&quot; tutur Christoph.
Mereka juga akan mengambil bagian dalam pertemuan di Salzburg dengan  akademisi dan organisasi masyarakat sipil dari bulan Maret hingga Juni  2024.
Penyelenggara mengatakan pertemuan tersebut akan bebas hambatan  dengan penitipan anak dan penerjemah jika diperlukan. Biaya perjalanan  sudah ditanggung dan peserta akan menerima USD1300 setara Rp20,2 juta  untuk setiap akhir pekan.
&quot;Saya yakin bahwa diskusi mereka menjadi pengabdian bagi demokrasi  sehingga mereka harus diberi kompensasi yang layak atas hal tersebut.
Meskipun begitu, masih tidak jelas mengenai proporsi warisannya yang  dibagikan, walaupun pada 2021 dia mengatakan bahwa akan membagikan 90%  dari warisannya tersebut. Warisan ini hanya keberuntungan sebagai lotre  kelahiran.
Timnya belum menginformasikan seberapa besar hambatan yang ia alami meskipun ia masih memiliki penyangga finansial.
Enam belas tahun lalu Austria menghapus pajak warisan, pajak ini  menjadi perdebatan. Salah satu partai besar di Austria, Social Democrats  menginginkan pajak tersebut diberlakukan kembali.
Pemimpin Social Democrats Andreas Babler mengatakan bahwa dia ingin  hal tersebut menjadi syarat utama bagi kemungkinan perundingan koalisi,  setelah pemilihan umum Austria berikutnya yang dijadwalkan akhir tahun  2024.
Namun People's Party yang konservatif, yang merupakan mitra senior  dalam pemerintahan koalisi Austria dengan Greens, telah menolak usulan  tersebut.
Sekretaris Jenderal partai tersebut, Christian Stocker, mengatakan  meski Babler ingin lebih membebani masyarakat dengan pajak kekayaan dan  warisan, People's Party menolak pajak baru, masyarakat harus mendapatkan  lebih banyak pendapatan bersih.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xNy83LzE3NjIxNS81L3g4cmo5azQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Miliarder wanita bernama Marlene Engelhorn asal Vienna, membagikan warisannya ke 50 warga Austria. Harta yang diwarisi sebesar USD27,1 juta setara Rp420,6 miliar (kurs Rp15.520 per USD).
Dia adalah pewaris Austria-Jerman yang membentuk warga untuk memutuskan menyumbangkan sebagian kekayaan yang dia warisi dari neneknya.

BACA JUGA:
Jadi Miliarder Termuda di Dunia, Pemuda 19 Tahun Ini Punya Harta Rp62,5 Triliun


&quot;Saya mewarisi kekayaan dan juga kekuasaan, tanpa melakukan apapun untuk itu&quot; katanya. Dia juga menambahkan bahwa negaranya tidak menginginkan pajak atas hal tersebut.
Perlu diketahui, Austria menghapus pajak warisan pada tahun 2008, salah satu dari segelintir negara Eropa yang tidak mengenakan pajak warisan atau bea kematian.
Marlene merupakan keturunan Friedrich Engelhorn, seorang pendiri perusahaan kimia dan farmasi asal Jerman, BASF, dan mewarisi jutaan dolar ketika neneknya meninggal pada September 2022.

BACA JUGA:
5 Miliarder Dunia yang Sudah Bangun Bunker Anti Kiamat


Majalah Forbes memperkirakan kekayaan Tarudl Engelhorn-Vechiatto sebesar USD4,2 miliar setara Rp 65,1 triliun. Sebelum dia meninggal, Marlene sudah menyatakan bahwa dia sudah ingin membagikan sekitar 90% warisannya.
Pada rabu, 17 Januari 2024, ada 10.000 undangan ditargetkan kepada warga negara Austria dan dipilih secara acak. Mereka yang ingin menjadi Good Council sebagai Redistribusi dapat mendaftar secara online atau melalui telepon.
Dari 10.000 undangan akan dipilih kembali menjadi 50 orang, dan 15 anggota pengganti juga dipilih jika ada yang putus sekolah.
&quot;Banyak orang berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan  pekerjaan penuh waktu, dan membayar pajak untuk setiap euro yang mereka  peroleh dari pekerjaan. Saya melihat ini sebagai kegagalan politik, dan  jika politik gagal maka warga negara harus menanggungnya sendiri,&quot;  jelasnya.
Direktur Pelaksana Foresight Institute Christoph Hofinger mendukung  kegiatan Marlene. Dia mengatakan, dewan yang akan mendistribusikan  kembali uang ahli waris tersebut akan terdiri dari 50 orang, dari semua  kelompok umur, negara bagian, kelas sosial, dan latar belakang.
&quot;Kelompok tersebut akan diminta untuk menyumbangkan gagasannya guna  bersama-sama mengembangkan solusi demi kepentingan masyarakat secara  keseluruhan,&quot; tutur Christoph.
Mereka juga akan mengambil bagian dalam pertemuan di Salzburg dengan  akademisi dan organisasi masyarakat sipil dari bulan Maret hingga Juni  2024.
Penyelenggara mengatakan pertemuan tersebut akan bebas hambatan  dengan penitipan anak dan penerjemah jika diperlukan. Biaya perjalanan  sudah ditanggung dan peserta akan menerima USD1300 setara Rp20,2 juta  untuk setiap akhir pekan.
&quot;Saya yakin bahwa diskusi mereka menjadi pengabdian bagi demokrasi  sehingga mereka harus diberi kompensasi yang layak atas hal tersebut.
Meskipun begitu, masih tidak jelas mengenai proporsi warisannya yang  dibagikan, walaupun pada 2021 dia mengatakan bahwa akan membagikan 90%  dari warisannya tersebut. Warisan ini hanya keberuntungan sebagai lotre  kelahiran.
Timnya belum menginformasikan seberapa besar hambatan yang ia alami meskipun ia masih memiliki penyangga finansial.
Enam belas tahun lalu Austria menghapus pajak warisan, pajak ini  menjadi perdebatan. Salah satu partai besar di Austria, Social Democrats  menginginkan pajak tersebut diberlakukan kembali.
Pemimpin Social Democrats Andreas Babler mengatakan bahwa dia ingin  hal tersebut menjadi syarat utama bagi kemungkinan perundingan koalisi,  setelah pemilihan umum Austria berikutnya yang dijadwalkan akhir tahun  2024.
Namun People's Party yang konservatif, yang merupakan mitra senior  dalam pemerintahan koalisi Austria dengan Greens, telah menolak usulan  tersebut.
Sekretaris Jenderal partai tersebut, Christian Stocker, mengatakan  meski Babler ingin lebih membebani masyarakat dengan pajak kekayaan dan  warisan, People's Party menolak pajak baru, masyarakat harus mendapatkan  lebih banyak pendapatan bersih.</content:encoded></item></channel></rss>
