<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Transaksi Komoditi Syariah di ICDX Tembus Rp1,2 Triliun Sepanjang 2023</title><description>Transaksi komoditi syariah di ICDX atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI)  tembus Rp1,2 triliun sepanjang 203.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/22/320/2958522/transaksi-komoditi-syariah-di-icdx-tembus-rp1-2-triliun-sepanjang-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/22/320/2958522/transaksi-komoditi-syariah-di-icdx-tembus-rp1-2-triliun-sepanjang-2023"/><item><title>Transaksi Komoditi Syariah di ICDX Tembus Rp1,2 Triliun Sepanjang 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/22/320/2958522/transaksi-komoditi-syariah-di-icdx-tembus-rp1-2-triliun-sepanjang-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/22/320/2958522/transaksi-komoditi-syariah-di-icdx-tembus-rp1-2-triliun-sepanjang-2023</guid><pubDate>Senin 22 Januari 2024 11:48 WIB</pubDate><dc:creator>Fadila Nur Hasan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/22/320/2958522/transaksi-komoditi-syariah-di-icdx-tembus-rp1-2-triliun-sepanjang-2023-YHud2HDypl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Transaksi komoditi syariah di ICDX tembus Rp1,2 triliun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/22/320/2958522/transaksi-komoditi-syariah-di-icdx-tembus-rp1-2-triliun-sepanjang-2023-YHud2HDypl.jpg</image><title>Transaksi komoditi syariah di ICDX tembus Rp1,2 triliun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMi8xOS8xNzUwMzgvNS94OHFoM3lk&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Transaksi komoditi syariah di Indonesia Commodity and Derivatives Exchanges (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) tembus Rp1,2 triliun sepanjang 203. Jumlah transaksi tahun 2023 ini mengalami pertumbuhan 54% dibandingkan tahun 2022 dengan total transaksi mencapai Rp785 Miliar.
Transaksi komoditi syariah di ICDX tahun 2023 ini meliputi Subrogasi Syariah sebesar 89% dan transaksi Sertifikat Perdagangan Komoditi Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiKA) 11%. Adapun beberapa perbankan yang telah memanfaatkan skema transaksi ini adalah PT Bank Syariah Indonesia Tbk, PT Bank Jabar Banten Syariah, PT Bank Mega Syariah, Unit Usaha Syariah PT Bank Cimb Niaga Tbk, Unit Usaha Syariah PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT CIMB Niaga Auto Finance.

BACA JUGA:
Spin Off Rampung, Ada Lagi Bank Syariah di RI


Pengamat Ekonomi Syariah dari Universitas Islam Nusantara Bandung Yoyok Prasetyo mengatakan, adanya tren pertumbuhan minat terhadap keuangan syariah ini tentunya menjadi kabar baik dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Pertumbuhan ini juga merupakan bukti naiknya kesadaran masyarakat terhadap instrumen keuangan dengan prinsip-prinsip syariah.
&amp;ldquo;Selanjutnya, pertumbuhan ini diharapkan menjadi pendorong sehingga kedepan industri keuangan syariah di Indonesia mampu sejajar dengan negara-negara lain yang telah memanfaatkan skema ini. Namun untuk mencapai itu, perlu langkah strategis dalam bentuk upaya bersama dari semua pemangku kepentingan untuk melakukan dan lebih menggalakkan edukasi keuangan syariah kepada masyarakat,&amp;rdquo; kata Yoyok, Senin (22/1/2024).

BACA JUGA:
Cara agar Ekonomi dan Keuangan Syariah RI Makin Kuat


Menurut Direktur Utama Indonesia Commodity &amp;amp; Derivatives Exchange (ICDX), Nursalam, peningkatan transaksi ini mencerminkan respon serta minat positif pasar terhadap produk komoditi syariah di Indonesia. Sejak transaksi perdana di tahun 2022 hingga akhir 2023, akumulasi transaksi mencapai angka sebesar Rp2 triliun.
&amp;ldquo;Kami optimis, kedepan transaksi komoditi syariah ini akan terus tumbuh, dan kami mentargetkan di tahun 2024 nilai transaksi mencapai  Rp2,3 triliun. Untuk itu, berbagai program literasi akan terus kami jalankan kepada para pemangku kepentingan, khususnya bagi kalangan perbankan nasional,&amp;rdquo; tukas Nursalam.
Terkait Industri Keuangan Syariah, OJK dalam Roadmap Pengembangan dan  Penguatan Perbankan Syariah Indonesia menyebutkan, bahwa Industri  keuangan syariah nasional menjadi salah satu kontributor pengembangan  keuangan syariah di pasar global. Data OJK menyebutkan, tahun 2023  sampai dengan Juli, Total aset keuangan syariah nasional tercatat  sebesar USD163 miliar, atau setara Rp2.461 triliun. Angka ini ini naik  sekitar 13% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Data OJK juga menyebutkan, dalam kancah global Industri keuangan  syariah juga menunjukkan perkembangan yang positif dalam beberapa tahun  terakhir. Total aset tumbuh positif dengan mencatatkan rata-rata  pertumbuhan sebesar 9% sepanjang 2015-2021 dan mendekati angka USD4  triliun. Pencapaian tersebut diperkirakan akan terus berlanjut, dimana  total aset diproyeksikan akan menyentuh angka US$5.900 miliar pada tahun  2026.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8xMi8xOS8xNzUwMzgvNS94OHFoM3lk&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Transaksi komoditi syariah di Indonesia Commodity and Derivatives Exchanges (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) tembus Rp1,2 triliun sepanjang 203. Jumlah transaksi tahun 2023 ini mengalami pertumbuhan 54% dibandingkan tahun 2022 dengan total transaksi mencapai Rp785 Miliar.
Transaksi komoditi syariah di ICDX tahun 2023 ini meliputi Subrogasi Syariah sebesar 89% dan transaksi Sertifikat Perdagangan Komoditi Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiKA) 11%. Adapun beberapa perbankan yang telah memanfaatkan skema transaksi ini adalah PT Bank Syariah Indonesia Tbk, PT Bank Jabar Banten Syariah, PT Bank Mega Syariah, Unit Usaha Syariah PT Bank Cimb Niaga Tbk, Unit Usaha Syariah PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT CIMB Niaga Auto Finance.

BACA JUGA:
Spin Off Rampung, Ada Lagi Bank Syariah di RI


Pengamat Ekonomi Syariah dari Universitas Islam Nusantara Bandung Yoyok Prasetyo mengatakan, adanya tren pertumbuhan minat terhadap keuangan syariah ini tentunya menjadi kabar baik dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Pertumbuhan ini juga merupakan bukti naiknya kesadaran masyarakat terhadap instrumen keuangan dengan prinsip-prinsip syariah.
&amp;ldquo;Selanjutnya, pertumbuhan ini diharapkan menjadi pendorong sehingga kedepan industri keuangan syariah di Indonesia mampu sejajar dengan negara-negara lain yang telah memanfaatkan skema ini. Namun untuk mencapai itu, perlu langkah strategis dalam bentuk upaya bersama dari semua pemangku kepentingan untuk melakukan dan lebih menggalakkan edukasi keuangan syariah kepada masyarakat,&amp;rdquo; kata Yoyok, Senin (22/1/2024).

BACA JUGA:
Cara agar Ekonomi dan Keuangan Syariah RI Makin Kuat


Menurut Direktur Utama Indonesia Commodity &amp;amp; Derivatives Exchange (ICDX), Nursalam, peningkatan transaksi ini mencerminkan respon serta minat positif pasar terhadap produk komoditi syariah di Indonesia. Sejak transaksi perdana di tahun 2022 hingga akhir 2023, akumulasi transaksi mencapai angka sebesar Rp2 triliun.
&amp;ldquo;Kami optimis, kedepan transaksi komoditi syariah ini akan terus tumbuh, dan kami mentargetkan di tahun 2024 nilai transaksi mencapai  Rp2,3 triliun. Untuk itu, berbagai program literasi akan terus kami jalankan kepada para pemangku kepentingan, khususnya bagi kalangan perbankan nasional,&amp;rdquo; tukas Nursalam.
Terkait Industri Keuangan Syariah, OJK dalam Roadmap Pengembangan dan  Penguatan Perbankan Syariah Indonesia menyebutkan, bahwa Industri  keuangan syariah nasional menjadi salah satu kontributor pengembangan  keuangan syariah di pasar global. Data OJK menyebutkan, tahun 2023  sampai dengan Juli, Total aset keuangan syariah nasional tercatat  sebesar USD163 miliar, atau setara Rp2.461 triliun. Angka ini ini naik  sekitar 13% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Data OJK juga menyebutkan, dalam kancah global Industri keuangan  syariah juga menunjukkan perkembangan yang positif dalam beberapa tahun  terakhir. Total aset tumbuh positif dengan mencatatkan rata-rata  pertumbuhan sebesar 9% sepanjang 2015-2021 dan mendekati angka USD4  triliun. Pencapaian tersebut diperkirakan akan terus berlanjut, dimana  total aset diproyeksikan akan menyentuh angka US$5.900 miliar pada tahun  2026.</content:encoded></item></channel></rss>
