<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Begini Nasib 1.500 Pegawai yang Terkena PHK PT Hung-A Indonesia</title><description>Pegawai yang menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh PT Hung-A Indonesia sedang melakukan negosiasi mengenai haknya</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/23/320/2958683/begini-nasib-1-500-pegawai-yang-terkena-phk-pt-hung-a-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/23/320/2958683/begini-nasib-1-500-pegawai-yang-terkena-phk-pt-hung-a-indonesia"/><item><title>Begini Nasib 1.500 Pegawai yang Terkena PHK PT Hung-A Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/23/320/2958683/begini-nasib-1-500-pegawai-yang-terkena-phk-pt-hung-a-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/23/320/2958683/begini-nasib-1-500-pegawai-yang-terkena-phk-pt-hung-a-indonesia</guid><pubDate>Selasa 23 Januari 2024 05:15 WIB</pubDate><dc:creator>Mieke Dearni Br Tarigan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/22/320/2958683/begini-nasib-1-500-pegawai-yang-terkena-phk-pt-hung-a-indonesia-HHR29eJyO5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nasib buruh yang terkena PHK massal (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/22/320/2958683/begini-nasib-1-500-pegawai-yang-terkena-phk-pt-hung-a-indonesia-HHR29eJyO5.jpg</image><title>Nasib buruh yang terkena PHK massal (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNy8xLzE3MzgyNy81L3g4cHBlYWU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pegawai yang menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh PT Hung-A Indonesia sedang melakukan negosiasi mengenai haknya. PT Hung-A Indonesia merupakan perusahaan produsen pabrik ban yang berlokasi di Cikarang.

BACA JUGA:
Sederet Tantangan Industri Tekstil 2024, Ancaman Badai PHK Berlanjut?


&amp;ldquo;Saat ini kawan-kawan serikat yang di PT Hung-A lagi berupaya dan berusaha melakukan perundingan dengan pihak perusahaan tentang pesangon dan hak-hak buruh yang biasa diterima,&amp;rdquo; ucap Ketua Serikat Pekerja Logam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPL FSPMI) Kabupaten/Kota Bekasi, Sarino saat dihubungi MNC Portal.

BACA JUGA:
Nasib Pesangon hingga Hak Pekerja Korban PHK Pabrik Ban Cikarang 


Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan, Indah Anggoro Putri membenarkan adanya PHK yang dilakukan oleh PT Hung -A ini. Kasus ini sudah ditangani oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten bekasi, Jawa Barat.
&amp;ldquo;Kasus ini sedang dihandle Dinas Ketenagakerjaan Bekasi,&amp;rdquo; jelas Indah saat dihubungi MNC Portal.Indah juga menekankan bahwa keputusan mengenai pemenuhan hak-hak  pekerja setelah PHK didasarkan pada kesepakatan dan keputusan antara  pemberi kerja dan pegawai yang terkena PHK. Apabila kesepakatan mengenai  hak-hak pekerja telah dicapai, maka hak dan kewajiban antara pekerja  dan pemberi kerja dapat diselesaikan.
Dalam hal ini, sekitar 1.500 pegawai terkena dampak PHK karena pabrik  tersebut dijadwalkan akan ditutup mulai bulan Februari mendatang.
Baca Selengkapnya: Nasib Pesangon hingga Hak Pekerja Korban PHK Pabrik Ban Cikarang
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNy8xLzE3MzgyNy81L3g4cHBlYWU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pegawai yang menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh PT Hung-A Indonesia sedang melakukan negosiasi mengenai haknya. PT Hung-A Indonesia merupakan perusahaan produsen pabrik ban yang berlokasi di Cikarang.

BACA JUGA:
Sederet Tantangan Industri Tekstil 2024, Ancaman Badai PHK Berlanjut?


&amp;ldquo;Saat ini kawan-kawan serikat yang di PT Hung-A lagi berupaya dan berusaha melakukan perundingan dengan pihak perusahaan tentang pesangon dan hak-hak buruh yang biasa diterima,&amp;rdquo; ucap Ketua Serikat Pekerja Logam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPL FSPMI) Kabupaten/Kota Bekasi, Sarino saat dihubungi MNC Portal.

BACA JUGA:
Nasib Pesangon hingga Hak Pekerja Korban PHK Pabrik Ban Cikarang 


Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan, Indah Anggoro Putri membenarkan adanya PHK yang dilakukan oleh PT Hung -A ini. Kasus ini sudah ditangani oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten bekasi, Jawa Barat.
&amp;ldquo;Kasus ini sedang dihandle Dinas Ketenagakerjaan Bekasi,&amp;rdquo; jelas Indah saat dihubungi MNC Portal.Indah juga menekankan bahwa keputusan mengenai pemenuhan hak-hak  pekerja setelah PHK didasarkan pada kesepakatan dan keputusan antara  pemberi kerja dan pegawai yang terkena PHK. Apabila kesepakatan mengenai  hak-hak pekerja telah dicapai, maka hak dan kewajiban antara pekerja  dan pemberi kerja dapat diselesaikan.
Dalam hal ini, sekitar 1.500 pegawai terkena dampak PHK karena pabrik  tersebut dijadwalkan akan ditutup mulai bulan Februari mendatang.
Baca Selengkapnya: Nasib Pesangon hingga Hak Pekerja Korban PHK Pabrik Ban Cikarang
</content:encoded></item></channel></rss>
