<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Disemprot Masyarakat saat Petani Happy Harga Gabah Naik</title><description>Presiden Jokowi mengaku disemprot masyarakat ketika harga gabah naik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/23/320/2959181/jokowi-disemprot-masyarakat-saat-petani-happy-harga-gabah-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/23/320/2959181/jokowi-disemprot-masyarakat-saat-petani-happy-harga-gabah-naik"/><item><title>Jokowi Disemprot Masyarakat saat Petani Happy Harga Gabah Naik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/23/320/2959181/jokowi-disemprot-masyarakat-saat-petani-happy-harga-gabah-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/23/320/2959181/jokowi-disemprot-masyarakat-saat-petani-happy-harga-gabah-naik</guid><pubDate>Selasa 23 Januari 2024 13:54 WIB</pubDate><dc:creator>Fadila Nur Hasan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/23/320/2959181/jokowi-disemprot-masyarakat-saat-petani-happy-harga-gabah-naik-sPTJSuhlsm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi ngaku disemprot masyarakat ketika harga gabah naik (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/23/320/2959181/jokowi-disemprot-masyarakat-saat-petani-happy-harga-gabah-naik-sPTJSuhlsm.jpg</image><title>Jokowi ngaku disemprot masyarakat ketika harga gabah naik (Foto: Setpres)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yMS8xLzE3NjM3OC81L3g4cm5qbHQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi mengaku disemprot masyarakat ketika harga gabah naik. Meskipun para petani senang apabila harga gabah naik, namun di sisi lain masyarakat pembeli beras akan menyampaikan keluhan kepada dirinya.
&quot;Sekarang ini para petani senang, harga gabahnya (naik), dipikir saya nggak tahu. Tapi kalau harga gabah naik itu pada diam aja gitu. Dulu saya ingat tiga tahun lalu harga gabah masih Rp4.300, Rp4.200 (per kilogram). Sekarang Rp7.800, Rp7.600. Tapi kalau harga gabahnya sudah Rp7.800, berasnya berapa? Panjenengan senang, tapi masyarakatnya saya yang disemprot,&quot; kata Jokowi dilansir dari Antara, Selasa (23/1/2024).

BACA JUGA:
Bicara Peran Petani Sangat Penting bagi Negara, Jokowi: 280 Juta Penduduk RI Harus Makan!


Presiden Jokowi mengatakan pemerintah ingin menjaga keseimbangan harga agar petani dan masyarakat sama-sama senang.
Namun, Jokowi menegaskan tidak mudah menjaga keseimbangan itu. &quot;Jadi, pemerintah maju diseneni, mundur diseneni, ngetan diseneni, ngulon diseneni (pemerintah maju dimarahi, mundur dimarahi, ke timur dimarahi, ke barat dimarahi). Tapi, itu ya tugas pemerintah, menyelesaikan persoalan, mencarikan solusi,&quot; kata Jokowi.

BACA JUGA:
Cak Imin Sebut Proyek Pengadaan Pangan Tak Libatkan Petani


Ia menekankan bahwa petani mesti bersyukur kepada Allah SWT jika harga gabah naik. Bagi petani yang mengalami gagal panen di Jateng, pemerintah memberikan bantuan Rp8 juta per hektar sawah.
&quot;Untuk yang terdampak El Nino, banjir dan sekarang ini ada kekeringan  agak panjang di Jawa Tengah, ada 16 ribu hektare dan penerima hari ini  adalah Kabupaten Grobogan, Kudus, Jepara, Demak, dan Pati. Bantuan yang  diberikan juga sudah dihitung Rp8 juta per hektare,&quot; jelasnya.
Menurut Kepala Negara, jumlah bantuan itu sudah dihitung oleh Badan  Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan ditujukan untuk biaya  produksi.
&quot;Nanti moga-moga bapak/ibu dalam tiga empat bulan yang akan datang  segera panen, kemudian dari situlah produktivitas bisa kita naikkan,&quot;  harapnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yMS8xLzE3NjM3OC81L3g4cm5qbHQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi mengaku disemprot masyarakat ketika harga gabah naik. Meskipun para petani senang apabila harga gabah naik, namun di sisi lain masyarakat pembeli beras akan menyampaikan keluhan kepada dirinya.
&quot;Sekarang ini para petani senang, harga gabahnya (naik), dipikir saya nggak tahu. Tapi kalau harga gabah naik itu pada diam aja gitu. Dulu saya ingat tiga tahun lalu harga gabah masih Rp4.300, Rp4.200 (per kilogram). Sekarang Rp7.800, Rp7.600. Tapi kalau harga gabahnya sudah Rp7.800, berasnya berapa? Panjenengan senang, tapi masyarakatnya saya yang disemprot,&quot; kata Jokowi dilansir dari Antara, Selasa (23/1/2024).

BACA JUGA:
Bicara Peran Petani Sangat Penting bagi Negara, Jokowi: 280 Juta Penduduk RI Harus Makan!


Presiden Jokowi mengatakan pemerintah ingin menjaga keseimbangan harga agar petani dan masyarakat sama-sama senang.
Namun, Jokowi menegaskan tidak mudah menjaga keseimbangan itu. &quot;Jadi, pemerintah maju diseneni, mundur diseneni, ngetan diseneni, ngulon diseneni (pemerintah maju dimarahi, mundur dimarahi, ke timur dimarahi, ke barat dimarahi). Tapi, itu ya tugas pemerintah, menyelesaikan persoalan, mencarikan solusi,&quot; kata Jokowi.

BACA JUGA:
Cak Imin Sebut Proyek Pengadaan Pangan Tak Libatkan Petani


Ia menekankan bahwa petani mesti bersyukur kepada Allah SWT jika harga gabah naik. Bagi petani yang mengalami gagal panen di Jateng, pemerintah memberikan bantuan Rp8 juta per hektar sawah.
&quot;Untuk yang terdampak El Nino, banjir dan sekarang ini ada kekeringan  agak panjang di Jawa Tengah, ada 16 ribu hektare dan penerima hari ini  adalah Kabupaten Grobogan, Kudus, Jepara, Demak, dan Pati. Bantuan yang  diberikan juga sudah dihitung Rp8 juta per hektare,&quot; jelasnya.
Menurut Kepala Negara, jumlah bantuan itu sudah dihitung oleh Badan  Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan ditujukan untuk biaya  produksi.
&quot;Nanti moga-moga bapak/ibu dalam tiga empat bulan yang akan datang  segera panen, kemudian dari situlah produktivitas bisa kita naikkan,&quot;  harapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
