<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aset BTN Syariah Diprediksi Tembus Rp50 Triliun</title><description>Aset Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk diprediksi tembus Rp50 triliun pada akhir 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/24/278/2959949/aset-btn-syariah-diprediksi-tembus-rp50-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/24/278/2959949/aset-btn-syariah-diprediksi-tembus-rp50-triliun"/><item><title>Aset BTN Syariah Diprediksi Tembus Rp50 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/24/278/2959949/aset-btn-syariah-diprediksi-tembus-rp50-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/24/278/2959949/aset-btn-syariah-diprediksi-tembus-rp50-triliun</guid><pubDate>Rabu 24 Januari 2024 18:59 WIB</pubDate><dc:creator>Fadila Nur Hasan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/24/278/2959949/aset-btn-syariah-diprediksi-tembus-rp50-triliun-Ykt142Gcx6.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Aset BTN Syariah diprediksi tembus Rp50 triliun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/24/278/2959949/aset-btn-syariah-diprediksi-tembus-rp50-triliun-Ykt142Gcx6.jpeg</image><title>Aset BTN Syariah diprediksi tembus Rp50 triliun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNC8wNC85LzE0NjY4MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Aset Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN Syariah diprediksi tembus Rp50 triliun pada akhir 2023. Kenaikan aset ditopang penyaluran pembiayaan yang melesat sepanjang 2023.
Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan per November 2023, aset BTN Syariah telah mencapai Rp49 triliun.

BACA JUGA:
Soal Merger BTN Syariah dan Muamalat, Ini Kata Staf Khusus Erick Thohir


&amp;ldquo;Sejalan dengan adanya stimulus Pemerintah di sektor perumahan dan minat masyarakat yang tinggi ke pembiayaan syariah, saya optimistis aset BTN Syariah bakal tembus di atas Rp50 triliun pada akhir 2023,&amp;rdquo; jelas Nixon di Jakarta, Rabu (24/1).
Peningkatan aset BTN Syariah tersebut juga mencatatkan rekam jejak yang cemerlang. Terhitung sejak 2018 hingga 2022, BTN Syariah mencatatkan tingkat pertumbuhan aset per tahun selama lima tahun terakhir (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 9,8%. Nixon menyebutkan angka pasti posisi aset BTN Syariah akan segera disampaikan dalam paparan kinerja full year 2023.

BACA JUGA:
Rencana BTN Akuisisi Bank Muamalat, Begini Kata OJK


Nixon juga memastikan di samping pembiayaan yang terus melesat, kualitas pembiayaan BTN Syariah tetap terjaga. Dengan kualitas pertumbuhan pembiayaan yang terjaga tersebut, Nixon meyakini BTN Syariah akan mampu menjadi salah satu bank syariah besar yang dapat melayani berbagai kebutuhan nasabah untuk memiliki rumah dengan skema pembiayaan syariah.
&amp;ldquo;BTN Syariah memiliki infrastruktur pembiayaan syariah yang kuat serta jaringan mitra developer yang luas, sehingga kami yakin dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia untuk memiliki hunian dengan pembiayaan berskema syariah,&amp;rdquo; tutur Nixon.

Adapun, dengan posisi aset tersebut, maka UUS Bank BTN telah memenuhi  syarat untuk melakukan spin-off. Dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan  (POJK) No. 12 Tahun 2023 menyebutkan jika total aset UUS lebih dari  Rp50 triliun, maka wajib melakukan pemisahan dengan tahapan tertentu.
OJK juga mengatur batas waktu penyampaian persetujuan pemisahan yakni  paling lama 2 tahun setelah batas penyampaian laporan publikasi  triwulanan.  Sebelumnya, dari laporan keuangan per September 2023,  menunjukkan bisnis BTN Syariah masih didominasi penyaluran Kredit  Pemilikan Rumah (KPR) berbasis syariah atau KPR BTN iB, baik subsidi  maupun non-subsidi. Komposisi KPR syariah menempati 92,53% dari total  pembiayaan BTN Syariah atau setara Rp33,11 triliun per September 2023.
KPR BTN Bersubsidi iB yang menyasar segmen subsidi mencatatkan  pertumbuhan penyaluran hingga 21,67% secara tahunan (year-on-year/yoy)  menjadi Rp22 triliun per September 2023. Sementara itu, KPR BTN iB  non-subsidi tumbuh 15,32% yoy menjadi Rp11,11 triliun per September  2023.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNC8wNC85LzE0NjY4MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Aset Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN Syariah diprediksi tembus Rp50 triliun pada akhir 2023. Kenaikan aset ditopang penyaluran pembiayaan yang melesat sepanjang 2023.
Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan per November 2023, aset BTN Syariah telah mencapai Rp49 triliun.

BACA JUGA:
Soal Merger BTN Syariah dan Muamalat, Ini Kata Staf Khusus Erick Thohir


&amp;ldquo;Sejalan dengan adanya stimulus Pemerintah di sektor perumahan dan minat masyarakat yang tinggi ke pembiayaan syariah, saya optimistis aset BTN Syariah bakal tembus di atas Rp50 triliun pada akhir 2023,&amp;rdquo; jelas Nixon di Jakarta, Rabu (24/1).
Peningkatan aset BTN Syariah tersebut juga mencatatkan rekam jejak yang cemerlang. Terhitung sejak 2018 hingga 2022, BTN Syariah mencatatkan tingkat pertumbuhan aset per tahun selama lima tahun terakhir (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 9,8%. Nixon menyebutkan angka pasti posisi aset BTN Syariah akan segera disampaikan dalam paparan kinerja full year 2023.

BACA JUGA:
Rencana BTN Akuisisi Bank Muamalat, Begini Kata OJK


Nixon juga memastikan di samping pembiayaan yang terus melesat, kualitas pembiayaan BTN Syariah tetap terjaga. Dengan kualitas pertumbuhan pembiayaan yang terjaga tersebut, Nixon meyakini BTN Syariah akan mampu menjadi salah satu bank syariah besar yang dapat melayani berbagai kebutuhan nasabah untuk memiliki rumah dengan skema pembiayaan syariah.
&amp;ldquo;BTN Syariah memiliki infrastruktur pembiayaan syariah yang kuat serta jaringan mitra developer yang luas, sehingga kami yakin dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia untuk memiliki hunian dengan pembiayaan berskema syariah,&amp;rdquo; tutur Nixon.

Adapun, dengan posisi aset tersebut, maka UUS Bank BTN telah memenuhi  syarat untuk melakukan spin-off. Dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan  (POJK) No. 12 Tahun 2023 menyebutkan jika total aset UUS lebih dari  Rp50 triliun, maka wajib melakukan pemisahan dengan tahapan tertentu.
OJK juga mengatur batas waktu penyampaian persetujuan pemisahan yakni  paling lama 2 tahun setelah batas penyampaian laporan publikasi  triwulanan.  Sebelumnya, dari laporan keuangan per September 2023,  menunjukkan bisnis BTN Syariah masih didominasi penyaluran Kredit  Pemilikan Rumah (KPR) berbasis syariah atau KPR BTN iB, baik subsidi  maupun non-subsidi. Komposisi KPR syariah menempati 92,53% dari total  pembiayaan BTN Syariah atau setara Rp33,11 triliun per September 2023.
KPR BTN Bersubsidi iB yang menyasar segmen subsidi mencatatkan  pertumbuhan penyaluran hingga 21,67% secara tahunan (year-on-year/yoy)  menjadi Rp22 triliun per September 2023. Sementara itu, KPR BTN iB  non-subsidi tumbuh 15,32% yoy menjadi Rp11,11 triliun per September  2023.</content:encoded></item></channel></rss>
