<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Baju Tradisional China di Jakarta Laris Manis Jelang Imlek, Pedagang Glodok Cuan Rp6 Juta/Hari</title><description>Pedagang baju tradisional China di Jakarta laris manis menjelang imlek.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/24/455/2959684/baju-tradisional-china-di-jakarta-laris-manis-jelang-imlek-pedagang-glodok-cuan-rp6-juta-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/24/455/2959684/baju-tradisional-china-di-jakarta-laris-manis-jelang-imlek-pedagang-glodok-cuan-rp6-juta-hari"/><item><title>Baju Tradisional China di Jakarta Laris Manis Jelang Imlek, Pedagang Glodok Cuan Rp6 Juta/Hari</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/24/455/2959684/baju-tradisional-china-di-jakarta-laris-manis-jelang-imlek-pedagang-glodok-cuan-rp6-juta-hari</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/24/455/2959684/baju-tradisional-china-di-jakarta-laris-manis-jelang-imlek-pedagang-glodok-cuan-rp6-juta-hari</guid><pubDate>Rabu 24 Januari 2024 12:22 WIB</pubDate><dc:creator>Fadila Nur Hasan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/24/455/2959684/baju-tradisional-china-di-jakarta-laris-manis-jelang-imlek-pedagang-glodok-cuan-rp6-juta-hari-cWw4n5mGJf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penjualan baju china laris manis jelang imlek (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/24/455/2959684/baju-tradisional-china-di-jakarta-laris-manis-jelang-imlek-pedagang-glodok-cuan-rp6-juta-hari-cWw4n5mGJf.jpg</image><title>Penjualan baju china laris manis jelang imlek (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yNC80LzE2MTQwMC81L3g4ajZqbHQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pedagang baju tradisional China di Jakarta laris manis menjelang imlek. Bahkan pedagang meraup cuan hingga jutaan rupiah per hari.
&quot;Keluarga saya setiap tahun baru biasanya membeli baju baru, tidak harus cheongsam (pakaian khas tradisional China), tetapi baju apa saja asalkan berwarna merah atau kuning,&quot; ujar salah satu pembeli Lenny, dilansir dari Antara, Rabu (24/1/2024).
Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta di Jakarta itu mengatakan bahwa dia dan keluarganya sudah membeli baju baru berwarna merah pekan lalu di kawasan Pecinan Glodok, yang rencananya dipakai saat hari pertama tahun baru atau 10 Februari saat bersilaturahmi dengan keluarga besar.

BACA JUGA:
Tahun Baru Imlek Tidak Ada Hujan Pertanda Apa?


Bagi masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia seperti Lenny, destinasi utama untuk mencari perlengkapan tahun baru tentunya di kawasan Pecinan Glodok. Pedagang baju khas Imlek sangat mudah ditemui di kawasan ini yang banyak berdiri di sepanjang trotoar jalan, biasanya buka dari pagi hingga malam.
Jenis baju yang ditawarkan beragam, mulai dari cheongsam wanita untuk anak dan dewasa, changsan pria untuk anak hingga dewasa, kaos bergambar naga, hingga pakaian tidur, semuanya identik dengan warna merah yang merupakan simbol keberuntungan dan kemakmuran.

BACA JUGA:
Arak Putih hingga Jus Buah Naga, Inilah 5 Minuman Khas Imlek


Joseph, salah satu pedagang di kawasan Pecinan Glodok, mulai berjualan baju khas Imlek sejak Desember, sementara saat hari biasa berjualan aksesoris seperti cincin dan gelang.
&quot;Paling banyak yang ke sini membeli pakaian cheongsam untuk anak-anak usia di bawah lima tahun dan pakaian kaos, sepasang baju dan celana, kalau untuk dewasa paling laris baju jenis cheongsam,&quot; ujarnya.
Harga baju yang dijualnya berkisar dari Rp50 ribu hingga Rp350 ribu rupiah, dengan cheongsam wanita dewasa merupakan yang termahal karena beberapa diimpor langsung dari Hong Kong, China selatan. Joseph bisa memperoleh pendapatan Rp5-Rp6 juta rupiah sehari jika sedang ramai pembeli terutama di akhir pekan.
Lisa, pedagang lainnya, sudah mulai berjualan pakaian khas Imlek  bahkan sejak tiga bulan lalu untuk melayani pembeli luar kota yang  datang ke Jakarta dan membeli pakaian untuk dipakai saat pulang ke  kampung halamannya.
Sejak pertama kali berjualan pada pertengahan Oktober tahun lalu,  tokonya kini semakin laris mendekati puncak tahun baru yang kebanyakan  mencari pakaian cheongsam untuk anak usia 2-3 tahun.
&quot;Pengunjung semakin ramai saat akhir pekan, baju yang terjual bisa sampai 100 potong dalam sehari,&quot; ujarnya.
Selain berbelanja di Glodok, saat ini tidak sedikit masyarakat yang  juga mencari pakaian baru untuk Imlek melalui situs belanja daring  seperti TikTok Shop yang kini sedang populer di Indonesia. Beberapa  pedagang daring sudah membukukan penjualan pakaian cheongsam hingga  ratusan potong, terutama paling banyak dicari untuk cheongsam usia anak  maupun dewasa.
Layanan daring semakin populer karena jenis baju yang dijual secara  daring menawarkan model yang lebih beragam dibandingkan pedagang luring  seperti di Glodok. Selain itu, transaksinya pun lebih mudah karena tidak  perlu keluar rumah, bisa mendapat layanan gratis ongkos pengiriman  barang, bahkan tidak sedikit yang menawarkan diskon potongan harga.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yNC80LzE2MTQwMC81L3g4ajZqbHQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pedagang baju tradisional China di Jakarta laris manis menjelang imlek. Bahkan pedagang meraup cuan hingga jutaan rupiah per hari.
&quot;Keluarga saya setiap tahun baru biasanya membeli baju baru, tidak harus cheongsam (pakaian khas tradisional China), tetapi baju apa saja asalkan berwarna merah atau kuning,&quot; ujar salah satu pembeli Lenny, dilansir dari Antara, Rabu (24/1/2024).
Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta di Jakarta itu mengatakan bahwa dia dan keluarganya sudah membeli baju baru berwarna merah pekan lalu di kawasan Pecinan Glodok, yang rencananya dipakai saat hari pertama tahun baru atau 10 Februari saat bersilaturahmi dengan keluarga besar.

BACA JUGA:
Tahun Baru Imlek Tidak Ada Hujan Pertanda Apa?


Bagi masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia seperti Lenny, destinasi utama untuk mencari perlengkapan tahun baru tentunya di kawasan Pecinan Glodok. Pedagang baju khas Imlek sangat mudah ditemui di kawasan ini yang banyak berdiri di sepanjang trotoar jalan, biasanya buka dari pagi hingga malam.
Jenis baju yang ditawarkan beragam, mulai dari cheongsam wanita untuk anak dan dewasa, changsan pria untuk anak hingga dewasa, kaos bergambar naga, hingga pakaian tidur, semuanya identik dengan warna merah yang merupakan simbol keberuntungan dan kemakmuran.

BACA JUGA:
Arak Putih hingga Jus Buah Naga, Inilah 5 Minuman Khas Imlek


Joseph, salah satu pedagang di kawasan Pecinan Glodok, mulai berjualan baju khas Imlek sejak Desember, sementara saat hari biasa berjualan aksesoris seperti cincin dan gelang.
&quot;Paling banyak yang ke sini membeli pakaian cheongsam untuk anak-anak usia di bawah lima tahun dan pakaian kaos, sepasang baju dan celana, kalau untuk dewasa paling laris baju jenis cheongsam,&quot; ujarnya.
Harga baju yang dijualnya berkisar dari Rp50 ribu hingga Rp350 ribu rupiah, dengan cheongsam wanita dewasa merupakan yang termahal karena beberapa diimpor langsung dari Hong Kong, China selatan. Joseph bisa memperoleh pendapatan Rp5-Rp6 juta rupiah sehari jika sedang ramai pembeli terutama di akhir pekan.
Lisa, pedagang lainnya, sudah mulai berjualan pakaian khas Imlek  bahkan sejak tiga bulan lalu untuk melayani pembeli luar kota yang  datang ke Jakarta dan membeli pakaian untuk dipakai saat pulang ke  kampung halamannya.
Sejak pertama kali berjualan pada pertengahan Oktober tahun lalu,  tokonya kini semakin laris mendekati puncak tahun baru yang kebanyakan  mencari pakaian cheongsam untuk anak usia 2-3 tahun.
&quot;Pengunjung semakin ramai saat akhir pekan, baju yang terjual bisa sampai 100 potong dalam sehari,&quot; ujarnya.
Selain berbelanja di Glodok, saat ini tidak sedikit masyarakat yang  juga mencari pakaian baru untuk Imlek melalui situs belanja daring  seperti TikTok Shop yang kini sedang populer di Indonesia. Beberapa  pedagang daring sudah membukukan penjualan pakaian cheongsam hingga  ratusan potong, terutama paling banyak dicari untuk cheongsam usia anak  maupun dewasa.
Layanan daring semakin populer karena jenis baju yang dijual secara  daring menawarkan model yang lebih beragam dibandingkan pedagang luring  seperti di Glodok. Selain itu, transaksinya pun lebih mudah karena tidak  perlu keluar rumah, bisa mendapat layanan gratis ongkos pengiriman  barang, bahkan tidak sedikit yang menawarkan diskon potongan harga.</content:encoded></item></channel></rss>
