<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Minta Bea Cukai Pahami Fenomena Geopolitik dan Dampak pada Indonesia</title><description>Sri Mulyani Indrawati mengingatkan jajaran Ditjen Bea Cukai (DJBC) mewaspadai fenomena global</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/26/320/2960733/sri-mulyani-minta-bea-cukai-pahami-fenomena-geopolitik-dan-dampak-pada-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/26/320/2960733/sri-mulyani-minta-bea-cukai-pahami-fenomena-geopolitik-dan-dampak-pada-indonesia"/><item><title>Sri Mulyani Minta Bea Cukai Pahami Fenomena Geopolitik dan Dampak pada Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/26/320/2960733/sri-mulyani-minta-bea-cukai-pahami-fenomena-geopolitik-dan-dampak-pada-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/26/320/2960733/sri-mulyani-minta-bea-cukai-pahami-fenomena-geopolitik-dan-dampak-pada-indonesia</guid><pubDate>Jum'at 26 Januari 2024 08:40 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/26/320/2960733/sri-mulyani-minta-bea-cukai-pahami-fenomena-geopolitik-dan-dampak-pada-indonesia-yHYDnvepcN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani Minta Bea Cukai Pahami Fenomena Geopolitik. (Foto: Okezone.com/Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/26/320/2960733/sri-mulyani-minta-bea-cukai-pahami-fenomena-geopolitik-dan-dampak-pada-indonesia-yHYDnvepcN.jpg</image><title>Sri Mulyani Minta Bea Cukai Pahami Fenomena Geopolitik. (Foto: Okezone.com/Kemenkeu)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan jajaran Ditjen Bea Cukai (DJBC) mewaspadai fenomena global seperti geopolitik yang terjadi pada saat ini. Menurutnya, risiko fenomena global perlu menjadi perhatian DJBC sebagai garda terdepan pengawasan perdagangan negara.
&quot;Selain itu, sebagai garda terdepan NKRI, saya meminta agar jajaran DJBC memahami berbagai fenomena geopolitik saat ini dan implikasinya terhadap Indonesia,&quot; ujar Sri Mulyani melalui Instagram resminya @smindrawati, Kamis (25/1/2024).

BACA JUGA:
Beda dengan Jokowi, Sri Mulyani: Netralitas Itu Keharusan&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Pesan tersebut Sri Mulyani sampaikan saat berbicara dalam rapat kerja pimpinan DJBC. Dengan adanya risiko ini, Menkeu menilai berbagai upaya perbaikan perlu terus dilakukan.
Pada forum itu juga Sri Mulyani menyebut awal tahun 2024 menjadi momen yang tepat untuk evaluasi kinerja yang telah dicapai dan bersiap menghadapi tantangan global yang sangat dinamis.

BACA JUGA:
Sri Mulyani: Reformasi di Bea Cukai Harus Dilakukan!

Selain itu, kepada para pimpinan di Bea dan Cukai, Sri Mulyani juga  menyampaikan pesan agar selalu meningkatkan peran leadership dan ownership terhadap institusi.
&quot;Kita lakukan reformasi dari sisi institusi maupun proses bisnis serta kita harus bisa jaga berbagai upaya perbaikan yang telah dilakukan,&quot; kata dia.Penyusunan target penerimaan kepabeanan dan cukai 2024 juga dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai risiko termasuk ketidakpastian global.
Pada tahun ini, penerimaan kepabeanan dan cukai ditargetkan senilai Rp321 triliun atau naik 13,7%.
Angka tersebut terdiri atas cukai Rp246,07 triliun, bea masuk Rp57,37 triliun dan bea keluar Rp17,52 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan jajaran Ditjen Bea Cukai (DJBC) mewaspadai fenomena global seperti geopolitik yang terjadi pada saat ini. Menurutnya, risiko fenomena global perlu menjadi perhatian DJBC sebagai garda terdepan pengawasan perdagangan negara.
&quot;Selain itu, sebagai garda terdepan NKRI, saya meminta agar jajaran DJBC memahami berbagai fenomena geopolitik saat ini dan implikasinya terhadap Indonesia,&quot; ujar Sri Mulyani melalui Instagram resminya @smindrawati, Kamis (25/1/2024).

BACA JUGA:
Beda dengan Jokowi, Sri Mulyani: Netralitas Itu Keharusan&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Pesan tersebut Sri Mulyani sampaikan saat berbicara dalam rapat kerja pimpinan DJBC. Dengan adanya risiko ini, Menkeu menilai berbagai upaya perbaikan perlu terus dilakukan.
Pada forum itu juga Sri Mulyani menyebut awal tahun 2024 menjadi momen yang tepat untuk evaluasi kinerja yang telah dicapai dan bersiap menghadapi tantangan global yang sangat dinamis.

BACA JUGA:
Sri Mulyani: Reformasi di Bea Cukai Harus Dilakukan!

Selain itu, kepada para pimpinan di Bea dan Cukai, Sri Mulyani juga  menyampaikan pesan agar selalu meningkatkan peran leadership dan ownership terhadap institusi.
&quot;Kita lakukan reformasi dari sisi institusi maupun proses bisnis serta kita harus bisa jaga berbagai upaya perbaikan yang telah dilakukan,&quot; kata dia.Penyusunan target penerimaan kepabeanan dan cukai 2024 juga dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai risiko termasuk ketidakpastian global.
Pada tahun ini, penerimaan kepabeanan dan cukai ditargetkan senilai Rp321 triliun atau naik 13,7%.
Angka tersebut terdiri atas cukai Rp246,07 triliun, bea masuk Rp57,37 triliun dan bea keluar Rp17,52 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
