<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siti Atikoh Dicurhati Pedagang Tempe hingga Bawang</title><description>Istri Capres nomor 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Suprianti mendengarkan  curhatan dari pedagang tempe soal ketidakstabilan harga kedelai.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/26/320/2960816/siti-atikoh-dicurhati-pedagang-tempe-hingga-bawang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/26/320/2960816/siti-atikoh-dicurhati-pedagang-tempe-hingga-bawang"/><item><title>Siti Atikoh Dicurhati Pedagang Tempe hingga Bawang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/26/320/2960816/siti-atikoh-dicurhati-pedagang-tempe-hingga-bawang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/26/320/2960816/siti-atikoh-dicurhati-pedagang-tempe-hingga-bawang</guid><pubDate>Jum'at 26 Januari 2024 11:29 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/26/320/2960816/siti-atikoh-dicurhati-pedagang-tempe-hingga-bawang-4V1cYmdrrA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Atikoh dicurhati pedagang tempe (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/26/320/2960816/siti-atikoh-dicurhati-pedagang-tempe-hingga-bawang-4V1cYmdrrA.jpg</image><title>Atikoh dicurhati pedagang tempe (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yNS8xLzE3NjUyOC81L3g4cnMydXI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PROBOLINGGO &amp;ndash; Istri Capres nomor 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Suprianti mendengarkan curhatan dari pedagang tempe soal ketidakstabilan harga kedelai. Hal ini menyebabkan stok tempe berkurang dan membuat harganya naik.
Momen itu terjadi ketika Atikoh Ganjar blusukan di Pasar Baru Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (26/1/2024). Atikoh tiba di lokasi sekitar pukul 07.20 WIB, langsung disambut simpatisan dan warga yang mengenalinya.

BACA JUGA:
Bertemu Siti Atikoh, Pedagang Tempe Sampaikan Harapan Kedaulatan Kedelai


&amp;ldquo;Hore Bu Ganjar datang, selamat datang Bu di Pasar Baru. Ayo diborong-borong,&amp;rdquo; pekik warga dan pedagang.
Atikoh tampak didampingi Wasekjen DPP PDI Perjuangan Sadarestuwati, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Sri Untari, Ketua DPC PDI Perjuangan Probolinggo Nasution, serta sejumlah caleg dari partai-partai pengusung.
Mengenakan kemeja hitam bertuliskan jargon Sat-Set di punggungnya dan kerudung merah, Atikoh langsung memborong sejumlah dagangan.

BACA JUGA:
Blusukan ke Pasar Baru Probolinggo, Siti Atikoh Sempatkan Beli Tempe


&amp;ldquo;Harga tempenya stabil Bu, karena harga kedelai juga stabil. Tapi kalau harganya lagi turun itu isinya (kualitas) kurang. Kalau harga kedelai naik, tempenya naik juga sekitar Rp15 ribu per-papan,&amp;rdquo; kata pedagang bernama Rofik.
Kepada Atikoh, Rofik berpesan agar stabilitas harga kedelai bisa terjaga. Sehingga tidak terjadi penurunan kualitas tempe ketika harga kedelai turun.
Sementara itu, harga bawang merah dan bawang putih di Pasar Baru Probolinggo saat ini berkisar Rp30 ribu-Rp35 ribu. Harga tersebut bagi konsumen, terbilang cukup tinggi harganya di daerah penghasil bawang itu.
&amp;ldquo;Karena memang kita kan masih banyak tergantung pada kedelai untuk  olahan dari tempe sama tahu. Sehingga harapannya ke depan bisa tercipta  kedaulatan kedelai,&amp;rdquo; katanya.
Atikoh mengatakan, ini penting karena kedelai punya kandungan gizi  yang melimpah. Apalagi, olahan kedelai seperti tempe dan tahu menjadi  konsumsi rutin masyarakat Indonesia secara umum.
&amp;ldquo;Tiap hari masyarakat di Indonesia kan makan tempe, ya, dan ini sudah  terbukti secara ilmiah, secara akademis benar-benar superfood. Di mana  proteinnya sangat tinggi, lengkap, asam aminonya lengkap sehingga jangan  sampai karena ketersediaan bahan bakunya lemah nanti diklaim sama luar  negeri jadi produk mereka,&amp;rdquo; katanya.
Atikoh mengatakan, terkait keluhan-keluhan di pasar itu Ganjar-Mahfud  berkomitmen mengembalikan fungsi Bulog untuk stabilitas pangan Tanah  Air sebagai upayanya.
&amp;ldquo;Lebih mengefektifkan Bulog, koperasi, sehingga dari petani itu  langsung ke koperasi, ke Bulog dan tidak terlalu banyak rentetannya.  Kalau pun ada paling ke pedagang besar dulu, terus nanti titiknya dua  atau tiga jangan sampai sembilan seperti sekarang sehingga ketika sampai  di konsumen pasti harganya cukup tinggi,&amp;rdquo; tandas Atikoh.
Selama di pasar, Atikoh banyak berbelanja. Mulai jajanan pasar,  daging ayam, tempe-tahu, telur, sayur-sayuran, bawang merah, bawang  putih, jahe, daun bawang, sereh dan lainnya. Beberapa dibawa, sebagian  lainnya dibagikan ke warga.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yNS8xLzE3NjUyOC81L3g4cnMydXI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PROBOLINGGO &amp;ndash; Istri Capres nomor 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Suprianti mendengarkan curhatan dari pedagang tempe soal ketidakstabilan harga kedelai. Hal ini menyebabkan stok tempe berkurang dan membuat harganya naik.
Momen itu terjadi ketika Atikoh Ganjar blusukan di Pasar Baru Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (26/1/2024). Atikoh tiba di lokasi sekitar pukul 07.20 WIB, langsung disambut simpatisan dan warga yang mengenalinya.

BACA JUGA:
Bertemu Siti Atikoh, Pedagang Tempe Sampaikan Harapan Kedaulatan Kedelai


&amp;ldquo;Hore Bu Ganjar datang, selamat datang Bu di Pasar Baru. Ayo diborong-borong,&amp;rdquo; pekik warga dan pedagang.
Atikoh tampak didampingi Wasekjen DPP PDI Perjuangan Sadarestuwati, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Sri Untari, Ketua DPC PDI Perjuangan Probolinggo Nasution, serta sejumlah caleg dari partai-partai pengusung.
Mengenakan kemeja hitam bertuliskan jargon Sat-Set di punggungnya dan kerudung merah, Atikoh langsung memborong sejumlah dagangan.

BACA JUGA:
Blusukan ke Pasar Baru Probolinggo, Siti Atikoh Sempatkan Beli Tempe


&amp;ldquo;Harga tempenya stabil Bu, karena harga kedelai juga stabil. Tapi kalau harganya lagi turun itu isinya (kualitas) kurang. Kalau harga kedelai naik, tempenya naik juga sekitar Rp15 ribu per-papan,&amp;rdquo; kata pedagang bernama Rofik.
Kepada Atikoh, Rofik berpesan agar stabilitas harga kedelai bisa terjaga. Sehingga tidak terjadi penurunan kualitas tempe ketika harga kedelai turun.
Sementara itu, harga bawang merah dan bawang putih di Pasar Baru Probolinggo saat ini berkisar Rp30 ribu-Rp35 ribu. Harga tersebut bagi konsumen, terbilang cukup tinggi harganya di daerah penghasil bawang itu.
&amp;ldquo;Karena memang kita kan masih banyak tergantung pada kedelai untuk  olahan dari tempe sama tahu. Sehingga harapannya ke depan bisa tercipta  kedaulatan kedelai,&amp;rdquo; katanya.
Atikoh mengatakan, ini penting karena kedelai punya kandungan gizi  yang melimpah. Apalagi, olahan kedelai seperti tempe dan tahu menjadi  konsumsi rutin masyarakat Indonesia secara umum.
&amp;ldquo;Tiap hari masyarakat di Indonesia kan makan tempe, ya, dan ini sudah  terbukti secara ilmiah, secara akademis benar-benar superfood. Di mana  proteinnya sangat tinggi, lengkap, asam aminonya lengkap sehingga jangan  sampai karena ketersediaan bahan bakunya lemah nanti diklaim sama luar  negeri jadi produk mereka,&amp;rdquo; katanya.
Atikoh mengatakan, terkait keluhan-keluhan di pasar itu Ganjar-Mahfud  berkomitmen mengembalikan fungsi Bulog untuk stabilitas pangan Tanah  Air sebagai upayanya.
&amp;ldquo;Lebih mengefektifkan Bulog, koperasi, sehingga dari petani itu  langsung ke koperasi, ke Bulog dan tidak terlalu banyak rentetannya.  Kalau pun ada paling ke pedagang besar dulu, terus nanti titiknya dua  atau tiga jangan sampai sembilan seperti sekarang sehingga ketika sampai  di konsumen pasti harganya cukup tinggi,&amp;rdquo; tandas Atikoh.
Selama di pasar, Atikoh banyak berbelanja. Mulai jajanan pasar,  daging ayam, tempe-tahu, telur, sayur-sayuran, bawang merah, bawang  putih, jahe, daun bawang, sereh dan lainnya. Beberapa dibawa, sebagian  lainnya dibagikan ke warga.</content:encoded></item></channel></rss>
