<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta LFP dan Green Inflation yang Disebut-sebut di Debat Cawapres</title><description>Gibran Rakabuming Raka mengajukan pertanyaan kepada cawapres nomor urut 3 Mahfud MD.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/27/320/2960345/5-fakta-lfp-dan-green-inflation-yang-disebut-sebut-di-debat-cawapres</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/27/320/2960345/5-fakta-lfp-dan-green-inflation-yang-disebut-sebut-di-debat-cawapres"/><item><title>5 Fakta LFP dan Green Inflation yang Disebut-sebut di Debat Cawapres</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/27/320/2960345/5-fakta-lfp-dan-green-inflation-yang-disebut-sebut-di-debat-cawapres</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/27/320/2960345/5-fakta-lfp-dan-green-inflation-yang-disebut-sebut-di-debat-cawapres</guid><pubDate>Sabtu 27 Januari 2024 06:25 WIB</pubDate><dc:creator>Fadila Nur Hasan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/25/320/2960345/5-fakta-lfp-dan-green-inflation-yang-disebut-sebut-di-debat-cawapres-ejX15YEEYu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mengenal Baterai FLP (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/25/320/2960345/5-fakta-lfp-dan-green-inflation-yang-disebut-sebut-di-debat-cawapres-ejX15YEEYu.jpg</image><title>Mengenal Baterai FLP (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yNS8xLzE3NjUyMC81L3g4cnJ0N2Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka mengajukan pertanyaan kepada cawapres nomor urut 3 Mahfud MD tentang inflansi hijau atau Green Inflation.
Diketahui berdasarkan dari Eurosystem European Central Bank, istilah &amp;lsquo;greenflation&amp;rsquo; memiliki arti inflasi hijau, yang dalam hal ini merupakan salah satu dari tiga era baru inflasi energi.

BACA JUGA:
Saham Perbankan Diprediksi Tertekan Jelang Laporan Keuangan 2023

Berdasarkan penelusuran Okezone, Sabtu  (27/1/2024) terdapat 5 Fakta LFP dan Green Inflation yang disebut-sebut di Debat Cawapres sebagai berikut:

BACA JUGA:
Chandra Asri (TPIA) Hentikan Operasional Pabrik di Cilegon

1. Green inflation menjadi isu besar
Green inflation menjadi isu besar karena beberapa negara terdapat kekurangan pasokan minyak dan gas alam secara global dan adanya dorongan untuk mengganti komoditas-komoditas tersebut.2. Kenaikan harga bahan mentah dan energi
Green Inflation yang ditanyakan oleh Gibran ke Mahfud MD yaitu mengacu pada kenaikan harga bahan mentah dan energi sebagai akibat dari transisi hijau.
Green Inflation mencerminkan pengertian bahwa seiring dengan upaya negara-negara untuk memenuhi komitmen lingkungannya kenaikan harga dapat bersifat jangka panjang. Meningkatnya pengeluaran untuk teknologi bebas karbon menyebabkan kenaikan harga bahan-bahan yang strategis untuk infrastruktur tersebut.
3. Pembatasan investasi proyek dan pasokan bahan baku
Intensifikasi peraturan lingkungan hidup yang membatasi investasi pada proyek pertambangan yang berpolusi tinggi juga membatasi pasokan bahan baku, yang juga mengakibatkan kenaikan harga. Oleh karena itu, transisi hijau menjadi lebih mahal karena penerapannya lebih luas.
4. Inflasi hijau terjadi karena penggabungan beberapa faktor
Profesor Dr. Michael H&amp;uuml;ther, Direktur Institut Ekonomi Jerman di Cologne (IW), dan Profesor Dr. Bert R&amp;uuml;rup, Kepala Ekonom di Handelsblatt mengatakan dalam simposium video Inflasi Hijau berlangsung dengan bahwa inflasi hijau terjadi karena penggabungan beberapa faktor, misalnya guncangan eksogen yang disebabkan oleh situasi geopolitik dan juga masalah rantai pasokan dan semikonduktor akan mengakibatkan inflasi.
Hal ini akan diperkuat oleh harga energi dan di masa depan didorong oleh harga CO2.
5. Adanya upaya reduksi pada Inflasi Hijau
inflasi hijau disebutkan bisa terjadi karena adanya upaya mereduksi penggunaan bahan bakar fosil dengan penetapan harga yang lebih mahal. Sehingga energi yang berbahan bakar fosil yang lebih mahal akan mengerek inflasi.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yNS8xLzE3NjUyMC81L3g4cnJ0N2Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka mengajukan pertanyaan kepada cawapres nomor urut 3 Mahfud MD tentang inflansi hijau atau Green Inflation.
Diketahui berdasarkan dari Eurosystem European Central Bank, istilah &amp;lsquo;greenflation&amp;rsquo; memiliki arti inflasi hijau, yang dalam hal ini merupakan salah satu dari tiga era baru inflasi energi.

BACA JUGA:
Saham Perbankan Diprediksi Tertekan Jelang Laporan Keuangan 2023

Berdasarkan penelusuran Okezone, Sabtu  (27/1/2024) terdapat 5 Fakta LFP dan Green Inflation yang disebut-sebut di Debat Cawapres sebagai berikut:

BACA JUGA:
Chandra Asri (TPIA) Hentikan Operasional Pabrik di Cilegon

1. Green inflation menjadi isu besar
Green inflation menjadi isu besar karena beberapa negara terdapat kekurangan pasokan minyak dan gas alam secara global dan adanya dorongan untuk mengganti komoditas-komoditas tersebut.2. Kenaikan harga bahan mentah dan energi
Green Inflation yang ditanyakan oleh Gibran ke Mahfud MD yaitu mengacu pada kenaikan harga bahan mentah dan energi sebagai akibat dari transisi hijau.
Green Inflation mencerminkan pengertian bahwa seiring dengan upaya negara-negara untuk memenuhi komitmen lingkungannya kenaikan harga dapat bersifat jangka panjang. Meningkatnya pengeluaran untuk teknologi bebas karbon menyebabkan kenaikan harga bahan-bahan yang strategis untuk infrastruktur tersebut.
3. Pembatasan investasi proyek dan pasokan bahan baku
Intensifikasi peraturan lingkungan hidup yang membatasi investasi pada proyek pertambangan yang berpolusi tinggi juga membatasi pasokan bahan baku, yang juga mengakibatkan kenaikan harga. Oleh karena itu, transisi hijau menjadi lebih mahal karena penerapannya lebih luas.
4. Inflasi hijau terjadi karena penggabungan beberapa faktor
Profesor Dr. Michael H&amp;uuml;ther, Direktur Institut Ekonomi Jerman di Cologne (IW), dan Profesor Dr. Bert R&amp;uuml;rup, Kepala Ekonom di Handelsblatt mengatakan dalam simposium video Inflasi Hijau berlangsung dengan bahwa inflasi hijau terjadi karena penggabungan beberapa faktor, misalnya guncangan eksogen yang disebabkan oleh situasi geopolitik dan juga masalah rantai pasokan dan semikonduktor akan mengakibatkan inflasi.
Hal ini akan diperkuat oleh harga energi dan di masa depan didorong oleh harga CO2.
5. Adanya upaya reduksi pada Inflasi Hijau
inflasi hijau disebutkan bisa terjadi karena adanya upaya mereduksi penggunaan bahan bakar fosil dengan penetapan harga yang lebih mahal. Sehingga energi yang berbahan bakar fosil yang lebih mahal akan mengerek inflasi.</content:encoded></item></channel></rss>
