<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Cuma Mobil Listrik dan Pajak Motor BBM, Luhut Putar Otak Atasi Polusi Udara</title><description>Pemerintah terus mencari cara mengatasi polusi udara di Jakarta dan daerah sekitarnya</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/27/320/2961357/tak-cuma-mobil-listrik-dan-pajak-motor-bbm-luhut-putar-otak-atasi-polusi-udara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/27/320/2961357/tak-cuma-mobil-listrik-dan-pajak-motor-bbm-luhut-putar-otak-atasi-polusi-udara"/><item><title>Tak Cuma Mobil Listrik dan Pajak Motor BBM, Luhut Putar Otak Atasi Polusi Udara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/27/320/2961357/tak-cuma-mobil-listrik-dan-pajak-motor-bbm-luhut-putar-otak-atasi-polusi-udara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/27/320/2961357/tak-cuma-mobil-listrik-dan-pajak-motor-bbm-luhut-putar-otak-atasi-polusi-udara</guid><pubDate>Sabtu 27 Januari 2024 16:12 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/27/320/2961357/tak-cuma-mobil-listrik-dan-pajak-motor-bbm-luhut-putar-otak-atasi-polusi-udara-joRDt3oB1G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polusi Udara Jakarta. (Foto: Okezone.com/Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/27/320/2961357/tak-cuma-mobil-listrik-dan-pajak-motor-bbm-luhut-putar-otak-atasi-polusi-udara-joRDt3oB1G.jpg</image><title>Polusi Udara Jakarta. (Foto: Okezone.com/Antara)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah terus mencari cara mengatasi polusi udara di Jakarta dan daerah sekitarnya. Berbagai isu dilempar ke ruang publik untuk mendapat respons masyarakat luas.
Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan menyebut, pemerintah berupaya mencari jalan keluar terbaik dengan melibatkan banyak pihak, termasuk masyarakat.

BACA JUGA:
Luhut Atasi Polusi Udara di Jabodetabek, Siap-Siap Ada Aturan Baru&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Karena itu, berbagai wacana sengaja dibuat otoritas. Misalnya, isu kenaikan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) hingga ada area khusus untuk kendaraan listrik berbasis Battery atau electric vehicle (EV Battery).
&amp;ldquo;Salah satu kita pikir bagaimana kalau kita naikin pajak (PBBKB) untuk memaksa orang supaya pindah ke (kendaraan listrik), kita misalnya nomor ganjil genap, nanti ada area yang hanya untuk EV, hanya mungkin nanti apa lagi? Macam-macam wacana lah, mungkin ada dari kalian juga pikiran lain,&amp;rdquo; ujar Luhut saat ditemui wartawan, ditulis Sabtu (27/1/2024).

BACA JUGA:
Upaya Elektrifikasi Transportasi di Tengah Ancaman Polusi Udara

Untuk rencana kenaikan pajak BBM kendaraan bermotor, meski berupa wacana awal pemerintah sudah melakukan hitung-hitungan. Termasuk, mengurangi subsidi BBM.
&amp;ldquo;Kita belum tahu, mungkin saja, bisa saja harga subsidi bisa jadi kurang nanti, we don&amp;rsquo;t no. Kita kan bicara air pollution, polusi udara, nah polusi udara ini sangat berbahaya karena itu kita mencari solusinya, solusinya tuh banyak parameternya, salah satu adalah mobil listrik,&amp;rdquo; ucapnya.Adapun, kebijakan konkrit yang dilakukan pemerintah saat ini berupa pembangunan ekosistem transportasi publik. Dimana, integrasi layanan transportasi terus diperkuat pemerintah. Tujuannya, mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum.
&amp;ldquo;Nah, tadi saya sudah singgung EV, jadi EV ini semua kita percepat supaya digunakan sebanyak mungkin, kemudian kita perbaiki publik transportasi, LRT kita bangun lagi, jadi kemudian kereta cepat itu,&amp;rdquo; papar Luhut.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah terus mencari cara mengatasi polusi udara di Jakarta dan daerah sekitarnya. Berbagai isu dilempar ke ruang publik untuk mendapat respons masyarakat luas.
Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan menyebut, pemerintah berupaya mencari jalan keluar terbaik dengan melibatkan banyak pihak, termasuk masyarakat.

BACA JUGA:
Luhut Atasi Polusi Udara di Jabodetabek, Siap-Siap Ada Aturan Baru&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Karena itu, berbagai wacana sengaja dibuat otoritas. Misalnya, isu kenaikan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) hingga ada area khusus untuk kendaraan listrik berbasis Battery atau electric vehicle (EV Battery).
&amp;ldquo;Salah satu kita pikir bagaimana kalau kita naikin pajak (PBBKB) untuk memaksa orang supaya pindah ke (kendaraan listrik), kita misalnya nomor ganjil genap, nanti ada area yang hanya untuk EV, hanya mungkin nanti apa lagi? Macam-macam wacana lah, mungkin ada dari kalian juga pikiran lain,&amp;rdquo; ujar Luhut saat ditemui wartawan, ditulis Sabtu (27/1/2024).

BACA JUGA:
Upaya Elektrifikasi Transportasi di Tengah Ancaman Polusi Udara

Untuk rencana kenaikan pajak BBM kendaraan bermotor, meski berupa wacana awal pemerintah sudah melakukan hitung-hitungan. Termasuk, mengurangi subsidi BBM.
&amp;ldquo;Kita belum tahu, mungkin saja, bisa saja harga subsidi bisa jadi kurang nanti, we don&amp;rsquo;t no. Kita kan bicara air pollution, polusi udara, nah polusi udara ini sangat berbahaya karena itu kita mencari solusinya, solusinya tuh banyak parameternya, salah satu adalah mobil listrik,&amp;rdquo; ucapnya.Adapun, kebijakan konkrit yang dilakukan pemerintah saat ini berupa pembangunan ekosistem transportasi publik. Dimana, integrasi layanan transportasi terus diperkuat pemerintah. Tujuannya, mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum.
&amp;ldquo;Nah, tadi saya sudah singgung EV, jadi EV ini semua kita percepat supaya digunakan sebanyak mungkin, kemudian kita perbaiki publik transportasi, LRT kita bangun lagi, jadi kemudian kereta cepat itu,&amp;rdquo; papar Luhut.</content:encoded></item></channel></rss>
