<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Sosok Ratu Tambang dengan Harta Rp487,4 Triliun   </title><description>Gina Rinehart dijuluki sebagai ratu tambang</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/30/455/2962314/ini-sosok-ratu-tambang-dengan-harta-rp487-4-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/30/455/2962314/ini-sosok-ratu-tambang-dengan-harta-rp487-4-triliun"/><item><title>Ini Sosok Ratu Tambang dengan Harta Rp487,4 Triliun   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/30/455/2962314/ini-sosok-ratu-tambang-dengan-harta-rp487-4-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/30/455/2962314/ini-sosok-ratu-tambang-dengan-harta-rp487-4-triliun</guid><pubDate>Selasa 30 Januari 2024 06:19 WIB</pubDate><dc:creator>Meliana Tesa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/29/455/2962314/ini-sosok-ratu-tambang-dengan-harta-rp487-4-triliun-qXvMBXH29Q.png" expression="full" type="image/jpeg">Ratu Tambang dengan Harta Rp487 Triliun. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/29/455/2962314/ini-sosok-ratu-tambang-dengan-harta-rp487-4-triliun-qXvMBXH29Q.png</image><title>Ratu Tambang dengan Harta Rp487 Triliun. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA -  Gina Rinehart dijuluki sebagai ratu tambang. Dirinya memiliki bisnis pertambangan bijih besi melalui perusahaan Hancock Prospecting.
Pengusaha asal Australia memiliki harta kekayaan mencapai USD30,8 miliar atau setara Rp487,4 triliun (kurs Rp15.827 per USD).
Gina Reinhart merupakan anak miliarder Lang Hancock, sang pendiri perusahaan Hancock Prospecting berasal dari Australia. Dengan kekayaan sebanyak itu, Gina Rinehart menjadi orang terkaya di Australia pada 2024.

BACA JUGA:
Mengenal Gina Rinehart, Ratu Tambang Punya Harta Rp487,4 Triliun

Setelah mewarisi kerajaan bisnis tambang bijih besi pada 1992, Gina Rinehart mengambil alih sebagai executive chairman, meskipun perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan.
Aset terbesar perusahaannya, Hancock Prospecting, adalah proyek pertambangan Roy Hill, yang berhasil melunasi utang sebesar USD7,2 miliar yang diambil untuk proyek tersebut dan mulai mengirimkan hasilnya ke Asia pada tahun 2015.

BACA JUGA:
Ditjen Pajak Senggol Ustadz Solmed: Memantau Orang Kaya

Dalam mengelola perusahaannya, Rinehart tidak hanya fokus pada tambang bijih besi, melainkan juga merambah ke sektor pertambangan mineral tanah jarang, gas, dan bahkan menjadi produsen ternak terbesar kedua di Australia.
Kini Gina Rinehart tengah menjelajahi peluang baru di dunia lithium. Lithium, yang menjadi komponen penting dalam baterai mobil listrik kini semakin populer.Dalam beberapa bulan terakhir, Rinehart telah melakukan gerakan strategis di pasar saham Australia. Dia membeli sejumlah besar saham Liontown Resources, sebuah perusahaan tambang lithium, dan hal ini telah mengakibatkan dampak besar.
Tindakan ini juga membuat Albemarle Corporation, yang mewakili Amerika Serikat harus membatalkan rencana pengambilalihan senilai USD4,2 miliar. Selain itu, Rinehart juga mengganggu rencana perusahaan tambang lithium Chili, Sociedad Quimica y Minera (SQM), dengan membeli saham di perusahaan lain, yaitu Azure Minerals.
Baca Selengkapnya: Mengenal Gina Rinehart, Ratu Tambang Punya Harta Rp487,4 Triliun</description><content:encoded>JAKARTA -  Gina Rinehart dijuluki sebagai ratu tambang. Dirinya memiliki bisnis pertambangan bijih besi melalui perusahaan Hancock Prospecting.
Pengusaha asal Australia memiliki harta kekayaan mencapai USD30,8 miliar atau setara Rp487,4 triliun (kurs Rp15.827 per USD).
Gina Reinhart merupakan anak miliarder Lang Hancock, sang pendiri perusahaan Hancock Prospecting berasal dari Australia. Dengan kekayaan sebanyak itu, Gina Rinehart menjadi orang terkaya di Australia pada 2024.

BACA JUGA:
Mengenal Gina Rinehart, Ratu Tambang Punya Harta Rp487,4 Triliun

Setelah mewarisi kerajaan bisnis tambang bijih besi pada 1992, Gina Rinehart mengambil alih sebagai executive chairman, meskipun perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan.
Aset terbesar perusahaannya, Hancock Prospecting, adalah proyek pertambangan Roy Hill, yang berhasil melunasi utang sebesar USD7,2 miliar yang diambil untuk proyek tersebut dan mulai mengirimkan hasilnya ke Asia pada tahun 2015.

BACA JUGA:
Ditjen Pajak Senggol Ustadz Solmed: Memantau Orang Kaya

Dalam mengelola perusahaannya, Rinehart tidak hanya fokus pada tambang bijih besi, melainkan juga merambah ke sektor pertambangan mineral tanah jarang, gas, dan bahkan menjadi produsen ternak terbesar kedua di Australia.
Kini Gina Rinehart tengah menjelajahi peluang baru di dunia lithium. Lithium, yang menjadi komponen penting dalam baterai mobil listrik kini semakin populer.Dalam beberapa bulan terakhir, Rinehart telah melakukan gerakan strategis di pasar saham Australia. Dia membeli sejumlah besar saham Liontown Resources, sebuah perusahaan tambang lithium, dan hal ini telah mengakibatkan dampak besar.
Tindakan ini juga membuat Albemarle Corporation, yang mewakili Amerika Serikat harus membatalkan rencana pengambilalihan senilai USD4,2 miliar. Selain itu, Rinehart juga mengganggu rencana perusahaan tambang lithium Chili, Sociedad Quimica y Minera (SQM), dengan membeli saham di perusahaan lain, yaitu Azure Minerals.
Baca Selengkapnya: Mengenal Gina Rinehart, Ratu Tambang Punya Harta Rp487,4 Triliun</content:encoded></item></channel></rss>
