<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tabungan Orang Kaya di Atas Rp5 Miliar Turun Terus, Ada Apa?</title><description>LPS mengungkapkan tren simpanan nasabah di atas Rp5 miliar terus turun sejak akhir 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/30/622/2962946/tabungan-orang-kaya-di-atas-rp5-miliar-turun-terus-ada-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/30/622/2962946/tabungan-orang-kaya-di-atas-rp5-miliar-turun-terus-ada-apa"/><item><title>Tabungan Orang Kaya di Atas Rp5 Miliar Turun Terus, Ada Apa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/30/622/2962946/tabungan-orang-kaya-di-atas-rp5-miliar-turun-terus-ada-apa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/30/622/2962946/tabungan-orang-kaya-di-atas-rp5-miliar-turun-terus-ada-apa</guid><pubDate>Selasa 30 Januari 2024 18:03 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/30/622/2962946/tabungan-orang-kaya-di-atas-rp5-miliar-turun-terus-ada-apa-Sxb9wkP9x0.png" expression="full" type="image/jpeg">Tabungan Orang Kaya di Atas Rp5 Miliar Turun. (Foto :Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/30/622/2962946/tabungan-orang-kaya-di-atas-rp5-miliar-turun-terus-ada-apa-Sxb9wkP9x0.png</image><title>Tabungan Orang Kaya di Atas Rp5 Miliar Turun. (Foto :Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkapkan tren simpanan nasabah di atas Rp5 miliar terus turun sejak akhir 2023. Tren tersebut sejak akhir tahun lalu menyusut sekitar 14-15% dan sekarang turun sekitar 3,51% yang sebagian besar berasal dari korporasi.
&quot;Rp5 miliar kalau kita lihat trennya turun terus dari akhir tahun lalu sampai sekarang trennya turun sekitar 14-15% sekarang turun sekitar 3,51% dan sebagian besar korporasi,&quot; kata Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, dalam Konferensi Pers Tingkat Bunga Penjaminan LPS di Jakarta, Selasa (30/1/2024).
LPS menduga korporasi tersebut tak punya dana kemudian beralih memakai uang sendiri untuk ekspansi usaha dibandingkan meminjam di bank apalagi ke luar negeri karena kurs dolar AS.

BACA JUGA:
LPS Jamin Simpanan 559,5 Juta Rekening Nasabah Bank&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Karena bunga luar negeri mahal dan disini cenderung agak naik sehingga mereka cenderung memakai uang sendiri sampai habis,&quot; kata Purbaya.
Adapun pertumbuhan yang sekarang di angka 3,51% ini di bawah rata-rata tadi semua. Namun, Purbaya enggan melihat penurunan tren ini sebagai suatu hal yang negatif.
Perlu diketahui, LPS mempertahankan TBP simpanan Rupiah di bank umum dan BPR masing-masing sebesar 4,25% pada Bank Umum dan 6,75% pada Bank Perekonomian Rakyat (BPR). Kemudian untuk TBP simpanan valuta asing (valas) pada bank umum sebesar 2,25%.

BACA JUGA:
Kantor LPS di IKN Dibangun, 1 Komplek dengan BI-OJK

Selanjutnya TBP tersebut akan berlaku efektif sejak periode 1 Februari 2024 sampai dengan 31 Mei 2024.Sebagai informasi, berdasarkan data per Desember 2023, jumlah rekening nasabah bank umum yang dijamin seluruh simpanannya (simpanan s/d Rp2 miliar) sebesar 99,94% dari total rekening atau setara dengan 559,561 juta rekening.
Sedangkan pada BPR/BPRS, jumlah rekening yang dijamin seluruh simpanannya (simpanan hingga Rp2 miliar) sebesar 99,98% dari total rekening atau setara dengan 15,56 juta rekening.</description><content:encoded>JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkapkan tren simpanan nasabah di atas Rp5 miliar terus turun sejak akhir 2023. Tren tersebut sejak akhir tahun lalu menyusut sekitar 14-15% dan sekarang turun sekitar 3,51% yang sebagian besar berasal dari korporasi.
&quot;Rp5 miliar kalau kita lihat trennya turun terus dari akhir tahun lalu sampai sekarang trennya turun sekitar 14-15% sekarang turun sekitar 3,51% dan sebagian besar korporasi,&quot; kata Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, dalam Konferensi Pers Tingkat Bunga Penjaminan LPS di Jakarta, Selasa (30/1/2024).
LPS menduga korporasi tersebut tak punya dana kemudian beralih memakai uang sendiri untuk ekspansi usaha dibandingkan meminjam di bank apalagi ke luar negeri karena kurs dolar AS.

BACA JUGA:
LPS Jamin Simpanan 559,5 Juta Rekening Nasabah Bank&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Karena bunga luar negeri mahal dan disini cenderung agak naik sehingga mereka cenderung memakai uang sendiri sampai habis,&quot; kata Purbaya.
Adapun pertumbuhan yang sekarang di angka 3,51% ini di bawah rata-rata tadi semua. Namun, Purbaya enggan melihat penurunan tren ini sebagai suatu hal yang negatif.
Perlu diketahui, LPS mempertahankan TBP simpanan Rupiah di bank umum dan BPR masing-masing sebesar 4,25% pada Bank Umum dan 6,75% pada Bank Perekonomian Rakyat (BPR). Kemudian untuk TBP simpanan valuta asing (valas) pada bank umum sebesar 2,25%.

BACA JUGA:
Kantor LPS di IKN Dibangun, 1 Komplek dengan BI-OJK

Selanjutnya TBP tersebut akan berlaku efektif sejak periode 1 Februari 2024 sampai dengan 31 Mei 2024.Sebagai informasi, berdasarkan data per Desember 2023, jumlah rekening nasabah bank umum yang dijamin seluruh simpanannya (simpanan s/d Rp2 miliar) sebesar 99,94% dari total rekening atau setara dengan 559,561 juta rekening.
Sedangkan pada BPR/BPRS, jumlah rekening yang dijamin seluruh simpanannya (simpanan hingga Rp2 miliar) sebesar 99,98% dari total rekening atau setara dengan 15,56 juta rekening.</content:encoded></item></channel></rss>
