<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siap-Siap, Harga Pertamax Cs Naik Gegara Hal Ini</title><description>PT Pertamina (Persero) buka suara mengenai kebijakan kenaikan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) menjadi 10%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/31/320/2962939/siap-siap-harga-pertamax-cs-naik-gegara-hal-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/01/31/320/2962939/siap-siap-harga-pertamax-cs-naik-gegara-hal-ini"/><item><title>Siap-Siap, Harga Pertamax Cs Naik Gegara Hal Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/01/31/320/2962939/siap-siap-harga-pertamax-cs-naik-gegara-hal-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/01/31/320/2962939/siap-siap-harga-pertamax-cs-naik-gegara-hal-ini</guid><pubDate>Rabu 31 Januari 2024 07:24 WIB</pubDate><dc:creator>Asla Lupanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/30/320/2962939/siap-siap-harga-pertamax-cs-naik-gegara-hal-ini-apJ3C8ei2e.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Harga BBM Bisa Naik karena Hal Ini. (Foto: Okezone.com/Pertamina)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/30/320/2962939/siap-siap-harga-pertamax-cs-naik-gegara-hal-ini-apJ3C8ei2e.jfif</image><title>Harga BBM Bisa Naik karena Hal Ini. (Foto: Okezone.com/Pertamina)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) buka suara mengenai kebijakan kenaikan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) menjadi 10% pada harga BBM.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, bila mana terjadi penyesuaian nilai pada PBBKB dari Pemerintah Daerah, tentu akan berimplikasi pada harga BBM.

BACA JUGA:
Harga BBM Naik Imbas PBBKB 10%, Ini Kata Stafsus Erick Thohir

Irto juga menyampaikan, bahwa kenaikan ini hanya akan berdampak pada harga BBM non-subsidi. Sementara untuk BBM yang disubsidi seperti pertalite dan solar tidak akan terjadi perubahan harga.
Irto juga menjelaskan harga BBM akan berbeda-beda karena besaran PBBKB ditentukan oleh pemerintah daerah (Pemda).

BACA JUGA:
Pertamina Buka Suara soal Pajak BBM DKI Jakarta Jadi 10%, Harga Pertamax Cs Bisa Naik!

&quot;Dari sosialisasi yang disampaikan Pemda, penyesuaian PBBKB untuk Jenis Bahan Bakar Umum (JBU), jadi bukan untuk BBM bersubsidi. Besaran PBBKB ditentukan masing-masing Pemda,&quot; ujar Irto.
Kenaikan pajak BBM menjadi 10% diatur oleh Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 1 tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Restribusi Daerah. Pada pasal 24 ayat 1 disebut &quot;Tarif PBBKB ditetapkan sebesar 10 persen.&quot;Kenaikan pajak BBM menjadi 10% diatur oleh Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 1 tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Restribusi Daerah. Pada pasal 24 ayat 1 disebut &quot;Tarif PBBKB ditetapkan sebesar 10 persen.&quot;
Sebagai informasi, harga BBM Pertamina non subsidi saat ini seperti Pertamax dijual diharga Rp12.950 per liter, Pertamax Turbo Rp14.400 per liter, Dexlite diangkat Rp14.550 per liter, dan Pertamax Green 95 dijual dengan harga Rp13.900 per liter.
Baca Selengkapnya: Pertamina Buka Suara soal Pajak BBM DKI Jakarta Jadi 10%, Harga Pertamax Cs Bisa Naik!Sebagai informasi, harga BBM Pertamina non subsidi saat ini seperti Pertamax dijual diharga Rp12.950 per liter, Pertamax Turbo Rp14.400 per liter, Dexlite diangkat Rp14.550 per liter, dan Pertamax Green 95 dijual dengan harga Rp13.900 per liter.
Baca Selengkapnya : Pertamina Buka Suara soal Pajak BBM DKI Jakarta Jadi 10%, Harga Pertamax Cs Bisa Naik!</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) buka suara mengenai kebijakan kenaikan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) menjadi 10% pada harga BBM.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, bila mana terjadi penyesuaian nilai pada PBBKB dari Pemerintah Daerah, tentu akan berimplikasi pada harga BBM.

BACA JUGA:
Harga BBM Naik Imbas PBBKB 10%, Ini Kata Stafsus Erick Thohir

Irto juga menyampaikan, bahwa kenaikan ini hanya akan berdampak pada harga BBM non-subsidi. Sementara untuk BBM yang disubsidi seperti pertalite dan solar tidak akan terjadi perubahan harga.
Irto juga menjelaskan harga BBM akan berbeda-beda karena besaran PBBKB ditentukan oleh pemerintah daerah (Pemda).

BACA JUGA:
Pertamina Buka Suara soal Pajak BBM DKI Jakarta Jadi 10%, Harga Pertamax Cs Bisa Naik!

&quot;Dari sosialisasi yang disampaikan Pemda, penyesuaian PBBKB untuk Jenis Bahan Bakar Umum (JBU), jadi bukan untuk BBM bersubsidi. Besaran PBBKB ditentukan masing-masing Pemda,&quot; ujar Irto.
Kenaikan pajak BBM menjadi 10% diatur oleh Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 1 tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Restribusi Daerah. Pada pasal 24 ayat 1 disebut &quot;Tarif PBBKB ditetapkan sebesar 10 persen.&quot;Kenaikan pajak BBM menjadi 10% diatur oleh Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 1 tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Restribusi Daerah. Pada pasal 24 ayat 1 disebut &quot;Tarif PBBKB ditetapkan sebesar 10 persen.&quot;
Sebagai informasi, harga BBM Pertamina non subsidi saat ini seperti Pertamax dijual diharga Rp12.950 per liter, Pertamax Turbo Rp14.400 per liter, Dexlite diangkat Rp14.550 per liter, dan Pertamax Green 95 dijual dengan harga Rp13.900 per liter.
Baca Selengkapnya: Pertamina Buka Suara soal Pajak BBM DKI Jakarta Jadi 10%, Harga Pertamax Cs Bisa Naik!Sebagai informasi, harga BBM Pertamina non subsidi saat ini seperti Pertamax dijual diharga Rp12.950 per liter, Pertamax Turbo Rp14.400 per liter, Dexlite diangkat Rp14.550 per liter, dan Pertamax Green 95 dijual dengan harga Rp13.900 per liter.
Baca Selengkapnya : Pertamina Buka Suara soal Pajak BBM DKI Jakarta Jadi 10%, Harga Pertamax Cs Bisa Naik!</content:encoded></item></channel></rss>
