<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga BBM Pertamax Cs per 1 Februari 2024 Tidak Berubah</title><description>PT Pertamina Patra Niaga menetapkan harga jual BBM non subsidi atau  jenis bahan bakar umum (JBU) pada Bulan Februari tidak berubah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/01/320/2963738/harga-bbm-pertamax-cs-per-1-februari-2024-tidak-berubah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/01/320/2963738/harga-bbm-pertamax-cs-per-1-februari-2024-tidak-berubah"/><item><title>Harga BBM Pertamax Cs per 1 Februari 2024 Tidak Berubah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/01/320/2963738/harga-bbm-pertamax-cs-per-1-februari-2024-tidak-berubah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/01/320/2963738/harga-bbm-pertamax-cs-per-1-februari-2024-tidak-berubah</guid><pubDate>Kamis 01 Februari 2024 07:22 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/01/320/2963738/harga-bbm-pertamax-cs-per-1-februari-2024-tidak-berubah-8JXTe68Bj5.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Harga BBM non subsidi Pertamina (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/01/320/2963738/harga-bbm-pertamax-cs-per-1-februari-2024-tidak-berubah-8JXTe68Bj5.jpeg</image><title>Harga BBM non subsidi Pertamina (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wMy8xLzE3MDA5Mi81L3g4bm90MXY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga menetapkan harga jual BBM non subsidi atau jenis bahan bakar umum (JBU) pada Bulan Februari tidak berubah. Hal itu diputuskan setelah melakukan evaluasi harga publikasi Mean of Platts Singapore (MOPS)/Argus serta nilai tukar mata uang Rupiah pada periode tanggal 25 Desember 2023 hingga tanggal 24 Januari 2024 lalu.

BACA JUGA:
Pajak BBM di Jakarta Naik 10 Persen


Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan bahwa keputusan harga Pertamax Series dan Dex Series tetap di Bulan Februari ini telah melalui evaluasi berkala mengacu kepada formula penetapan harga sesuai Kepmen ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang formulasi harga JBU atau BBM non subsidi.
&quot;Harga BBM non subsidi memang sesuatu yang dievaluasi berkala, penyesuaian harga naik, penyesuaian harga turun, maupun harga tetap dipertimbangkan seluruh badan usaha sesuai regulasi yang berlaku,&quot; terang Irto dalam keterangan resminya, Rabu (31/1/2024).

BACA JUGA:
Daftar Harga BBM di Akhir Januari 2024


Adapun untuk harga saat ini, di antaranya, Pertamax sebesar Rp12.950 per liter, Pertamax Green 95 sebesar Rp13.900 per liter, Pertamax Turbo sebesarRp14.400 per liter, Dexlite Rp14.550 per liter, dan Pertamina Dex sebesar Rp15.100 per liter. Harga ini berlaku untuk wilayah Jawa dan wilayah dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 5%.
Irto menambahkan, bagi Pertamina, keputusan ini adalah bentuk menjaga  stabilitas harga BBM non subsidi yang terbaik dan terjangkau bagi  masyarakat hingga pelosok negeri, tidak hanya kota besar.
&quot;Ini adalah wujud penyaluran dan penyediaan BBM berdasarkan prinsip  Availability, Accessibility, Affordability, Acceptability dan  Sustainability, bagaimana Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga  menetapkan harga yang kompetitif bagi masyarakat sekaligus memastikan  distribusi hingga pelosok negeri tetap dapat dilakukan dengan maksimal,&quot;  pungkas Irto.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wMy8xLzE3MDA5Mi81L3g4bm90MXY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga menetapkan harga jual BBM non subsidi atau jenis bahan bakar umum (JBU) pada Bulan Februari tidak berubah. Hal itu diputuskan setelah melakukan evaluasi harga publikasi Mean of Platts Singapore (MOPS)/Argus serta nilai tukar mata uang Rupiah pada periode tanggal 25 Desember 2023 hingga tanggal 24 Januari 2024 lalu.

BACA JUGA:
Pajak BBM di Jakarta Naik 10 Persen


Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan bahwa keputusan harga Pertamax Series dan Dex Series tetap di Bulan Februari ini telah melalui evaluasi berkala mengacu kepada formula penetapan harga sesuai Kepmen ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang formulasi harga JBU atau BBM non subsidi.
&quot;Harga BBM non subsidi memang sesuatu yang dievaluasi berkala, penyesuaian harga naik, penyesuaian harga turun, maupun harga tetap dipertimbangkan seluruh badan usaha sesuai regulasi yang berlaku,&quot; terang Irto dalam keterangan resminya, Rabu (31/1/2024).

BACA JUGA:
Daftar Harga BBM di Akhir Januari 2024


Adapun untuk harga saat ini, di antaranya, Pertamax sebesar Rp12.950 per liter, Pertamax Green 95 sebesar Rp13.900 per liter, Pertamax Turbo sebesarRp14.400 per liter, Dexlite Rp14.550 per liter, dan Pertamina Dex sebesar Rp15.100 per liter. Harga ini berlaku untuk wilayah Jawa dan wilayah dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 5%.
Irto menambahkan, bagi Pertamina, keputusan ini adalah bentuk menjaga  stabilitas harga BBM non subsidi yang terbaik dan terjangkau bagi  masyarakat hingga pelosok negeri, tidak hanya kota besar.
&quot;Ini adalah wujud penyaluran dan penyediaan BBM berdasarkan prinsip  Availability, Accessibility, Affordability, Acceptability dan  Sustainability, bagaimana Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga  menetapkan harga yang kompetitif bagi masyarakat sekaligus memastikan  distribusi hingga pelosok negeri tetap dapat dilakukan dengan maksimal,&quot;  pungkas Irto.</content:encoded></item></channel></rss>
