<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>UEA Tertarik Investasi Kereta Bawah Tanah di Bali   </title><description>Minatnya investasi pada pembangunan jaringan kereta bawah tanah atau subway sebagai transportasi massal di Bali.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/01/320/2964144/uea-tertarik-investasi-kereta-bawah-tanah-di-bali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/01/320/2964144/uea-tertarik-investasi-kereta-bawah-tanah-di-bali"/><item><title>UEA Tertarik Investasi Kereta Bawah Tanah di Bali   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/01/320/2964144/uea-tertarik-investasi-kereta-bawah-tanah-di-bali</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/01/320/2964144/uea-tertarik-investasi-kereta-bawah-tanah-di-bali</guid><pubDate>Kamis 01 Februari 2024 19:30 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/01/320/2964144/uea-tertarik-investasi-kereta-bawah-tanah-di-bali-LqYmzm6bdH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">UEA Minat Investasi Proyek Kereta di Bali. (Foto: Okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/01/320/2964144/uea-tertarik-investasi-kereta-bawah-tanah-di-bali-LqYmzm6bdH.jpg</image><title>UEA Minat Investasi Proyek Kereta di Bali. (Foto: Okezone.com/MPI)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirates Arab (UEA) Suhail Mohamed Al Mazrouei menyampaikan minatnya berinvestasi pada pembangunan jaringan kereta bawah tanah atau subway sebagai transportasi massal di Bali.
Ketertarikan UEA diungkap saat bertemu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam pertemuan tingkat menteri UEA dan Indonesia, di Hotel Four Seasons Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (1/2/2024).

BACA JUGA:
RI-UEA Gelar Pertemuan, Bahas Investasi IKN hingga Penemuan Gas di Andaman

&amp;ldquo;Kami masih melihat sejumlah investasi. Kereta Api (subway) di Bali, menjalani siklus mulai dari penandatanganan MoU, mendapatkan data, meninjaunya, memberikan pembahasan proposal,&amp;rdquo; ujar Suhail.
Diketahui, pemerintah provinsi (Pemprov) Bali dan pemerintah pusat telah merancang subway dalam rangka mengurai kepadatan lalu lintas. Subway ini direncanakan akan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Central Parkir Kuta-Seminyak dan Canggu di Kabupaten Badung, Bali.

BACA JUGA:
Banyak Kerjasama dengan UEA, Investasi RI Tak Hanya Masuk dari China dan AS

Nantinya, operasional subway di Bali ini berbeda dengan Moda Raya Terpadu (Mass Rapid Transit atau MRT) dan Lintas Rel Terpadu atau kereta api ringan (Light Rail Transit atau LRT) yang tiketnya disubsidi pemerintah.
Lebih lanjut, Suhail mengatakan bahwa ada perusahaan asal UEA yakni Etihad Railways yang saat ini sedang mempertimbangkan untuk ikut menanamkan investasi dalam pembangunan subway di Bali itu. &amp;ldquo;Di antara perusahaan-perusahaan di sini adalah Etihad Railways dan mereka sedang mempertimbangkan proyek tersebut.&amp;rdquo;Meski begitu, Suhail enggan membeberkan rencana nilai investasi dari Etihad Railways untuk proyek pembangunan subway Bali.
&amp;ldquo;Kami melihat proyek ini karena pemerintah Indonesia memberi kami kesempatan untuk melihat proyek tersebut. Sekarang mereka sedang melihatnya. Begitu kami memiliki sesuatu, maka kami akan membagikannya dengan Anda. Saya tidak memiliki angka pasti, sebab angka pasti berubah, meski saya memberi Anda angka setelah satu bulan, nomornya akan berubah.&amp;rdquo;
Suhail pun memastikan EUA akan terus melihat peluang untuk investasi di Indonesia pada berbagai sektor. &amp;ldquo;Kami terus menghadirkan peluang (investasi). Dan Saya pikir pencapaian kita pada tahun 2023 memberitahukan bahwa kita dapat berbuat lebih banyak di masa depan, dan pemahaman antara tim UEA dan Indonesia semakin meningkat,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirates Arab (UEA) Suhail Mohamed Al Mazrouei menyampaikan minatnya berinvestasi pada pembangunan jaringan kereta bawah tanah atau subway sebagai transportasi massal di Bali.
Ketertarikan UEA diungkap saat bertemu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam pertemuan tingkat menteri UEA dan Indonesia, di Hotel Four Seasons Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (1/2/2024).

BACA JUGA:
RI-UEA Gelar Pertemuan, Bahas Investasi IKN hingga Penemuan Gas di Andaman

&amp;ldquo;Kami masih melihat sejumlah investasi. Kereta Api (subway) di Bali, menjalani siklus mulai dari penandatanganan MoU, mendapatkan data, meninjaunya, memberikan pembahasan proposal,&amp;rdquo; ujar Suhail.
Diketahui, pemerintah provinsi (Pemprov) Bali dan pemerintah pusat telah merancang subway dalam rangka mengurai kepadatan lalu lintas. Subway ini direncanakan akan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Central Parkir Kuta-Seminyak dan Canggu di Kabupaten Badung, Bali.

BACA JUGA:
Banyak Kerjasama dengan UEA, Investasi RI Tak Hanya Masuk dari China dan AS

Nantinya, operasional subway di Bali ini berbeda dengan Moda Raya Terpadu (Mass Rapid Transit atau MRT) dan Lintas Rel Terpadu atau kereta api ringan (Light Rail Transit atau LRT) yang tiketnya disubsidi pemerintah.
Lebih lanjut, Suhail mengatakan bahwa ada perusahaan asal UEA yakni Etihad Railways yang saat ini sedang mempertimbangkan untuk ikut menanamkan investasi dalam pembangunan subway di Bali itu. &amp;ldquo;Di antara perusahaan-perusahaan di sini adalah Etihad Railways dan mereka sedang mempertimbangkan proyek tersebut.&amp;rdquo;Meski begitu, Suhail enggan membeberkan rencana nilai investasi dari Etihad Railways untuk proyek pembangunan subway Bali.
&amp;ldquo;Kami melihat proyek ini karena pemerintah Indonesia memberi kami kesempatan untuk melihat proyek tersebut. Sekarang mereka sedang melihatnya. Begitu kami memiliki sesuatu, maka kami akan membagikannya dengan Anda. Saya tidak memiliki angka pasti, sebab angka pasti berubah, meski saya memberi Anda angka setelah satu bulan, nomornya akan berubah.&amp;rdquo;
Suhail pun memastikan EUA akan terus melihat peluang untuk investasi di Indonesia pada berbagai sektor. &amp;ldquo;Kami terus menghadirkan peluang (investasi). Dan Saya pikir pencapaian kita pada tahun 2023 memberitahukan bahwa kita dapat berbuat lebih banyak di masa depan, dan pemahaman antara tim UEA dan Indonesia semakin meningkat,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
