<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ganjar Puji Pembibitan Holtikultura Purworejo, Bisa Ciptakan Lapangan Kerja dan Ketahanan Pangan</title><description>Ganjar Pranowo melanjutka kunjungan kerjanya ke Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Kamis malam</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/01/320/2964195/ganjar-puji-pembibitan-holtikultura-purworejo-bisa-ciptakan-lapangan-kerja-dan-ketahanan-pangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/01/320/2964195/ganjar-puji-pembibitan-holtikultura-purworejo-bisa-ciptakan-lapangan-kerja-dan-ketahanan-pangan"/><item><title>Ganjar Puji Pembibitan Holtikultura Purworejo, Bisa Ciptakan Lapangan Kerja dan Ketahanan Pangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/01/320/2964195/ganjar-puji-pembibitan-holtikultura-purworejo-bisa-ciptakan-lapangan-kerja-dan-ketahanan-pangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/01/320/2964195/ganjar-puji-pembibitan-holtikultura-purworejo-bisa-ciptakan-lapangan-kerja-dan-ketahanan-pangan</guid><pubDate>Kamis 01 Februari 2024 20:47 WIB</pubDate><dc:creator> Royandi Hutasoit</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/01/320/2964195/ganjar-puji-pembibitan-holtikultura-purworejo-bisa-ciptakan-lapangan-kerja-dan-ketahanan-pangan-XMulQsmHAJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Puji Pembibitan Hortikultura di Purwerejo. (Foto: Okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/01/320/2964195/ganjar-puji-pembibitan-holtikultura-purworejo-bisa-ciptakan-lapangan-kerja-dan-ketahanan-pangan-XMulQsmHAJ.jpg</image><title>Ganjar Puji Pembibitan Hortikultura di Purwerejo. (Foto: Okezone.com/MPI)</title></images><description>PURWOREJO - Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo melanjutka kunjungan kerjanya ke Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Kamis malam. Sebelumnya Ganjar melakukan kampanye di Manado Sulawesi Utara.
Ganjar pun langsung bertolak ke Petani Pembibitan CV Wahyu Tani Putra, Desa Bedono Karangduwur, Kecamatan Kemiri. Kawasan ini merupakan sentra penyediaan bibit tanaman holtikultura siap tanam untuk petani dan warga seluruh Indonesia.

BACA JUGA:
Puluhan Ribu Warga Manado Ramaikan Hajatan Rakyat, Dukung Ganjar Basmi Korupsi

Ganjar mengenakan kemeja kelir hitam bergambar simbol tiga jari langsung diserbu ribuan warga yang telah menunggu kedatangannya.
Antusiasme warga ini menandakan rasa kangen dan cinta yang begitu mendalam terhadap eks Gubernur Jawa Tengah dua periode itu. Pekik &quot;Ganjar Presiden&quot; juga menggema saat alumni Fakultas Hukum UGM itu berinteraksi dengan warga.

BACA JUGA:
Kampanye di Manado, Ganjar Janji Perluas Lapangan Kerja dan Siapkan SDM Unggul&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sejurus kemudian, Ganjar bersama salah satu ibu-ibu melakukan pembibitan tanaman holtikultura yakni jeruk, alpukat, dan belimbing.Ganjar mengapresiasi sentra pembibitan yang diinisiasi atas kesadaran warga. Keuletan mereka tentunya di samping menciptakan peluang ekonomi baru, terbukanya lapangan pekerjaan, juga secara impulsif mendorong terwujudnya ketahanan pangan nasional.
&quot;Tadi saya lihat jeruk, ada belimbing, ada alpukat, sehingga banyak sekali dan yang menarik ternyata seminggu setidaknya karya dari ibu-ibu ini saja, ini kurang lebih 10 ribu (bibit) dalam satu minggu berarti 40 ribu (bibit) kurang lebih dalam satu bulan,&quot; jelas Ganjar.
Pemerataan sentra pembibitan sejenis juga perlu dilakukan ekskalasi pada berbagai wilayah di Indonesia.
Tentu hal ini mesti perlu adanya intervensi peran dari pemerintah, perguruan tinggi, maupun lembaga terkait untuk mendukung pertumbuhan sentra bibit unggul tanaman holtikultura.
&quot;Maka kalau kita berbicara banyak bibit-bibit yang dibutuhkan lebih banyak dari bawah, dari desa, dari lokal ternyata ada, tinggal perhatian kita dari pemerintah untuk bisa mengembangkan mereka,&quot; pungkas dia.</description><content:encoded>PURWOREJO - Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo melanjutka kunjungan kerjanya ke Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Kamis malam. Sebelumnya Ganjar melakukan kampanye di Manado Sulawesi Utara.
Ganjar pun langsung bertolak ke Petani Pembibitan CV Wahyu Tani Putra, Desa Bedono Karangduwur, Kecamatan Kemiri. Kawasan ini merupakan sentra penyediaan bibit tanaman holtikultura siap tanam untuk petani dan warga seluruh Indonesia.

BACA JUGA:
Puluhan Ribu Warga Manado Ramaikan Hajatan Rakyat, Dukung Ganjar Basmi Korupsi

Ganjar mengenakan kemeja kelir hitam bergambar simbol tiga jari langsung diserbu ribuan warga yang telah menunggu kedatangannya.
Antusiasme warga ini menandakan rasa kangen dan cinta yang begitu mendalam terhadap eks Gubernur Jawa Tengah dua periode itu. Pekik &quot;Ganjar Presiden&quot; juga menggema saat alumni Fakultas Hukum UGM itu berinteraksi dengan warga.

BACA JUGA:
Kampanye di Manado, Ganjar Janji Perluas Lapangan Kerja dan Siapkan SDM Unggul&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sejurus kemudian, Ganjar bersama salah satu ibu-ibu melakukan pembibitan tanaman holtikultura yakni jeruk, alpukat, dan belimbing.Ganjar mengapresiasi sentra pembibitan yang diinisiasi atas kesadaran warga. Keuletan mereka tentunya di samping menciptakan peluang ekonomi baru, terbukanya lapangan pekerjaan, juga secara impulsif mendorong terwujudnya ketahanan pangan nasional.
&quot;Tadi saya lihat jeruk, ada belimbing, ada alpukat, sehingga banyak sekali dan yang menarik ternyata seminggu setidaknya karya dari ibu-ibu ini saja, ini kurang lebih 10 ribu (bibit) dalam satu minggu berarti 40 ribu (bibit) kurang lebih dalam satu bulan,&quot; jelas Ganjar.
Pemerataan sentra pembibitan sejenis juga perlu dilakukan ekskalasi pada berbagai wilayah di Indonesia.
Tentu hal ini mesti perlu adanya intervensi peran dari pemerintah, perguruan tinggi, maupun lembaga terkait untuk mendukung pertumbuhan sentra bibit unggul tanaman holtikultura.
&quot;Maka kalau kita berbicara banyak bibit-bibit yang dibutuhkan lebih banyak dari bawah, dari desa, dari lokal ternyata ada, tinggal perhatian kita dari pemerintah untuk bisa mengembangkan mereka,&quot; pungkas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
