<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Pantau Saham SFAN dan UNSP Imbas Pola Tak Wajar</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan dua saham dalam radar pantauan akibat adanya indikasi pola transaksi yang tidak wajar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/02/278/2964308/bei-pantau-saham-sfan-dan-unsp-imbas-pola-tak-wajar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/02/278/2964308/bei-pantau-saham-sfan-dan-unsp-imbas-pola-tak-wajar"/><item><title>BEI Pantau Saham SFAN dan UNSP Imbas Pola Tak Wajar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/02/278/2964308/bei-pantau-saham-sfan-dan-unsp-imbas-pola-tak-wajar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/02/278/2964308/bei-pantau-saham-sfan-dan-unsp-imbas-pola-tak-wajar</guid><pubDate>Jum'at 02 Februari 2024 08:14 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/02/278/2964308/bei-pantau-saham-sfan-dan-unsp-imbas-pola-tak-wajar-NUatRDltHn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BEI pantau ketat saham SFAN dan UNSP (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/02/278/2964308/bei-pantau-saham-sfan-dan-unsp-imbas-pola-tak-wajar-NUatRDltHn.jpg</image><title>BEI pantau ketat saham SFAN dan UNSP (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan dua saham dalam radar pantauan akibat adanya indikasi pola transaksi yang tidak wajar pada saham yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).
Saham tersebut adalah PT Surya Fajar Capital Tbk (SFAN) dan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. (UNSP).

BACA JUGA:
Riset MNC Sekuritas: IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah


&quot;Dalam rangka perlindungan Investor, dengan ini kami menginformasikan adanya indikasi pola transaksi yang tidak wajar pada saham SFAN dan UNSP yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),&quot; tulis surat yang ditandatangani P.H. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Zakky Ghufron dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Pande Made Kusuma Ari A., Jumat (2/2/2024).
Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dibidang Pasar Modal.

BACA JUGA:
IHSG Diproyeksi Bergerak di Kisaran 7.122-7.254


Untuk SFAN, emiten perusahaan konsultan keuangan ini menunjukkan pergerakan saham yang terlihat menguat namun cenderung tertahan. Saham SFAN ditutup menguat 0,26% ke 1.915 pada perdagangan Kamis (1/2).
Informasi terakhir mengenai SFAN adalah informasi tanggal 12 Januari 2024 yang dipublikasikan melalui website BEI tentang laporan bulanan registrasi pemegang efek (koreksi).
Sebagai informasi, sebelumnya bursa telah mengumumkan UMA pada  tanggal 24 Maret 2023, 23 Juni 2023 dan 24 Oktober 2023 atas perdagangan  saham SFAN.
Kemudian saham UNSP, emiten yang bergerak di bidang perkebunan,  pengolahan dan perdagangan hasil tanaman dan industri dan jasa ini juga  menunjukkan pelemahan yang tidak wajar. Saham UNSP ditutup turun 0,93%  ke 105 pada perdagangan kemarin.
Informasi terakhir mengenai UNSP adalah informasi tanggal 12 Oktober  2023 yang dipublikasikan melalui website BEI tentang laporan bulanan  registrasi pemegang efek.
Sebagai informasi, sebelumnya bursa telah mengumumkan UMA pada tanggal 25 Mei dan 21 September 2023 atas perdagangan saham UNSP.
&quot;Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham SFAN  dan UNSP tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang  mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,&quot; tulis direksi bursa.
Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban  Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja  Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali  rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut  belum mendapatkan persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai  kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan  pengambilan keputusan investasi.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan dua saham dalam radar pantauan akibat adanya indikasi pola transaksi yang tidak wajar pada saham yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).
Saham tersebut adalah PT Surya Fajar Capital Tbk (SFAN) dan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. (UNSP).

BACA JUGA:
Riset MNC Sekuritas: IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah


&quot;Dalam rangka perlindungan Investor, dengan ini kami menginformasikan adanya indikasi pola transaksi yang tidak wajar pada saham SFAN dan UNSP yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),&quot; tulis surat yang ditandatangani P.H. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Zakky Ghufron dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Pande Made Kusuma Ari A., Jumat (2/2/2024).
Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dibidang Pasar Modal.

BACA JUGA:
IHSG Diproyeksi Bergerak di Kisaran 7.122-7.254


Untuk SFAN, emiten perusahaan konsultan keuangan ini menunjukkan pergerakan saham yang terlihat menguat namun cenderung tertahan. Saham SFAN ditutup menguat 0,26% ke 1.915 pada perdagangan Kamis (1/2).
Informasi terakhir mengenai SFAN adalah informasi tanggal 12 Januari 2024 yang dipublikasikan melalui website BEI tentang laporan bulanan registrasi pemegang efek (koreksi).
Sebagai informasi, sebelumnya bursa telah mengumumkan UMA pada  tanggal 24 Maret 2023, 23 Juni 2023 dan 24 Oktober 2023 atas perdagangan  saham SFAN.
Kemudian saham UNSP, emiten yang bergerak di bidang perkebunan,  pengolahan dan perdagangan hasil tanaman dan industri dan jasa ini juga  menunjukkan pelemahan yang tidak wajar. Saham UNSP ditutup turun 0,93%  ke 105 pada perdagangan kemarin.
Informasi terakhir mengenai UNSP adalah informasi tanggal 12 Oktober  2023 yang dipublikasikan melalui website BEI tentang laporan bulanan  registrasi pemegang efek.
Sebagai informasi, sebelumnya bursa telah mengumumkan UMA pada tanggal 25 Mei dan 21 September 2023 atas perdagangan saham UNSP.
&quot;Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham SFAN  dan UNSP tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang  mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,&quot; tulis direksi bursa.
Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban  Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja  Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali  rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut  belum mendapatkan persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai  kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan  pengambilan keputusan investasi.</content:encoded></item></channel></rss>
