<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Jagung Naik Gila-gilaan, Ganjar Pranowo: Peternak Tertekan Berat!</title><description>Ganjar Pranowo, mengatakan para peternak tengah tertekan, lantaran harga jagung di sejumlah daerah naik gila-gilaan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/02/320/2964500/harga-jagung-naik-gila-gilaan-ganjar-pranowo-peternak-tertekan-berat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/02/320/2964500/harga-jagung-naik-gila-gilaan-ganjar-pranowo-peternak-tertekan-berat"/><item><title>Harga Jagung Naik Gila-gilaan, Ganjar Pranowo: Peternak Tertekan Berat!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/02/320/2964500/harga-jagung-naik-gila-gilaan-ganjar-pranowo-peternak-tertekan-berat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/02/320/2964500/harga-jagung-naik-gila-gilaan-ganjar-pranowo-peternak-tertekan-berat</guid><pubDate>Jum'at 02 Februari 2024 14:55 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/02/320/2964500/harga-jagung-naik-gila-gilaan-ganjar-pranowo-peternak-tertekan-berat-L1obOUFPYb.PNG" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo di Palembang (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/02/320/2964500/harga-jagung-naik-gila-gilaan-ganjar-pranowo-peternak-tertekan-berat-L1obOUFPYb.PNG</image><title>Ganjar Pranowo di Palembang (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMi8xLzE3NjgxOC81L3g4czEwZXk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Calon Presiden (Capres) nomor urut 03, Ganjar Pranowo, mengatakan para peternak tengah tertekan, lantaran harga jagung di sejumlah daerah naik gila-gilaan. Kondisi ini juga dipersulit oleh harga pakan jagung yang belakangan ini terkerek naik.
Pernyataan itu berdasarkan keluhan para peternak kepada Ganjar Pranowo, ketika dirinya melakukan pertemuan langsung dengan mereka.

BACA JUGA:
Emak-Emak Curhat ke Ganjar Harga Beras Mahal Rp17.000 per Kg

&amp;ldquo;Kami kemarin bicara dengan para peternak, mereka menyampaikan bahwa mereka dalam tekanan yang berat karena jagungnya sulit, pakan ternaknya mahal,&amp;rdquo; ujar Ganjar usai blusukan ke Pasar Pasar Palimo dan 16 Ilir, Palembang, Jumat (2/2/2024).
Jagung pakan di tingkat peternak memang menjadi satu dari enam komoditas yang berada di atas acuan penjualan (HAP). Di mana, harga jagung di tingkat peternak per 28 Januari 2024 menyentuh Rp 8.651 per kilogram (Kg) atau lebih tinggi 73,02 persen dibandingkan HAP.

BACA JUGA:
Ganjar Soroti Akses Pupuk Subsidi yang Dikeluhkan Petani di Banyak Daerah&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Tak hanya jagung dan pakan saja, Ganjar juga menyoroti rumor pengurangan pupuk subsidi untuk petani. Baginya, perkara ini akan berdampak bagi ketahanan pangan nasional.Pasalnya, pengurangan pupuk subsidi hanya akan menambah persoalan saja, lantaran saat ini masih banyak petani yang belum mendapatkan akses pupuk bersubsidi yang disediakan pemerintah melalui PT Pupuk Indonesia (Persero).
Dia menyebut, masih banyak petani yang mengeluh soal akses pupuk. Hal itu didapatinya manakala bertemu langsung dengan petani di beberapa daerah. Misalnya, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, hingga Kalimantan Barat.
&amp;ldquo;Kemarin kami juga bertemu dengan masyarakat, termasuk yang ada di Sumatera Selatan, tapi sudah beberapa bulan yang lalu saya bertemu di Sumatera Utara, di Kalimantan Barat kemarin terkait para petani juga problem pupuk,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMi8xLzE3NjgxOC81L3g4czEwZXk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Calon Presiden (Capres) nomor urut 03, Ganjar Pranowo, mengatakan para peternak tengah tertekan, lantaran harga jagung di sejumlah daerah naik gila-gilaan. Kondisi ini juga dipersulit oleh harga pakan jagung yang belakangan ini terkerek naik.
Pernyataan itu berdasarkan keluhan para peternak kepada Ganjar Pranowo, ketika dirinya melakukan pertemuan langsung dengan mereka.

BACA JUGA:
Emak-Emak Curhat ke Ganjar Harga Beras Mahal Rp17.000 per Kg

&amp;ldquo;Kami kemarin bicara dengan para peternak, mereka menyampaikan bahwa mereka dalam tekanan yang berat karena jagungnya sulit, pakan ternaknya mahal,&amp;rdquo; ujar Ganjar usai blusukan ke Pasar Pasar Palimo dan 16 Ilir, Palembang, Jumat (2/2/2024).
Jagung pakan di tingkat peternak memang menjadi satu dari enam komoditas yang berada di atas acuan penjualan (HAP). Di mana, harga jagung di tingkat peternak per 28 Januari 2024 menyentuh Rp 8.651 per kilogram (Kg) atau lebih tinggi 73,02 persen dibandingkan HAP.

BACA JUGA:
Ganjar Soroti Akses Pupuk Subsidi yang Dikeluhkan Petani di Banyak Daerah&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Tak hanya jagung dan pakan saja, Ganjar juga menyoroti rumor pengurangan pupuk subsidi untuk petani. Baginya, perkara ini akan berdampak bagi ketahanan pangan nasional.Pasalnya, pengurangan pupuk subsidi hanya akan menambah persoalan saja, lantaran saat ini masih banyak petani yang belum mendapatkan akses pupuk bersubsidi yang disediakan pemerintah melalui PT Pupuk Indonesia (Persero).
Dia menyebut, masih banyak petani yang mengeluh soal akses pupuk. Hal itu didapatinya manakala bertemu langsung dengan petani di beberapa daerah. Misalnya, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, hingga Kalimantan Barat.
&amp;ldquo;Kemarin kami juga bertemu dengan masyarakat, termasuk yang ada di Sumatera Selatan, tapi sudah beberapa bulan yang lalu saya bertemu di Sumatera Utara, di Kalimantan Barat kemarin terkait para petani juga problem pupuk,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
