<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jasa Pengiriman Logistik Sasar Pelaku UMKM</title><description>Pelaku UMKM mendapatkan fleksibilitas dari aplikasi layanan pengiriman barang yang dapat memudahkan dalam berbisnis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/02/320/2964539/jasa-pengiriman-logistik-sasar-pelaku-umkm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/02/320/2964539/jasa-pengiriman-logistik-sasar-pelaku-umkm"/><item><title>Jasa Pengiriman Logistik Sasar Pelaku UMKM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/02/320/2964539/jasa-pengiriman-logistik-sasar-pelaku-umkm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/02/320/2964539/jasa-pengiriman-logistik-sasar-pelaku-umkm</guid><pubDate>Jum'at 02 Februari 2024 15:57 WIB</pubDate><dc:creator>Fadila Nur Hasan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/02/320/2964539/jasa-pengiriman-logistik-sasar-pelaku-umkm-J7MbOckDyK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jasa pengiriman logistik sasar pelaku UMKM (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/02/320/2964539/jasa-pengiriman-logistik-sasar-pelaku-umkm-J7MbOckDyK.jpg</image><title>Jasa pengiriman logistik sasar pelaku UMKM (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xNC8xLzE3NjA5My81L3g4cmZ3ems=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pelaku UMKM mendapatkan fleksibilitas dari aplikasi layanan pengiriman barang yang dapat memudahkan dalam berbisnis. Hingga saat ini, semakin banyak pula pelaku bisnis yang menggunakan aplikasi pengiriman barang.
Di Indonesia, layanan kurir biasanya digunakan untuk pengiriman pribadi seperti mengirim dan menerima parsel untuk keluarga ataupun teman, serta pengiriman untuk pembelian dari pelaku bisnis kepada konsumen.

BACA JUGA:
Produk UMKM Ini Sukses Tembus Ekspor dan Raih Shopee Super Awards 2023 Lho!


Namun, penelitian menunjukkan bahwa setiap pengguna ketiga (35%) dari aplikasi pengiriman barang, menggunakan aplikasi tersebut untuk kebutuhan bisnis setidaknya 2 kali dalam seminggu, seperti mengirim produk ke klien atau menerima barang dari pemasok mereka.
&quot;Kami percaya bahwa fleksibilitas dan kemudahan yang membuat layanan ini sangat nyaman untuk bisnis yang membutuhkan pengiriman, tidak perlu terikat kontrak atau mempekerjakan pengemudi penuh waktu. Kemunculan aplikasi pengiriman ini benar-benar mengubah permainan dan membuat pengiriman menjadi jauh lebih mudah diatur serta lebih terjangkau, serta sangat penting bagi small business yang beroperasi dengan margin keuntungan yang lebih ketat,&quot; ujar Business Development Specialist - Courier SEA &amp;amp; SA inDrive Harris Rilandi, dikutip Jumat (2/2/2024).

BACA JUGA:
Ingin Sektor UMKM Berkembang, Menteri Teten: Butuh Entrepreneur Baru


InDrive mengatakan berdasarkan wilayah, pengiriman melalui aplikasi dapat menawarkan beberapa pilihan mode, mulai dari mobil atau sepeda motor, hingga sepeda ataupun berjalan kaki, sehingga pengguna dapat memilih mode yang termurah dan tercepat sesuai dengan kebutuhan mereka.
Di Indonesia, pengguna mobil (58%) dan sepeda motor (37%) merupakan mode transportasi yang paling banyak dipilih untuk mengirim paket, serta setengah dari responden setuju untuk menghindari pengiriman paket dengan berjalan kaki, karena lokasi pengiriman yang beragam.
Sementara itu banyak dari pelaku UMKM mengatakan pengiriman produknya  melalui berbasis aplikasi sangat efisien dan sebagai contoh, dalam  pengiriman kurir biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 5  menit tergantung lokasi pengiriman.
Sebelumnya ketika pandemi juga UMKM menjadi salah satu sektor yang  paling terdampak dalam pandemi covid-19. Kondisi ini membuat pengiriman  barang, supply dan demand serta rantai pasok terganggu sehingga roda  perekonomian di lini UMKM bisa tersendat.
&quot;Dengan adanya pandemi yang pada awalnya memberikan dorongan luar  biasa bagi pengiriman berbasis aplikasi, kenyamanan dan kemudahan  penggunaannya telah menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan  sehari-hari, seperti yang ditegaskan oleh penelitian kami. Permintaan  akan pengiriman berbasis aplikasi ini terus meningkat dan menjadi waktu  yang menyenangkan untuk berada di industri ini,&quot; lanjut Harris.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8xNC8xLzE3NjA5My81L3g4cmZ3ems=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pelaku UMKM mendapatkan fleksibilitas dari aplikasi layanan pengiriman barang yang dapat memudahkan dalam berbisnis. Hingga saat ini, semakin banyak pula pelaku bisnis yang menggunakan aplikasi pengiriman barang.
Di Indonesia, layanan kurir biasanya digunakan untuk pengiriman pribadi seperti mengirim dan menerima parsel untuk keluarga ataupun teman, serta pengiriman untuk pembelian dari pelaku bisnis kepada konsumen.

BACA JUGA:
Produk UMKM Ini Sukses Tembus Ekspor dan Raih Shopee Super Awards 2023 Lho!


Namun, penelitian menunjukkan bahwa setiap pengguna ketiga (35%) dari aplikasi pengiriman barang, menggunakan aplikasi tersebut untuk kebutuhan bisnis setidaknya 2 kali dalam seminggu, seperti mengirim produk ke klien atau menerima barang dari pemasok mereka.
&quot;Kami percaya bahwa fleksibilitas dan kemudahan yang membuat layanan ini sangat nyaman untuk bisnis yang membutuhkan pengiriman, tidak perlu terikat kontrak atau mempekerjakan pengemudi penuh waktu. Kemunculan aplikasi pengiriman ini benar-benar mengubah permainan dan membuat pengiriman menjadi jauh lebih mudah diatur serta lebih terjangkau, serta sangat penting bagi small business yang beroperasi dengan margin keuntungan yang lebih ketat,&quot; ujar Business Development Specialist - Courier SEA &amp;amp; SA inDrive Harris Rilandi, dikutip Jumat (2/2/2024).

BACA JUGA:
Ingin Sektor UMKM Berkembang, Menteri Teten: Butuh Entrepreneur Baru


InDrive mengatakan berdasarkan wilayah, pengiriman melalui aplikasi dapat menawarkan beberapa pilihan mode, mulai dari mobil atau sepeda motor, hingga sepeda ataupun berjalan kaki, sehingga pengguna dapat memilih mode yang termurah dan tercepat sesuai dengan kebutuhan mereka.
Di Indonesia, pengguna mobil (58%) dan sepeda motor (37%) merupakan mode transportasi yang paling banyak dipilih untuk mengirim paket, serta setengah dari responden setuju untuk menghindari pengiriman paket dengan berjalan kaki, karena lokasi pengiriman yang beragam.
Sementara itu banyak dari pelaku UMKM mengatakan pengiriman produknya  melalui berbasis aplikasi sangat efisien dan sebagai contoh, dalam  pengiriman kurir biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 5  menit tergantung lokasi pengiriman.
Sebelumnya ketika pandemi juga UMKM menjadi salah satu sektor yang  paling terdampak dalam pandemi covid-19. Kondisi ini membuat pengiriman  barang, supply dan demand serta rantai pasok terganggu sehingga roda  perekonomian di lini UMKM bisa tersendat.
&quot;Dengan adanya pandemi yang pada awalnya memberikan dorongan luar  biasa bagi pengiriman berbasis aplikasi, kenyamanan dan kemudahan  penggunaannya telah menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan  sehari-hari, seperti yang ditegaskan oleh penelitian kami. Permintaan  akan pengiriman berbasis aplikasi ini terus meningkat dan menjadi waktu  yang menyenangkan untuk berada di industri ini,&quot; lanjut Harris.
</content:encoded></item></channel></rss>
